Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fenomena Link Video Syakirah 7 Menit Kembali Mencuat: Mengapa Anda Harus Berhenti Mencari Tautannya?

Sabtu, 4 April 2026 21:51 WIB

Heboh Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur: Awas Jebakan Phishing yang Bisa Kuras Saldo Rekening!

Sabtu, 4 April 2026 21:26 WIB
The Great Asia Africa 2.0

Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On

Sabtu, 4 April 2026 21:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fenomena Link Video Syakirah 7 Menit Kembali Mencuat: Mengapa Anda Harus Berhenti Mencari Tautannya?
  • Heboh Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur: Awas Jebakan Phishing yang Bisa Kuras Saldo Rekening!
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penertiban Warung Ciater, Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Warga

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 11:27 WIB2 Mins Read
Warung ikonik di Ciater dibongkar
Warung ikonik di Ciater dibongkar. (Foto: tangkap layar Instagram @subang.info)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penertiban warung-warung di sepanjang Jalan Ciater, Subang, oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, mendapat sorotan dari berabagai kalangan.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai langkah penataan tersebut memiliki tujuan positif dari sisi estetika dan ketertiban kawasan. Menurutnya, penghilangan kesan kumuh di jalur wisata yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Subang dapat meningkatkan citra daerah.

Namun, Kristian mengingatkan bahwa pembongkaran warung juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga.

“Usaha membuka warung merupakan kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan. Jika warung-warung digusur, pemiliknya akan kehilangan sumber penghasilan. Pemerintah harus menyiapkan alternatif kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya saat dihubungi bukamata.id, Senin (11/8/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Rencana Pemkab Majalengka Batalkan Investasi di Bandara Kertajati

Ia menegaskan, kebijakan ini memerlukan koordinasi sistemik yang melibatkan bukan hanya perangkat daerah yang mengurus penataan kawasan, tetapi juga instansi yang menangani pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Kristian menyarankan agar relokasi pedagang tidak sekadar memindahkan lokasi, tetapi mempertimbangkan tempat yang justru lebih menguntungkan secara ekonomi.

Baca Juga:  Dana Operasional Tembus Rp28 Miliar, Netizen Kepo Modal Ngonten Dedi Mulyadi

“Relokasi harus benar-benar memberi peluang usaha yang lebih baik, bukan sekadar memindahkan masalah,” tambahnya.

Penertiban warung di Ciater sendiri menuai pro-kontra di masyarakat. Sejumlah warga dan warganet menilai warung tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara di jalur dengan medan ekstrem.

Pemprov Jawa Barat memastikan program penataan akan tetap berjalan, dengan skema relokasi dan pemberian kompensasi sebesar Rp10 juta untuk setiap pedagang yang terdampak.

Meski ada kompensasi, kebijakan ini memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah netizen menilai warung-warung tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalur, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian warga.

Baca Juga:  Rencana Besar Dedi Mulyadi dan Muhammad Farhan Atasi Kemacetan Kota Bandung

Komentar warganet di akun Instagram @subang.info mencerminkan kekhawatiran itu.

“Keinginan makan Indomie kuah sambil lihat pemandangan yang indah pupus lah sudah,” tulis seorang pengguna.

“Tanjakan Emen bakal gelap dan sepi. Kalau kendaraan mogok, sudah tidak ada tempat istirahat lagi,” ujar netizen lain.

Ada pula yang mengkhawatirkan meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan potensi kejahatan di jalur tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak ekonomi Dedi Mulyadi kebijakan publik pakar Unpar penataan kawasan penertiban warung Ciater relokasi pedagang Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.