Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Rabu, 13 Mei 2026 22:55 WIB

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati Hari Bumi di Megamendung: Kolaborasi Lintas Sektor Gaungkan ‘Voices for the Planet’

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 17:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hari Bumi. (Foto: Pixabay/Nicky Pe)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Semangat pelestarian lingkungan menggelora di Arista Montana Megamendung saat berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam gerakan bertajuk “Voices for the Planet” pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman 10.000 pohon dan bambu yang telah digagas oleh pegiat konservasi berpengalaman, Andy Utama, selama 14 tahun terakhir.

Dengan penuh semangat, Andy Utama menyampaikan filosofi sederhananya mengenai hubungan manusia dan alam.

“Alam telah memberi kita kehidupan, udara, air, pangan. Maka sudah seharusnya kita mengembalikannya dengan perbuatan baik, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menanam tanaman sendiri di rumah,” ungkapnya. Baginya, manusia memiliki peran sebagai penjaga alam, bukan perusak.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam gerakan ini adalah urgensi pendekatan pertanian organik sebagai metode konservasi yang berkelanjutan. Andy berbagi pengalamannya, di mana awalnya ia mengikuti anjuran untuk menanam kopi di lahan konservasi.

Baca Juga:  Alam Subur, Cagub Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Budaya Beternak di Jabar

Namun, ia menyadari bahwa budidaya kopi secara besar-besaran justru berpotensi merusak lingkungan, termasuk pembukaan hutan untuk akses jalan.

“Daripada untung dari kopi tapi menyebabkan longsor dan kerusakan hutan, lebih baik saya memilih tanaman yang bisa dinikmati bersama masyarakat seperti alpukat, dan itu bisa dilakukan dengan pendekatan pertanian organik,” jelasnya.

Kini, Andy aktif mendorong kemitraan baru dengan Perhutani untuk mengembangkan pertanian organik bersama masyarakat, terutama di lahan-lahan curam yang rawan erosi.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari perwakilan Perhutani. “Biasanya kemitraan kami hanya sebatas pengelolaan komoditas seperti kopi. Tapi kali ini, ada pendekatan konservasi yang lebih menyeluruh, selaras dengan prinsip 3P kami: Planet, People, Profit,” ujarnya.

Baca Juga:  Gus Baha Ungkap Keterbatasan Manusia yang Jadi Kelebihan

Kepedulian terhadap lingkungan juga digaungkan oleh Lurah setempat yang menyoroti tantangan inkonsistensi kebijakan tata ruang yang seringkali berubah seiring pergantian kepemimpinan dan kurang berpihak pada kelestarian alam. Ia menekankan perlunya regulasi yang stabil dan pro-lingkungan, bukan hanya fokus pada eksploitasi pariwisata atau industri.

Sementara itu, pegiat konservasi hutan, Wiratno, melihat potensi besar Megamendung melalui bioprospecting, yaitu pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari, seperti penyulingan parfum dan aromaterapi dari tumbuhan hutan. Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk meneladani kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Dari komunitas adat Baduy, Kang Dodi menyampaikan pesan filosofis mendalam tentang relasi harmonis antara manusia dan alam. “Gunung itu seperti ibu, sumber kehidupan. Jangan munafik terhadap alam, karena kita hidup dari apa yang ia berikan,” tuturnya.

Baca Juga:  Begini Wujud Manusia 50 Ribu Tahun Lagi, Prediksi Pakar

Kolaborasi lintas sektor yang terjalin ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kemitraan konkret yang mendukung pelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat. Andy juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pelarangan perburuan liar dan pengelolaan kayu yang bertanggung jawab.

“Kita ingin tahun depan bisa melepasliarkan burung ke aviary yang telah kita siapkan. Tapi tanpa regulasi perlindungan, upaya ini bisa sia-sia,” jelas Andy.

Momentum Hari Bumi di Megamendung ini membuktikan bahwa “suara untuk planet” tidak hanya datang dari para aktivis lingkungan, tetapi juga dari tokoh adat, pejabat lokal, dan institusi negara.

Pertanian organik, konservasi berbasis masyarakat, dan semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkeadilan bagi generasi yang akan datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alam Arista Montana Megamendung Hari Bumi manusia Voices for the Planet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.