Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 12:22 WIB

Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 12:05 WIB

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Rabu, 28 Oktober 2026 11:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

By Aga GustianaSabtu, 29 Maret 2025 20:07 WIB2 Mins Read
Ilustrasi rukyatul hilal. (Foto: NU Online/Suwitno)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan hari pertama Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, setelah sidang isbat yang digelar pada Sabtu (29/3/2025), di Auditorium KH. M. Rasjidi, Jakarta.

Dalam konferensi pers, Nasaruddin menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil hisab posisi hilal yang tidak memenuhi kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura). Selain itu, tidak ada laporan yang mengonfirmasi penampakan hilal di seluruh wilayah Indonesia.

“Posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk dengan ketinggian sekitar minus 3 derajat hingga minus 1 derajat, serta sudut elongasi yang berkisar antara 1 derajat hingga 1,5 derajat,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi kriteria fisibilitas hilal MABIMS, yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Baca Juga:  Semarakkan Ramadhan, PT Mitra Citarum Air Biru Berbagi Takjil ke Masyarakat Sekitar

Oleh karena itu, Kemenag memutuskan untuk menyempurnakan puasa Ramadan menjadi 30 hari, dengan 1 Syawal 1446 H dipastikan jatuh pada 31 Maret 2025.

Keputusan ini mengakhiri perbedaan yang sempat diperkirakan antara organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang biasanya menggunakan metode perhitungan yang berbeda, yaitu hisab dan rukyat. Dengan penetapan ini, kedua organisasi tersebut akan merayakan Idul Fitri pada tanggal yang sama.

Baca Juga:  Perang Sarung Berubah Menjadi Ajang Kriminalitas, Ancaman Nyata di Bulan Ramadhan

Dalam sidang isbat tersebut, Tim Falak Kemenag, yang dipimpin oleh Cecep Nurwendaya, mengungkapkan bahwa seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal yang dibutuhkan menurut MABIMS. Dengan tinggi hilal yang berada antara minus 3,26 derajat hingga minus 1,08 derajat dan sudut elongasi yang berkisar antara 1,61 derajat hingga 1,21 derajat, maka dipastikan hilal tidak dapat terlihat.

“Secara teoritis, hilal pada malam rukyat ini tidak mungkin terlihat karena posisinya yang berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam,” kata Cecep.

Sebagai informasi, penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah di Indonesia umumnya menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat. Hisab digunakan sebagai perhitungan astronomi yang informatif, sementara rukyat berfungsi sebagai konfirmasi visual dari hasil hisab tersebut.

Baca Juga:  Cara Membuat Kolak Ubi Ungu, Takjil yang Sering Diburu untuk Buka Puasa

Sidang isbat yang berlangsung pada 29 Maret 2025 dimulai dengan seminar mengenai metode hisab dan rukyat untuk menentukan posisi bulan, yang diikuti dengan sidang isbat tertutup. Hasil sidang kemudian diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada pukul 19.00 WIB.

Dengan keputusan ini, umat Islam di Indonesia dapat mempersiapkan diri untuk merayakan Idul Fitri pada 31 Maret 2025, yang juga akan menjadi hari libur nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Idul Fitri Lebaran Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.