Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Minggu, 28 Juni 2026 12:22 WIB

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Minggu, 28 Juni 2026 11:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati Hari Bumi di Megamendung: Kolaborasi Lintas Sektor Gaungkan ‘Voices for the Planet’

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 17:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hari Bumi. (Foto: Pixabay/Nicky Pe)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Semangat pelestarian lingkungan menggelora di Arista Montana Megamendung saat berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam gerakan bertajuk “Voices for the Planet” pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman 10.000 pohon dan bambu yang telah digagas oleh pegiat konservasi berpengalaman, Andy Utama, selama 14 tahun terakhir.

Dengan penuh semangat, Andy Utama menyampaikan filosofi sederhananya mengenai hubungan manusia dan alam.

“Alam telah memberi kita kehidupan, udara, air, pangan. Maka sudah seharusnya kita mengembalikannya dengan perbuatan baik, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menanam tanaman sendiri di rumah,” ungkapnya. Baginya, manusia memiliki peran sebagai penjaga alam, bukan perusak.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam gerakan ini adalah urgensi pendekatan pertanian organik sebagai metode konservasi yang berkelanjutan. Andy berbagi pengalamannya, di mana awalnya ia mengikuti anjuran untuk menanam kopi di lahan konservasi.

Baca Juga:  Hari Bumi 22 April 2025: Sejarah hingga Tema Tahun Ini

Namun, ia menyadari bahwa budidaya kopi secara besar-besaran justru berpotensi merusak lingkungan, termasuk pembukaan hutan untuk akses jalan.

“Daripada untung dari kopi tapi menyebabkan longsor dan kerusakan hutan, lebih baik saya memilih tanaman yang bisa dinikmati bersama masyarakat seperti alpukat, dan itu bisa dilakukan dengan pendekatan pertanian organik,” jelasnya.

Kini, Andy aktif mendorong kemitraan baru dengan Perhutani untuk mengembangkan pertanian organik bersama masyarakat, terutama di lahan-lahan curam yang rawan erosi.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari perwakilan Perhutani. “Biasanya kemitraan kami hanya sebatas pengelolaan komoditas seperti kopi. Tapi kali ini, ada pendekatan konservasi yang lebih menyeluruh, selaras dengan prinsip 3P kami: Planet, People, Profit,” ujarnya.

Baca Juga:  Penemuan Fosil Gajah Ungkap Praktik Jagal 400 Ribu Tahun

Kepedulian terhadap lingkungan juga digaungkan oleh Lurah setempat yang menyoroti tantangan inkonsistensi kebijakan tata ruang yang seringkali berubah seiring pergantian kepemimpinan dan kurang berpihak pada kelestarian alam. Ia menekankan perlunya regulasi yang stabil dan pro-lingkungan, bukan hanya fokus pada eksploitasi pariwisata atau industri.

Sementara itu, pegiat konservasi hutan, Wiratno, melihat potensi besar Megamendung melalui bioprospecting, yaitu pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari, seperti penyulingan parfum dan aromaterapi dari tumbuhan hutan. Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk meneladani kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Dari komunitas adat Baduy, Kang Dodi menyampaikan pesan filosofis mendalam tentang relasi harmonis antara manusia dan alam. “Gunung itu seperti ibu, sumber kehidupan. Jangan munafik terhadap alam, karena kita hidup dari apa yang ia berikan,” tuturnya.

Baca Juga:  Pilih Orang Bodoh Tapi Baik atau Pintar Tapi Jahat? Ini Jawaban UAH

Kolaborasi lintas sektor yang terjalin ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kemitraan konkret yang mendukung pelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat. Andy juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pelarangan perburuan liar dan pengelolaan kayu yang bertanggung jawab.

“Kita ingin tahun depan bisa melepasliarkan burung ke aviary yang telah kita siapkan. Tapi tanpa regulasi perlindungan, upaya ini bisa sia-sia,” jelas Andy.

Momentum Hari Bumi di Megamendung ini membuktikan bahwa “suara untuk planet” tidak hanya datang dari para aktivis lingkungan, tetapi juga dari tokoh adat, pejabat lokal, dan institusi negara.

Pertanian organik, konservasi berbasis masyarakat, dan semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkeadilan bagi generasi yang akan datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alam Arista Montana Megamendung Hari Bumi manusia Voices for the Planet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.