Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Dinilai Langgar Inpres 1/2025, DPRD: Efisiensi Anggaran Melenceng!

By Aga GustianaRabu, 14 Mei 2025 15:16 WIB3 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kritik tajam dialamatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang dinilai telah melanggar Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No. 900/833/SJ.

Inpres dan SE tersebut menekankan efisiensi belanja daerah dengan menyasar kegiatan seremonial, kajian, studi banding, publikasi, hingga perjalanan dinas dan honorarium. Anggaran yang berhasil dihemat seharusnya dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi, dan penyediaan cadangan pangan.

Kritik tajam tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Ono menyebut, realisasi efisiensi oleh Pemprov Jabar justru melenceng.

“Dari efisiensi dan realokasi untuk kegiatan apa saja, maka kita dapati hal-hal yang seharusnya tidak diefisiensikan, diefisiensikan oleh Gubernur Jawa Barat, malahan dicoret beberapa kegiatan. Salah satunya adalah hibah kepada Pondok Pesantren dan Masjid,” ungkap Ono saat dihubungi, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga:  Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara 'Drive Your Future Phase 2'

Menurutnya, pesantren termasuk dalam sektor pendidikan, sementara masjid merupakan bagian dari aktivitas keagamaan yang esensial bagi masyarakat. Selain itu, bantuan keuangan untuk kabupaten/kota yang mencakup program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga turut terdampak.

“Sehingga dari contoh-contoh yang tadi saya sampaikan, kegiatan yang diefisiensikan oleh Gubernur Jawa Barat itu melebar ke mana-mana. Tidak hanya terkait rutinitas, perjalanan dinas, rapat-rapat, focus group discussion, studi banding, kajian, publikasi dan lain sebagainya,” tegas Ono.

Lebih lanjut, ia menyoroti proses perubahan Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025 yang dinilai tidak transparan. DPRD Jabar disebut tidak menerima pemberitahuan lengkap terkait pergeseran anggaran senilai Rp5,1 triliun tersebut.

Baca Juga:  Peparnas XVII Resmi Dibuka, Jabar Turunkan 347 Atlet Terbaik

“Kita menerima informasi dari luar, dari media sosial, bahwa perubahan Penjabaran APBD itu ternyata sampai lima kali dan itu tidak dijelaskan secara rinci apa saja kegiatan yang diefisiensikan, lalu untuk apa saja?” tegasnya.

Ono juga menyayangkan sikap Sekda Jabar yang meminta DPRD mencari sendiri informasi melalui JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum). “Tentunya kan kita ingin terperinci. Karena pasti Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu mempunyai data yang komplit,” ujarnya.

Dengan belum terpenuhinya permintaan data hingga kini, DPRD Jabar menyimpulkan bahwa Pemprov tidak menjalankan amanat Inpres No. 1 Tahun 2025 dan SE Mendagri No. 900/833/SJ sebagaimana mestinya.

Menariknya, di tengah polemik ini, Sekda Herman Suryatman justru memilih platform media sosial untuk menyampaikan informasi terkait anggaran kepada publik. Dalam unggahannya, ia menjelaskan pergeseran anggaran tahap ketiga senilai Rp1,2 triliun dialokasikan untuk PJU, pembangunan RKB, gapura batas wilayah, fasilitas kesehatan RSUD, dan gedung OPD.

Baca Juga:  Banjir Terjang 25 Kabupaten dan Kota di Jabar Sepanjang 2024, 137.153 Jiwa Terdampak

“Dari jumlah tersebut, Rp475 miliar dialokasikan untuk belanja penerangan jalan umum (PJU), Rp 431 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan Rp 25 miliar untuk pembangunan gapura batas wilayah. Lalu, Rp45 miliar dialokasikan untuk fasilitas kesehatan di RSUD, dan sisanya digunakan untuk gedung organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Herman dalam video di akun Instagram pribadinya @hermansuryatman.

Pilihan Sekda untuk berkomunikasi melalui media sosial, alih-alih memberikan informasi detail kepada lembaga legislatif, tentu menimbulkan pertanyaan dan semakin memperuncing polemik anggaran di Jawa Barat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD jawa barat Ono Surono Pemprov
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.