Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari SPG Jadi Mahasiswi Melbourne, Kisah Juang Kembar Anak Buruh Tani Tampar Balik Kritik Beasiswa Negara!

Sabtu, 4 Juli 2026 08:58 WIB

Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 08:04 WIB

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan

Sabtu, 4 Juli 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari SPG Jadi Mahasiswi Melbourne, Kisah Juang Kembar Anak Buruh Tani Tampar Balik Kritik Beasiswa Negara!
  • Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan
  • Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Sebut Tingginya Biaya UKT Akibat Terbatasnya Anggaran Pendidikan dari Pemerintah

By Putra JuangSabtu, 18 Mei 2024 16:36 WIB2 Mins Read
Pengamat Pendidikan dari UPI, ‎Prof Cecep Darmawan‎. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ‎Prof Cecep Darmawan‎ mengungkap pangkal masalah atas tingginya biaya uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi.

Menurut Cecep, tingginya biaya UKT saat ini disebabkan terbatasnya anggaran dari pemerintah untuk sektor pendidikan.

“Jadi memang sekian banyak kampus menaikan UKT ini ya, nah ini problemnya dimana? Kelihatannya memang ini anggaran pemerintah untuk sektor pendidikan di perguruan tinggi atau kampus ini kelihatannya terbatas, itu persoalannya,” ucap Cecep saat dihubungi, Sabtu (18/5/2024).

Menurutnya, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah tersebut, maka perguruan tinggi harus menutupi biaya operasional salah satunya dengan cara menaikan biaya UKT.

Baca Juga:  Kritik Bayar Kuliah Pakai Pinjol, Anies: Gejala Minimnya Anggaran Pendidikan

“Kemudian kampus harus menutupi biaya operasional, nah dari mana kampus? Mungkin kampus tertentu bisa melalui inovasi atau karya-karya yang bisa dijual, tapi yang lain sulit sehingga menaikan UKT sebagai solusinya,” ungkapnya.

Cecep yang juga Guru Besar UPI ini mengaku, pihaknya tidak ingin menaikan biaya UKT. Bahkan, pihaknya bercita-cita agar biaya pendidikan dapat terjangkau oleh masyarakat luas.

“Sebenarnya kami dari perguruan tinggi juga tidak mau UKT itu naik ya, kami tuh inginya semurah mungkin yang terjangkau oleh masyarakat tapi kan pemerintah sendiri ngasih uangnya sedikit jadi disitu masalahnya,” katanya.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Anggaran Pendidikan Jawa Barat Sudah Lampaui Amanat Undang-Undang

Sebab menurutnya, salah satu faktor untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi adalah soal anggaran. Dimana anggaran tersebut didapat melalui pemerintah.

“Kalau bicara kualitas perguruan tinggi ini jadi PR kita bersama. Salah satu untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi antara lain ya soal dana, untuk riset, untuk pengabdian, untuk meningkatkan kapasitas dosen itu kan butuh dana, butuh anggaran,” jelasnya.

“Tapi kalau pemerintahnya kurang serius soal anggaran, ya mau tidak mau aga sulit perguruan tinggi kita untuk berkembang,” tambahnya.

Baca Juga:  Usai Bertemu Jokowi, Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT Tahun Ini

Meski bukan menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi, Cecep menilai jika anggaran atau dana tersebut yang justru sangat menentukan.

“Walaupun saya katakan dana bukan satu-satunya faktor, banyak juga faktor lain. Tetapi dana juga sangat menentukan di antara faktor-faktor lain itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan tingginya biaya UKT ini.

“Saya sih melihat ini seharusnya pemerintah cepet turun tangan untuk menyelesaikan ini dengan menambah anggaran untuk pendidikan perguruan tinggi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran Pendidikan biaya UKT Cecep Darmawan uang kuliah tunggal UKT UKT Mahal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.