bukamata.id – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR terus berkembang. Penjaga kos bernama Resa (40), lokasi korban ditemukan, mengaku mendapat ancaman dari terduga pelaku bernama Taufik Hidayat.
Ancaman tersebut diduga dikirim melalui pesan kepada salah satu penghuni kos dan kemudian diteruskan kepada Resa.
Isi Pesan Bernada Ancaman
Dalam pesan yang beredar, pelaku diduga meluapkan kemarahan karena merasa dituduh melakukan penganiayaan tanpa bukti langsung. Ia bahkan menyebut memiliki dendam terhadap penjaga kos yang dianggap telah “memfitnah” dirinya.
“Bilangin ke si Esa (penjaga kos) saya dendam… saya udah siap sama pengacara,” demikian isi pesan tersebut.
Dalam lanjutan pesan itu, pelaku juga diduga mengeluarkan ancaman serius yang menyasar keselamatan penjaga kos.
“Lihat aja selama dia ada di kosan terus ketemu sama saya, mati dia walaupun risikonya saya dipenjara… dendam saya seumur hidup,” tulis pesan tersebut.
Penjaga Kos Lapor Polisi
Merasa terancam, Resa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan itu kini telah diterima dan tengah ditindaklanjuti oleh aparat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, membenarkan adanya laporan terkait dugaan ancaman tersebut.
“Informasi seperti itu, karena yang bersangkutan saat ini berupaya menghilang dan melarikan diri,” ujarnya.
Korban Alami Luka Berat
Sementara itu, kasus utama dugaan penganiayaan terhadap YTR disebut sebagai peristiwa serius yang sangat memprihatinkan. Korban ditemukan dalam kondisi luka berat dengan sejumlah cedera di bagian tubuh, termasuk mata, kepala, wajah, dan kaki. Korban juga diduga mengalami penyiksaan dalam waktu lama sebelum ditemukan.
Polisi Buru Terduga Pelaku
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Taufik Hidayat yang telah ditetapkan sebagai buronan. Polisi juga mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan intimidasi terhadap saksi setelah kasus ini mencuat ke publik.
Foto terduga pelaku telah dirilis untuk membantu proses pencarian oleh aparat di lapangan.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena tidak hanya menyangkut dugaan penganiayaan berat, tetapi juga indikasi ancaman terhadap saksi. Penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







