Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

Rabu, 12 Agustus 2026 14:23 WIB

Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib

Rabu, 12 Agustus 2026 13:48 WIB

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati Hari Bumi di Megamendung: Kolaborasi Lintas Sektor Gaungkan ‘Voices for the Planet’

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 17:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hari Bumi. (Foto: Pixabay/Nicky Pe)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Semangat pelestarian lingkungan menggelora di Arista Montana Megamendung saat berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam gerakan bertajuk “Voices for the Planet” pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman 10.000 pohon dan bambu yang telah digagas oleh pegiat konservasi berpengalaman, Andy Utama, selama 14 tahun terakhir.

Dengan penuh semangat, Andy Utama menyampaikan filosofi sederhananya mengenai hubungan manusia dan alam.

“Alam telah memberi kita kehidupan, udara, air, pangan. Maka sudah seharusnya kita mengembalikannya dengan perbuatan baik, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menanam tanaman sendiri di rumah,” ungkapnya. Baginya, manusia memiliki peran sebagai penjaga alam, bukan perusak.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam gerakan ini adalah urgensi pendekatan pertanian organik sebagai metode konservasi yang berkelanjutan. Andy berbagi pengalamannya, di mana awalnya ia mengikuti anjuran untuk menanam kopi di lahan konservasi.

Namun, ia menyadari bahwa budidaya kopi secara besar-besaran justru berpotensi merusak lingkungan, termasuk pembukaan hutan untuk akses jalan.

“Daripada untung dari kopi tapi menyebabkan longsor dan kerusakan hutan, lebih baik saya memilih tanaman yang bisa dinikmati bersama masyarakat seperti alpukat, dan itu bisa dilakukan dengan pendekatan pertanian organik,” jelasnya.

Kini, Andy aktif mendorong kemitraan baru dengan Perhutani untuk mengembangkan pertanian organik bersama masyarakat, terutama di lahan-lahan curam yang rawan erosi.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari perwakilan Perhutani. “Biasanya kemitraan kami hanya sebatas pengelolaan komoditas seperti kopi. Tapi kali ini, ada pendekatan konservasi yang lebih menyeluruh, selaras dengan prinsip 3P kami: Planet, People, Profit,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan juga digaungkan oleh Lurah setempat yang menyoroti tantangan inkonsistensi kebijakan tata ruang yang seringkali berubah seiring pergantian kepemimpinan dan kurang berpihak pada kelestarian alam. Ia menekankan perlunya regulasi yang stabil dan pro-lingkungan, bukan hanya fokus pada eksploitasi pariwisata atau industri.

Sementara itu, pegiat konservasi hutan, Wiratno, melihat potensi besar Megamendung melalui bioprospecting, yaitu pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari, seperti penyulingan parfum dan aromaterapi dari tumbuhan hutan. Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk meneladani kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Dari komunitas adat Baduy, Kang Dodi menyampaikan pesan filosofis mendalam tentang relasi harmonis antara manusia dan alam. “Gunung itu seperti ibu, sumber kehidupan. Jangan munafik terhadap alam, karena kita hidup dari apa yang ia berikan,” tuturnya.

Kolaborasi lintas sektor yang terjalin ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kemitraan konkret yang mendukung pelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat. Andy juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pelarangan perburuan liar dan pengelolaan kayu yang bertanggung jawab.

“Kita ingin tahun depan bisa melepasliarkan burung ke aviary yang telah kita siapkan. Tapi tanpa regulasi perlindungan, upaya ini bisa sia-sia,” jelas Andy.

Momentum Hari Bumi di Megamendung ini membuktikan bahwa “suara untuk planet” tidak hanya datang dari para aktivis lingkungan, tetapi juga dari tokoh adat, pejabat lokal, dan institusi negara.

Pertanian organik, konservasi berbasis masyarakat, dan semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkeadilan bagi generasi yang akan datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alam Arista Montana Megamendung Hari Bumi manusia Voices for the Planet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.