Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba

Senin, 26 Oktober 2026 03:00 WIB

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Senin, 26 Oktober 2026 01:00 WIB

Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang

Minggu, 25 Oktober 2026 21:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba
  • Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penolakan Study Tour, Dedi Mulyadi Singgung Praktik Eksploitasi di Dunia Pendidikan

By Aga GustianaSabtu, 26 Juli 2025 10:35 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perdebatan soal kegiatan study tour sekolah masih menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menegaskan larangan aktivitas tersebut di sekolah-sekolah karena berbagai alasan.

Hal ini ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Sabtu (26/7/2025), sebagai respons terhadap sejumlah wali kota dan bupati yang memperbolehkan kembali kegiatan study tour, termasuk Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

“Ada beberapa bupati dan wali kota yang menjadi tujuan wisata yang dibungkus oleh study tour mengalami kegelisahan, sehingga cenderung untuk memberlakukan kembali study tour di sekolah-sekolah dengan berbagai catatan,” kata Dedi dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa menjadikan siswa sebagai alat untuk meningkatkan kunjungan wisata tidak memiliki dasar akademis maupun moral. “Menjadikan anak sekolah sebagai objek untuk meningkatkan kunjungan wisata adalah perbuatan yang tidak memiliki landasan berpikir akademis dan moral,” ujarnya.

Baca Juga:  KDM: Investasi Berjalan Baik, Alam Harus Tetap Terjaga

Lebih jauh, Dedi menyoroti potensi eksploitasi ekonomi terhadap siswa yang bisa terjadi melalui kegiatan tersebut. “Anak sekolah tidak boleh menjadi objek ekonomi. Itulah mengapa saya melarang mereka untuk menjadi objek jual beli LKS, buku, dan seragam. Karena itu sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan bagian dari eksploitasi untuk mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Baca Juga:  Profil Erwan Setiawan Pendamping Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Menurut Dedi, pendidikan harus bebas dari segala bentuk kepentingan komersial. Ia juga memberikan alternatif solusi bagi daerah yang ingin meningkatkan sektor pariwisatanya tanpa melibatkan siswa sebagai objek.

“Kalau ingin meningkatkan kunjungan wisata, tingkatkan dulu kebersihan kota atau kabupaten. Jangan ada bangunan kumuh, sungai harus bersih dan tertata, dan bangunan heritage dijaga estetika dan keasliannya,” sarannya.

Baca Juga:  Knalpot Brong Resmi Dilarang di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Keluarkan Surat Edaran Tegas

Ia juga menyoroti pentingnya penataan aspek pendukung pariwisata lainnya, seperti pengelolaan pedagang, pemandu wisata, hingga keamanan lokasi wisata. “Bebaskan dari pungutan liar, calo tiket, parkir liar. Para pedagang juga harus menjual barang yang berkualitas dan tidak menggetok pembeli,” tambahnya.

Jika semua elemen tersebut diperbaiki, Dedi optimistis wisatawan akan datang tanpa harus “mengorbankan” pelajar. “Kalau semuanya dikembangkan oleh kita semua, jangan khawatir, wisatawan akan datang berbondong-bondong karena mereka merasa nyaman,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Pendidikan sekolah study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.