Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
  • Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan di PTUN, Yakin Menang Demi Anak Bangsa

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 14:23 WIB4 Mins Read
Disdik Jabar
Kadisdik Jabar, Purwanto didampingi tim kuasa hukum Pemprov Jabar. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapannya menghadapi gugatan hukum terhadap kebijakan Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) yang diajukan oleh sejumlah pihak di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pemprov Jabar menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, khususnya dari keluarga tidak mampu dan rentan.

Gugatan tersebut berasal dari unsur sekolah swasta yang tergabung dalam sebuah forum, yang menyampaikan keberatan atas dampak PAPS terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Namun, Pemprov Jabar menegaskan bahwa kebijakan ini tidak melanggar hukum, justru merupakan kebijakan afirmatif yang selaras dengan amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Saya Sangat yakin (menang di PTUN), karena kebijakan ini dikeluarkan untuk kepentingan masyarakat dan negara itu hadir untuk mengatasi persoalan-persoalan serius yang ada di tengah masyarakat. Kebijakan ini kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan negara harus hadir untuk memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, dalam konferensi pers, Rabu (7/8/2025).

Angka Putus Sekolah yang Tinggi Jadi Alarm

Kebijakan PAPS muncul sebagai respons terhadap tingginya angka anak putus sekolah di Jawa Barat. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sepanjang 2023-2025, terdapat: 385 peserta didik putus sekolah jenjang SMA/SMK, 133.258 lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK, sehingga total 199.643 anak tidak bersekolah.

Dari total lulusan SMP/MTs tahun 2025 sebanyak 834.734 siswa, hanya 564.035 yang mendaftar ke SMA/SMK negeri. Sementara daya tampung sekolah negeri hanya mencapai 306.345 siswa, menyisakan lebih dari 270 ribu anak yang tidak tertampung.

Untuk menanggulangi masalah ini, Pemprov Jabar melalui kebijakan PAPS menambah daya tampung dengan membuka 113.126 kursi tambahan melalui skema penambahan siswa per rombongan belajar (rombel). Namun realisasinya baru terserap 46.233 siswa, sehingga sisanya diarahkan ke SMA/SMK swasta, MA, atau lembaga pendidikan alternatif seperti SKB dan PKBM.

“Kalau ini tidak dilakukan Pak Gubernur, maka angka anak tidak sekolah akan semakin memburuk. Kita sedang berhadapan dengan krisis akses pendidikan,” lanjut Purwanto.

Kebijakan Berpihak pada Anak, Bukan Mengabaikan Sekolah Swasta

Pihak penggugat menilai kebijakan PAPS mengancam eksistensi sekolah swasta. Namun Pemprov menampik tudingan ini, dan justru menekankan bahwa pihaknya melibatkan sekolah swasta sebagai bagian dari solusi. Pemprov bahkan menyalurkan Hibah Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) guna membantu sekolah swasta dalam mendukung pembiayaan pendidikan.

“Kita membuka ruang dialog. Kami tak menutup mata atas peran sekolah swasta. Tapi mari kita berpikir jernih, apa yang lebih utama dari memastikan anak-anak tetap bersekolah?” ucap Yogi Gautama, Kepala Biro Hukum dan HAM Pemprov Jabar.

Kekuatan Hukum dan Dasar Konstitusional

Tim Advokasi Hukum Pemprov Jabar, yang terdiri dari unsur Biro Hukum, Jabar Istimewa, dan tim pengacara independen, menyampaikan bahwa seluruh kebijakan PAPS telah dikaji secara menyeluruh baik secara filosofis, yuridis, dan sosiologis.

“Kami sudah periksa dari UUD 1945, UU Sisdiknas, hingga Permendikbud, tidak ada satu pun regulasi yang dilanggar. Ini murni kebijakan publik untuk menjamin hak dasar warga negara,” kata Jutek Bongso, dari Tim Advokasi Pemprov Jabar.

Tim hukum menyebut gugatan ini seharusnya bisa diselesaikan melalui mediasi, dan berharap pihak penggugat mempertimbangkan untuk mencabut gugatan demi kelanjutan nasib anak-anak yang membutuhkan pendidikan.

“Kalau nanti pemerintah kalah, lalu bagaimana nasib puluhan ribu anak yang sudah masuk sekolah melalui program ini? Apa mereka harus dikorbankan? Itu pertanyaan mendasar yang kami ajukan,” imbuh Ruli Panggabean, rekan sejawat Jutek.

Langkah Lanjut

Pemprov Jabar telah menyiapkan tim hukum lengkap untuk menghadapi proses di PTUN, termasuk mengikuti seluruh tahapan persidangan dan potensi mediasi. Mereka juga memastikan bahwa pelaksanaan program PAPS tetap berjalan sembari proses hukum berlangsung, demi menjamin tidak ada anak yang kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan.

“Ini bukan sekadar program, tapi bentuk keberpihakan negara. Kami akan kawal hingga tuntas demi masa depan generasi Jawa Barat,” tutup Kadisdik Jabar, Purwanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak putus sekolah Disdik Jabar jawa barat kebijakan pendidikan PAPS Pemprov Jabar Pendidikan PTUN sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.