Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Senin, 24 Agustus 2026 21:04 WIB

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 20:54 WIB

Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!

Senin, 24 Agustus 2026 20:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?
  • Tingkatkan Keamanan Pengguna dan Pengemudi, inDrive Hadirkan Layanan SIAGA di Bandung
  • Utamakan Pendidikan di Tengah Mahkota: Kisah Chika, Siswi SD Asal Bogor yang Harumkan Jawa Barat
  • Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan
  • Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penolakan Study Tour, Dedi Mulyadi Singgung Praktik Eksploitasi di Dunia Pendidikan

By Aga GustianaSabtu, 26 Juli 2025 10:35 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perdebatan soal kegiatan study tour sekolah masih menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menegaskan larangan aktivitas tersebut di sekolah-sekolah karena berbagai alasan.

Hal ini ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Sabtu (26/7/2025), sebagai respons terhadap sejumlah wali kota dan bupati yang memperbolehkan kembali kegiatan study tour, termasuk Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

“Ada beberapa bupati dan wali kota yang menjadi tujuan wisata yang dibungkus oleh study tour mengalami kegelisahan, sehingga cenderung untuk memberlakukan kembali study tour di sekolah-sekolah dengan berbagai catatan,” kata Dedi dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa menjadikan siswa sebagai alat untuk meningkatkan kunjungan wisata tidak memiliki dasar akademis maupun moral. “Menjadikan anak sekolah sebagai objek untuk meningkatkan kunjungan wisata adalah perbuatan yang tidak memiliki landasan berpikir akademis dan moral,” ujarnya.

Baca Juga:  Korps Alumni KNPI Jabar Gelar Silaturahmi, Dukung Penuh Pemberantasan Premanisme

Lebih jauh, Dedi menyoroti potensi eksploitasi ekonomi terhadap siswa yang bisa terjadi melalui kegiatan tersebut. “Anak sekolah tidak boleh menjadi objek ekonomi. Itulah mengapa saya melarang mereka untuk menjadi objek jual beli LKS, buku, dan seragam. Karena itu sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan bagian dari eksploitasi untuk mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Baca Juga:  BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Menurut Dedi, pendidikan harus bebas dari segala bentuk kepentingan komersial. Ia juga memberikan alternatif solusi bagi daerah yang ingin meningkatkan sektor pariwisatanya tanpa melibatkan siswa sebagai objek.

“Kalau ingin meningkatkan kunjungan wisata, tingkatkan dulu kebersihan kota atau kabupaten. Jangan ada bangunan kumuh, sungai harus bersih dan tertata, dan bangunan heritage dijaga estetika dan keasliannya,” sarannya.

Baca Juga:  Paradoks! Ucapan Dedi Mulyadi Sebelum dan Sesudah Tragedi Pesta Rakyat Garut Tuai Tanda Tanya

Ia juga menyoroti pentingnya penataan aspek pendukung pariwisata lainnya, seperti pengelolaan pedagang, pemandu wisata, hingga keamanan lokasi wisata. “Bebaskan dari pungutan liar, calo tiket, parkir liar. Para pedagang juga harus menjual barang yang berkualitas dan tidak menggetok pembeli,” tambahnya.

Jika semua elemen tersebut diperbaiki, Dedi optimistis wisatawan akan datang tanpa harus “mengorbankan” pelajar. “Kalau semuanya dikembangkan oleh kita semua, jangan khawatir, wisatawan akan datang berbondong-bondong karena mereka merasa nyaman,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Pendidikan sekolah study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?

Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.