Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Aksi Penganiayaan saat Konvoi Persib, Viking Persib Club: Sanksi Berat, Kartu Anggota Dicabut!

Kamis, 28 Mei 2026 17:26 WIB

Pesta Juara Persib Bandung Tercoreng Aksi Pemukulan Oknum Bobotoh di Jalan Merdeka

Kamis, 28 Mei 2026 17:19 WIB
Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Kamis, 28 Mei 2026 16:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Aksi Penganiayaan saat Konvoi Persib, Viking Persib Club: Sanksi Berat, Kartu Anggota Dicabut!
  • Pesta Juara Persib Bandung Tercoreng Aksi Pemukulan Oknum Bobotoh di Jalan Merdeka
  • Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung
  • Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga
  • Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic
  • Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!
  • Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo
  • Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengangguran di Jawa Barat Masih Tinggi, Tercatat BPS 1,77 Juta Orang

By Aga GustianaKamis, 5 Februari 2026 20:54 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumlah pengangguran di Jawa Barat masih berada di level jutaan orang. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per November 2025 tercatat 1,77 juta penduduk berstatus penganggur, meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa dari total penduduk usia kerja 15 tahun ke atas yang mencapai 39,35 juta orang, tidak semuanya terserap ke dunia kerja.

“Jumlah angkatan kerja sebanyak 26,63 juta orang meningkat 344,55 ribu orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 12,72 juta orang. Dari data angkatan kerja tersebut penduduk bekerja sebanyak 24,86 juta orang dan pengangguran sebanyak 1,77 juta orang,” ujar Ari, Kamis (5/2/2026).

Meskipun angka pengangguran masih tinggi, terdapat perbaikan pada periode Agustus hingga November 2025. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah pengangguran berkurang sekitar 5.154 orang seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja baru.

Baca Juga:  Sikat Percaloan, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Penyerapan Tenaga Kerja di Karawang

“Secara statistik, pada periode Agustus 2025-November 2025 terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 5.154 orang dari 1,78 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 1,77 juta orang pada November 2025,” jelas Ari.

Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Perbaikan angka pengangguran sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Agustus hingga November 2025, Jawa Barat menyerap 349,71 ribu tenaga kerja baru.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada November 2025 berada di angka 6,66 persen, turun 0,11 poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 6,77 persen.

Secara tren jangka menengah, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan. Sejak Agustus 2021, TPT menurun dari 9,82 persen menjadi 6,66 persen pada November 2025. Jika dilihat berdasarkan gender, TPT laki-laki tercatat 6,78 persen dan perempuan 6,46 persen.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

Selain itu, partisipasi penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi juga meningkat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Barat per November 2025 tercatat 67,67 persen.

“Pada Februari 2024 TPAK mencapai 67,34 persen, lalu pada Agustus 2025 turun menjadi 66,99 persen, kemudian pada November 2025 meningkat menjadi 67,67 persen. Jika kita bandingkan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 85,09 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK Perempuan yang sebesar 49,95%,” rinci Ari.

Sektor Penyerap Tenaga Kerja

Dari total 24,86 juta penduduk yang bekerja, sektor perdagangan masih menjadi penyerap terbesar dengan porsi 22,44 persen, diikuti industri pengolahan 18,61 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 15,43 persen.

Selama Agustus hingga November 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penambahan tenaga kerja terbesar, yaitu 99,82 ribu orang. Sektor pendidikan menambah 46,84 ribu orang, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum bertambah 37,98 ribu orang.

Baca Juga:  Tunjang Kebutuhan Data Akademis, BPS Jabar Resmikan Pojok Statistik di UNPAR

Meski begitu, tidak semua sektor mencatat pertumbuhan. Pada November 2025, sektor pertambangan dan penggalian justru menurun dalam hal serapan tenaga kerja. Dari sisi status pekerjaan, struktur tenaga kerja masih didominasi buruh, karyawan, dan pegawai.

“Status pekerjaan utama penduduk bekerja didominasi status buruh/karyawan/pegawai, dengan proporsinya mencapai 41,55 persen pada November 2025, selanjutnya diikuti oleh pekerja dengan status berusaha sendiri sebanyak 23,39 persen,” jelas Ari.

Peningkatan tenaga kerja terbesar terjadi pada kelompok berusaha sendiri, dengan tambahan 162,18 ribu orang. Hal ini menyebabkan dominasi sektor informal di Jawa Barat.

“Pada November 2025 proporsi pekerja informal sebesar 55,55 persen dan sisanya 44,45 persen terserap di kegiatan formal. Peningkatan proporsi pekerja informal didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status berusaha sendiri,” pungkas Ari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS ketenagakerjaan Jabar pengangguran Jawa Barat sektor informal tenaga kerja TPT Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.