Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan

Sabtu, 4 Juli 2026 06:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Sabtu, 4 Juli 2026 05:00 WIB

Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT

Sabtu, 4 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan
  • Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
  • Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penerima Bansos di Jabar Terindikasi Judol, Dedi Mulyadi Salahkan Pemerintah Pusat

By Aga GustianaSabtu, 23 Agustus 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap bahwa hampir 50 ribu penerima bantuan sosial (bansos) di Jawa Barat diduga terlibat aktivitas judi online (judol). Total transaksi dari penerima bansos ini mencapai Rp 199 miliar.

Usia Produktif Jadi Masalah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa sebagian besar penerima bansos yang terindikasi judi online berada pada usia produktif. Menurutnya, hal ini menimbulkan risiko penyalahgunaan bantuan sosial.

“Ketika yang menerima bansos main judol, berarti kan usianya usia produktif. Nah, bansos ini harusnya diarahkan pada mereka yang tidak punya usia produktif. Usia-usia yang sudah sangat tua, yang sudah renta, itu dapat bansos. Tapi kalau orang umurnya 40 tahun, 45 tahun, dia masih bisa bekerja. Nah, menerima bansos kalau jadi problem,” jelas Dedi di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

Dedi menekankan bahwa bansos sering disalurkan tidak tepat sasaran. Bahkan, lanjutnya, terdapat warga lanjut usia yang benar-benar membutuhkan bantuan namun tidak mendapatkannya.

Baca Juga:  Ini 4 Tempat Wisata di Jabar yang Disegel Dedi Mulyadi

“Problem-nya adalah kecemburuan sosial, yaitu ada orang yang dianggap punya kemampuan ekonomi terima bansos, ada orang yang tidak punya kemampuan ekonomi, tidak punya kemampuan fisik, karena usianya sudah sangat tua, sepuh, usianya 75, 80, tidak dapat,” tambahnya.

Pemerintah Daerah Minta Pendataan Ulang

Dedi Mulyadi menilai masalah ini muncul karena pendataan penerima bansos dilakukan pusat tanpa melibatkan masyarakat lokal secara optimal. Ia meminta Kemensos melakukan pendataan ulang dengan melibatkan warga setempat agar data lebih akurat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Samsat di Bogor Creative Center Demi Manfaat Publik

“Tim pendatanya itu sebaiknya melibatkan masyarakat setempat. Kan problem dari data kependudukan kita, data sensus kita ini, yang melakukan sensus di tempat itu, itu dengan orang lain dari luar. Sehingga seringkali dia tidak ngerti bagaimana posisi masyarakat itu,” ungkap Dedi.

Gubernur juga mengusulkan sistem seleksi bertahap mulai dari desa hingga provinsi agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

“Bahkan saya sih mengusulkan putusan tentang masyarakat miskin di semua desa, itu diputuskan dalam peraturan. Misalnya diputuskan dulu di desanya lewat peraturan desa. Kemudian nanti diputuskan di kabupaten lewat peraturan bupati dan wali kota. Nanti diputuskan di provinsi lewat peraturan gubernur. Jadi seleksinya itu terus,” tambahnya.

Baca Juga:  Amankan Nataru, Jawa Barat akan Gelar Operasi Lilin Lodaya Besok

Jawa Barat Menjadi Provinsi Terbanyak Penerima Bansos Terindikasi Judol

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkap bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima bansos terbanyak yang diduga bermain judi online. Total penerima bansos yang terlibat mencapai 49.431 orang, dengan total deposit Rp 199 miliar.

“Jadi Jawa Barat 49.431 orang. Depositnya Rp 199 miliar,” kata Saifullah Yusuf.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bansos Dedi Mulyadi jawa barat judi online judol Kemensos pemerintah pusat Pendataan Bansos penerima bansos
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.