bukamata.id – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat M Lillah Sahrul Mubarok menyoroti tingginya angka pengangguran di Jawa Barat, termasuk fakta bahwa Jabar menjadi provinsi dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi secara nasional.
Dalam keterangannya di Kota Bandung, Kamis (20/11/2025), ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap tingginya jumlah penduduk disertai angka pengangguran yang masih besar.
“Saya prihatin dan khawatir jumlah penduduk Jawa Barat besar, penganggurannya pun tinggi. Tapi ada potensi pengangguran yang jauh lebih besar karena mungkin ada yang belum tercatat,” ujar M Lillah Sahrul Mubarok.
Perlu Kebijakan Berbasis Data untuk Stabilitas Ketenagakerjaan
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan yang akurat dan berbasis data. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai harus mampu menjaga stabilitas ketenagakerjaan melalui strategi jangka panjang agar angka pengangguran tidak terus meningkat.
Salah satu langkah penting adalah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari pembaruan kurikulum pendidikan hingga revitalisasi balai latihan kerja yang menyesuaikan kebutuhan industri masa kini.
“Kolaborasi dengan industri pun menjadi salah satu solusi tepat. Di Subang akan dibuka pabrik, ini kesempatan bagus untuk memperkuat kemitraan dengan industri,” ungkapnya.
Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Lokal
Selain kerja sama dengan industri, M Lillah Sahrul Mubarok menilai bahwa penguatan sektor ekonomi lokal dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi pengangguran.
Pemerintah perlu memberi dukungan berupa insentif, pelatihan, serta akses permodalan yang mudah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Program MBG Dinilai Berpotensi Serap Tenaga Kerja
Ia juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja melalui banyaknya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, fasilitas tersebut bisa dimaksimalkan untuk menurunkan angka pengangguran apabila dikelola dengan tepat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











