Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Kamis, 20 Agustus 2026 06:48 WIB

Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!

Kamis, 20 Agustus 2026 06:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini
  • Kumpulan Kode Redeem FF 20 Agustus 2026 Terbaru: Klaim Skin & Diamond Gratis Hari Ini
  • Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah 1448 H dan Daftar Tanggal Merahnya
  • Tikung PSG di Detik Akhir, Aston Villa Resmi Amankan Tanda Tangan Zion Suzuki
  • Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!
  • Modal Tampil di Bali, Fitrah Maulana Siap Bersaing di Skuad Utama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Sebut Tingginya Biaya UKT Akibat Terbatasnya Anggaran Pendidikan dari Pemerintah

By Putra JuangSabtu, 18 Mei 2024 16:36 WIB2 Mins Read
Pengamat Pendidikan dari UPI, ‎Prof Cecep Darmawan‎. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ‎Prof Cecep Darmawan‎ mengungkap pangkal masalah atas tingginya biaya uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi.

Menurut Cecep, tingginya biaya UKT saat ini disebabkan terbatasnya anggaran dari pemerintah untuk sektor pendidikan.

“Jadi memang sekian banyak kampus menaikan UKT ini ya, nah ini problemnya dimana? Kelihatannya memang ini anggaran pemerintah untuk sektor pendidikan di perguruan tinggi atau kampus ini kelihatannya terbatas, itu persoalannya,” ucap Cecep saat dihubungi, Sabtu (18/5/2024).

Menurutnya, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah tersebut, maka perguruan tinggi harus menutupi biaya operasional salah satunya dengan cara menaikan biaya UKT.

“Kemudian kampus harus menutupi biaya operasional, nah dari mana kampus? Mungkin kampus tertentu bisa melalui inovasi atau karya-karya yang bisa dijual, tapi yang lain sulit sehingga menaikan UKT sebagai solusinya,” ungkapnya.

Cecep yang juga Guru Besar UPI ini mengaku, pihaknya tidak ingin menaikan biaya UKT. Bahkan, pihaknya bercita-cita agar biaya pendidikan dapat terjangkau oleh masyarakat luas.

“Sebenarnya kami dari perguruan tinggi juga tidak mau UKT itu naik ya, kami tuh inginya semurah mungkin yang terjangkau oleh masyarakat tapi kan pemerintah sendiri ngasih uangnya sedikit jadi disitu masalahnya,” katanya.

Sebab menurutnya, salah satu faktor untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi adalah soal anggaran. Dimana anggaran tersebut didapat melalui pemerintah.

“Kalau bicara kualitas perguruan tinggi ini jadi PR kita bersama. Salah satu untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi antara lain ya soal dana, untuk riset, untuk pengabdian, untuk meningkatkan kapasitas dosen itu kan butuh dana, butuh anggaran,” jelasnya.

“Tapi kalau pemerintahnya kurang serius soal anggaran, ya mau tidak mau aga sulit perguruan tinggi kita untuk berkembang,” tambahnya.

Meski bukan menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi, Cecep menilai jika anggaran atau dana tersebut yang justru sangat menentukan.

“Walaupun saya katakan dana bukan satu-satunya faktor, banyak juga faktor lain. Tetapi dana juga sangat menentukan di antara faktor-faktor lain itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan tingginya biaya UKT ini.

“Saya sih melihat ini seharusnya pemerintah cepet turun tangan untuk menyelesaikan ini dengan menambah anggaran untuk pendidikan perguruan tinggi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran Pendidikan biaya UKT Cecep Darmawan uang kuliah tunggal UKT UKT Mahal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!

Polemik Siswa SMP Nambal Lapangan: Antara Dugaan Eksploitasi & Budaya Gotong Royong!

gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

ilustrasi gempa

Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.