Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB

Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:29 WIB

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
  • Lagi-lagi Bikin Haru! Perhatian Amanda Manopo ke Fajar Sadboy Usai Beli Rumah Cash di Usia 19 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Abu Vulkanik Bandung Mulai Berkurang, Warga Masih Diminta Pakai Masker

By SusanaSelasa, 8 September 2026 12:35 WIB2 Mins Read
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Persebaran abu vulkanik di Kota Bandung mulai menipis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut jumlah abu vulkanik yang terpantau di wilayah Bandung berangsur berkurang dibandingkan sebelumnya.

Forecaster BMKG Kelas I Bandung, Mia Fadillah, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan pemantauan yang dilakukan BMKG hingga Senin (7/9/2026).

“Pada paper test volcanic ash, terpantau jumlah abu vulkanik yang kami lihat itu sudah mulai berkurang, namun masih kami pantau untuk ke depannya,” ujar Mia.

Meski jumlahnya mulai menurun, abu vulkanik di Bandung masih berpotensi bertahan selama satu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga:  Disdik Bandung Wajibkan Siswa dan Guru Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Krakatau

Menurut Mia, kondisi tersebut sangat bergantung pada perubahan arah dan kecepatan angin. Kedua faktor tersebut menjadi penentu utama dalam pergerakan dan persebaran partikel abu vulkanik di udara.

“Jadi memang yang menentukan ke mana partikel abu itu bergerak adalah angin,” jelasnya.

Kondisi Udara Bandung Mulai Membaik

Seiring dengan berkurangnya persebaran abu vulkanik, kondisi udara di Kota Bandung juga mulai menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan persebaran abu vulkanik di wilayah Bandung.

Baca Juga:  Cek Sebelum Keluar Rumah! Ini Prakiraan Cuaca Bandung dan Kabupaten Bandung Hari Ini

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap diminta waspada, terutama selama partikel abu vulkanik masih berpotensi berada di udara.

BMKG Imbau Warga Tetap Pakai Masker dan Kacamata

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, meskipun persebaran abu vulkanik di Bandung mulai menipis.

Penggunaan perlindungan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko paparan partikel vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada dan menggunakan masker serta kacamata untuk beraktivitas di luar ruangan karena partikel-partikel debu vulkanik tersebut cukup tajam,” ucap Mia.

Baca Juga:  Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Diskarmatan Bandung Semprot Jalan Protokol

Dengan kondisi abu vulkanik yang masih dalam pemantauan, masyarakat diimbau tidak panik tetapi tetap berhati-hati. Warga juga disarankan menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.

BMKG akan terus memantau perkembangan persebaran abu vulkanik di Kota Bandung, termasuk perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat memengaruhi kondisi udara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

abu vulkanik Bandung abu vulkanik di Bandung BMKG abu vulkanik BMKG Bandung kondisi udara Bandung persebaran abu vulkanik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.