bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penataan kawasan Bandara Husein Sastranegara dan Teras Cihampelas sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Bandung sekaligus mendukung pengembangan kawasan strategis.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Farhan mengatakan, menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara, tugas Pemkot Bandung difokuskan pada pembenahan infrastruktur di sekitar kawasan bandara. Arahan dari Gubernur Jawa Barat, kata dia, adalah memastikan lingkungan bandara bersih, indah, dan memberikan kesan positif bagi para pengunjung yang baru tiba di Bandung.
“Kalau Bandara Husein mah kami hanya kebagian untuk perbaikan infrastruktur di sekelilingnya. Pesan dari Pak Gubernur adalah jaga kebersihan dan keindahan. Begitu keluar bandara, orang senang, ‘Oh, nyaah, alus euy’,” ujar Farhan.
Sebagai bagian dari penataan tersebut, Pemkot Bandung berencana membangun gerbang baru di kawasan Bandara Husein serta melakukan penyesuaian pada gerbang Tol Pasteur agar tampilan pintu masuk Kota Bandung menjadi lebih representatif.
“Ada beberapa tambahan yang mau kita bangun, di antaranya gerbang Husein, kemudian juga gerbang Tol Pasteur akan kita ubah sedikit,” katanya.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa seluruh layanan penerbangan tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Angkasa Pura. Sementara Pemkot Bandung berfokus pada penataan kawasan pendukung di luar area operasional bandara.
Selain kawasan bandara, Farhan juga menyinggung rencana penataan Teras Cihampelas yang akan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pembongkaran Teras Cihampelas merupakan arahan dari Gubernur Jawa Barat untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Yang pasti, pertama bongkar dulu Teras Cihampelas, mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon. Kemudian optimalisasi para pelaku bisnis yang ada di kiri kanan,” ujarnya.
Farhan menilai karakter kawasan Cihampelas juga perlu menyesuaikan dengan perubahan tren masyarakat. Jika sebelumnya kawasan tersebut identik dengan pusat penjualan produk jeans, kini potensi pengembangan lebih diarahkan pada sektor kuliner, perhotelan, dan aktivitas ekonomi kreatif lainnya.
“Mungkin sudah bukan jeans lagi. Karena sekarang cara masyarakat terhadap fashion di Kota Bandung bergeser. Sudah bukan jeans, tetapi kuliner dan hotelnya tetap ada,” ucapnya.
Terkait waktu pelaksanaan penataan Teras Cihampelas, Farhan mengaku masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Nah, itu yang saya belum tahu,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









