Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 15:17 WIB

Madura United vs Persib Bandung: Catatan Kelam Sapeh Kerrab Jadi Modal Maung Bandung

Rabu, 21 Oktober 2026 15:02 WIB

Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!

Rabu, 21 Oktober 2026 14:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas
  • Madura United vs Persib Bandung: Catatan Kelam Sapeh Kerrab Jadi Modal Maung Bandung
  • Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!
  • Geger Kepulan Asap Hitam di SPBE Kuningan, Berawal dari Ambruknya Tumpukan Tabung Gas
  • Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen
  • ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi
  • BPNT Tahap 4 Sudah Cair atau Belum? Kenali 5 Ciri Ini Sebelum Cek KKS ke ATM
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pedagang di Cimol Bandung Resah, Pengetatan Razia Pakaian Impor Bikin Jualan Sepi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 28 Oktober 2025 15:05 WIB2 Mins Read
Pedagang Pakaian di Cimol Bandung resah akibat kebijakan Menkeu Purbaya.
Pedagang Pakaian di Cimol Bandung resah akibat kebijakan Menkeu Purbaya. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah pedagang eceran pakaian thrifting di Pasar Cimol, Gedebage, Kota Bandung merasa khawatir atas kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pasalnya, kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperketat razia bal pakaian impor ilegal di pelabuhan membuat roda jual-beli di Cimol tersendat.

“Kalau melihat dari situasi pasar sekarang ini, kami pedagang pengecer sangat terdampak sekali. Berdagang jadi sepi,” tutur Rusdianto salah satu pemilik toko pakaian eceran saat ditemui di lapaknya, Selasa (28/10/2025).

Rusdianto mengaku, sejak kebijakan itu diberlakukan, omset penjualannya menurun drastis lebih dari 50 persen. Padahal, sebagian besar barang dagangannya ia peroleh dari pemasok lokal yang membeli bal pakaian dari gudang-gudang besar.

“Kami ini cuma jualan eceran, bukan yang impor langsung. Barangnya juga ada yang baru, ada yang thrifting, tapi semuanya masih layak dipakai,” ujarnya.

Baca Juga:  Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Pengganti Sri Mulyani

Bagi Rusdianto, kebijakan tersebut seakan menyamaratakan pelaku usaha di lapangan. Ia menilai, pedagang kecil seperti dirinya seharusnya tak ikut menanggung risiko dari kebijakan yang seharusnya menyasar impor ilegal di tingkat hulu.

Baca Juga:  Libur Akhir Tahun, Jalur Puncak Bogor dan Bandung-Lembang Alami Kemacetan Panjang

“Tidak semua pedagang Cimol ini jual barang thrifting, banyak juga yang jual barang gres. Harapannya, pemerintah bisa pikirkan nasib kami pedagang kecil,” kata dia.

Di lapak tak jauh dari Rusdianto, Bernard Sinanggaling (49) mengeluhkan hal serupa. Ia menuturkan, razia bal impor di pelabuhan otomatis memutus pasokan barang yang biasa mereka jual di pasar.

“Kalau hulunya tidak ada barang, kami di sini juga nggak bisa jualan. Kami tentu sangat resah,” ucap Bernard.

Bernard menyebut, sebelum kebijakan itu diterapkan, kondisi pasar sudah lesu. Kini, dengan menurunnya stok dan sepinya pengunjung, penjualannya anjlok hingga 70 persen.

Baca Juga:  Cimin Maut di KBB Bikin Nyawa Anak Melayang, Dinas KUK Jabar: Sulit Awasi UMKM

“Pengunjung sudah berkurang, barang makin susah. Kami nggak tahu harus gimana lagi,” tambahnya.

Para pedagang Cimol sepakat: mereka bukan pelaku impor ilegal, melainkan pedagang kecil yang hidup dari menjual pakaian layak pakai dengan harga terjangkau. Mereka berharap pemerintah lebih bijak dalam menegakkan aturan, agar semangat berdagang yang tersisa tidak ikut mati.

“Kami cuma ingin tetap bisa jualan dan menghidupi keluarga,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Purbaya Yudhi Sadewa UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Geger Kepulan Asap Hitam di SPBE Kuningan, Berawal dari Ambruknya Tumpukan Tabung Gas

peredaran narkoba

Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen

PENUSUKAN

ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi

El Nino

Ciamis Dilanda Kekeringan: 66 Ribu Jiwa Krisis Air, Antrean Tangki Mengular hingga 29 Titik

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.