Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap 9 Nomor Esports Indonesia yang Lolos ke Main Event Asian Games 2026, Game Apa Saja?

Senin, 22 Juni 2026 21:27 WIB

Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Senin, 22 Juni 2026 20:58 WIB

Resmi! Persib Lepas Sergio Castel Martinez Usai Super League 2025/26

Senin, 22 Juni 2026 20:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap 9 Nomor Esports Indonesia yang Lolos ke Main Event Asian Games 2026, Game Apa Saja?
  • Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
  • Resmi! Persib Lepas Sergio Castel Martinez Usai Super League 2025/26
  • Heboh! Cut Salwa Jadi Trending di TikTok, Link Video yang Beredar Picu Rasa Penasaran
  • PLN Jabar Digugat Rp2 Ribu Akibat Sering Mati Lampu: Biar Jadi Pelajaran, Telat Bayar Saja Kita Diputus!
  • FKSS Jabar Curiga Dana Sekolah Swasta Gratis Bakal Caplok Jatah Siswa Miskin
  • Persib Siapkan Pengumuman Pemain Dilepas, Luka Menalo Dirumorkan Segera Gabung
  • Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Dinilai Langgar Inpres 1/2025, DPRD: Efisiensi Anggaran Melenceng!

By Aga GustianaRabu, 14 Mei 2025 15:16 WIB3 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kritik tajam dialamatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang dinilai telah melanggar Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No. 900/833/SJ.

Inpres dan SE tersebut menekankan efisiensi belanja daerah dengan menyasar kegiatan seremonial, kajian, studi banding, publikasi, hingga perjalanan dinas dan honorarium. Anggaran yang berhasil dihemat seharusnya dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi, dan penyediaan cadangan pangan.

Kritik tajam tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Ono menyebut, realisasi efisiensi oleh Pemprov Jabar justru melenceng.

“Dari efisiensi dan realokasi untuk kegiatan apa saja, maka kita dapati hal-hal yang seharusnya tidak diefisiensikan, diefisiensikan oleh Gubernur Jawa Barat, malahan dicoret beberapa kegiatan. Salah satunya adalah hibah kepada Pondok Pesantren dan Masjid,” ungkap Ono saat dihubungi, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga:  Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disorot Media Asing, Ada Apa?

Menurutnya, pesantren termasuk dalam sektor pendidikan, sementara masjid merupakan bagian dari aktivitas keagamaan yang esensial bagi masyarakat. Selain itu, bantuan keuangan untuk kabupaten/kota yang mencakup program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga turut terdampak.

“Sehingga dari contoh-contoh yang tadi saya sampaikan, kegiatan yang diefisiensikan oleh Gubernur Jawa Barat itu melebar ke mana-mana. Tidak hanya terkait rutinitas, perjalanan dinas, rapat-rapat, focus group discussion, studi banding, kajian, publikasi dan lain sebagainya,” tegas Ono.

Lebih lanjut, ia menyoroti proses perubahan Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025 yang dinilai tidak transparan. DPRD Jabar disebut tidak menerima pemberitahuan lengkap terkait pergeseran anggaran senilai Rp5,1 triliun tersebut.

Baca Juga:  3.403 Rumah di Jabar Akan Dialiri Listrik Tahun Ini, Gunakan Skema APBD

“Kita menerima informasi dari luar, dari media sosial, bahwa perubahan Penjabaran APBD itu ternyata sampai lima kali dan itu tidak dijelaskan secara rinci apa saja kegiatan yang diefisiensikan, lalu untuk apa saja?” tegasnya.

Ono juga menyayangkan sikap Sekda Jabar yang meminta DPRD mencari sendiri informasi melalui JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum). “Tentunya kan kita ingin terperinci. Karena pasti Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu mempunyai data yang komplit,” ujarnya.

Dengan belum terpenuhinya permintaan data hingga kini, DPRD Jabar menyimpulkan bahwa Pemprov tidak menjalankan amanat Inpres No. 1 Tahun 2025 dan SE Mendagri No. 900/833/SJ sebagaimana mestinya.

Menariknya, di tengah polemik ini, Sekda Herman Suryatman justru memilih platform media sosial untuk menyampaikan informasi terkait anggaran kepada publik. Dalam unggahannya, ia menjelaskan pergeseran anggaran tahap ketiga senilai Rp1,2 triliun dialokasikan untuk PJU, pembangunan RKB, gapura batas wilayah, fasilitas kesehatan RSUD, dan gedung OPD.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Mutasi Kendaraan dari Luar Jabar Kini Gratis!

“Dari jumlah tersebut, Rp475 miliar dialokasikan untuk belanja penerangan jalan umum (PJU), Rp 431 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan Rp 25 miliar untuk pembangunan gapura batas wilayah. Lalu, Rp45 miliar dialokasikan untuk fasilitas kesehatan di RSUD, dan sisanya digunakan untuk gedung organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Herman dalam video di akun Instagram pribadinya @hermansuryatman.

Pilihan Sekda untuk berkomunikasi melalui media sosial, alih-alih memberikan informasi detail kepada lembaga legislatif, tentu menimbulkan pertanyaan dan semakin memperuncing polemik anggaran di Jawa Barat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD jawa barat Ono Surono Pemprov
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padam Listrik

PLN Jabar Digugat Rp2 Ribu Akibat Sering Mati Lampu: Biar Jadi Pelajaran, Telat Bayar Saja Kita Diputus!

FKSS Jabar Curiga Dana Sekolah Swasta Gratis Bakal Caplok Jatah Siswa Miskin

Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik

Terjepit Skandal Dokumen Epstein dan Kekalahan Pemilu Sela, PM Inggris Keir Starmer Akhirnya Lepas Jabatan

Sentilan Dedi Mulyadi ke PLN: Telat Bayar Listrik Diputus, tapi Pas Mati Lampu Bikin Pabrik Rugi dan Ikan Koi Mati!

Dedi Mulyadi Minta Polda Jabar Gerak Cepat Seret Pacar Biadab yang Sekap Wanita Bandung Selama 3 Tahun

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.