bukamata.id – Upaya percepatan perbaikan jembatan bailey di Cicangor, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang berujung ironi.
Pasalnya, jembatan yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi selesai dalam waktu dua pekan itu, dilaporkan amblas kembali setelah proses konstruksi.
Kejadian ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai perencanaan dan perhitungan yang dilakukan sebelum perbaikan.
Pengamat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono menyampaikan keprihatinannya terkait kejadian ini.
Menurutnya, meskipun maksud awal percepatan perbaikan jembatan patut diapresiasi agar tidak terjadi penundaan yang berkepanjangan, namun proses perencanaannya diduga kurang matang.
“Penyelesaian konstruksi seperti ini perlu berhati-hati. Patut diduga bahwa di awal maksud percepatan perbaikan jembatan ini agar tidak tertunda-tunda,” ucap Kristian saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025).
Lebih lanjut, Kristian menekankan pentingnya melibatkan pakar yang kompeten dalam menilai kelayakan waktu pengerjaan.
“Namun, semestinya pada saat diputuskan akan dilaksanakan dalam dua pekan, harus ada pakar yang benar-benar menilai fisibilitasnya jangan sampai terburu-buru dan akhirnya amblas seperti saat ini,” katanya.
Kristian juga menyoroti dampak inefisiensi yang timbul akibat kejadian ini.
“Hal ini justru menjadi semacam ironi karena di tengah upaya efisiensi, malah kejadian di luar dugaan ini menyebabkan inefisiensi,” tandasnya.
Amblasnya kembali jembatan bailey yang baru diperbaiki ini tentu menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah pun diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan perbaikan sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah yang lebih cermat dan terukur untuk memastikan perbaikan jembatan dapat diselesaikan dengan baik dan aman dalam waktu yang realistis.
Untuk diketahui, jembatan Bailey di Cicangor, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang ambruk pada 28 Maret 2025, hanya dalam waktu tiga minggu setelah pengerjaannya dimulai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











