Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Sabtu, 7 November 2026 15:57 WIB

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Sebut Tingginya Biaya UKT Akibat Terbatasnya Anggaran Pendidikan dari Pemerintah

By Putra JuangSabtu, 18 Mei 2024 16:36 WIB2 Mins Read
Pengamat Pendidikan dari UPI, ‎Prof Cecep Darmawan‎. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ‎Prof Cecep Darmawan‎ mengungkap pangkal masalah atas tingginya biaya uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi.

Menurut Cecep, tingginya biaya UKT saat ini disebabkan terbatasnya anggaran dari pemerintah untuk sektor pendidikan.

“Jadi memang sekian banyak kampus menaikan UKT ini ya, nah ini problemnya dimana? Kelihatannya memang ini anggaran pemerintah untuk sektor pendidikan di perguruan tinggi atau kampus ini kelihatannya terbatas, itu persoalannya,” ucap Cecep saat dihubungi, Sabtu (18/5/2024).

Menurutnya, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah tersebut, maka perguruan tinggi harus menutupi biaya operasional salah satunya dengan cara menaikan biaya UKT.

“Kemudian kampus harus menutupi biaya operasional, nah dari mana kampus? Mungkin kampus tertentu bisa melalui inovasi atau karya-karya yang bisa dijual, tapi yang lain sulit sehingga menaikan UKT sebagai solusinya,” ungkapnya.

Cecep yang juga Guru Besar UPI ini mengaku, pihaknya tidak ingin menaikan biaya UKT. Bahkan, pihaknya bercita-cita agar biaya pendidikan dapat terjangkau oleh masyarakat luas.

“Sebenarnya kami dari perguruan tinggi juga tidak mau UKT itu naik ya, kami tuh inginya semurah mungkin yang terjangkau oleh masyarakat tapi kan pemerintah sendiri ngasih uangnya sedikit jadi disitu masalahnya,” katanya.

Sebab menurutnya, salah satu faktor untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi adalah soal anggaran. Dimana anggaran tersebut didapat melalui pemerintah.

“Kalau bicara kualitas perguruan tinggi ini jadi PR kita bersama. Salah satu untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi antara lain ya soal dana, untuk riset, untuk pengabdian, untuk meningkatkan kapasitas dosen itu kan butuh dana, butuh anggaran,” jelasnya.

“Tapi kalau pemerintahnya kurang serius soal anggaran, ya mau tidak mau aga sulit perguruan tinggi kita untuk berkembang,” tambahnya.

Meski bukan menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kualiatas perguruan tinggi, Cecep menilai jika anggaran atau dana tersebut yang justru sangat menentukan.

“Walaupun saya katakan dana bukan satu-satunya faktor, banyak juga faktor lain. Tetapi dana juga sangat menentukan di antara faktor-faktor lain itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan tingginya biaya UKT ini.

“Saya sih melihat ini seharusnya pemerintah cepet turun tangan untuk menyelesaikan ini dengan menambah anggaran untuk pendidikan perguruan tinggi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.