Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain

Senin, 28 September 2026 08:23 WIB

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!

Senin, 28 September 2026 07:18 WIB

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Senin, 28 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati Hari Bumi di Megamendung: Kolaborasi Lintas Sektor Gaungkan ‘Voices for the Planet’

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 17:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hari Bumi. (Foto: Pixabay/Nicky Pe)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Semangat pelestarian lingkungan menggelora di Arista Montana Megamendung saat berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam gerakan bertajuk “Voices for the Planet” pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman 10.000 pohon dan bambu yang telah digagas oleh pegiat konservasi berpengalaman, Andy Utama, selama 14 tahun terakhir.

Dengan penuh semangat, Andy Utama menyampaikan filosofi sederhananya mengenai hubungan manusia dan alam.

“Alam telah memberi kita kehidupan, udara, air, pangan. Maka sudah seharusnya kita mengembalikannya dengan perbuatan baik, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menanam tanaman sendiri di rumah,” ungkapnya. Baginya, manusia memiliki peran sebagai penjaga alam, bukan perusak.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam gerakan ini adalah urgensi pendekatan pertanian organik sebagai metode konservasi yang berkelanjutan. Andy berbagi pengalamannya, di mana awalnya ia mengikuti anjuran untuk menanam kopi di lahan konservasi.

Namun, ia menyadari bahwa budidaya kopi secara besar-besaran justru berpotensi merusak lingkungan, termasuk pembukaan hutan untuk akses jalan.

“Daripada untung dari kopi tapi menyebabkan longsor dan kerusakan hutan, lebih baik saya memilih tanaman yang bisa dinikmati bersama masyarakat seperti alpukat, dan itu bisa dilakukan dengan pendekatan pertanian organik,” jelasnya.

Kini, Andy aktif mendorong kemitraan baru dengan Perhutani untuk mengembangkan pertanian organik bersama masyarakat, terutama di lahan-lahan curam yang rawan erosi.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari perwakilan Perhutani. “Biasanya kemitraan kami hanya sebatas pengelolaan komoditas seperti kopi. Tapi kali ini, ada pendekatan konservasi yang lebih menyeluruh, selaras dengan prinsip 3P kami: Planet, People, Profit,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan juga digaungkan oleh Lurah setempat yang menyoroti tantangan inkonsistensi kebijakan tata ruang yang seringkali berubah seiring pergantian kepemimpinan dan kurang berpihak pada kelestarian alam. Ia menekankan perlunya regulasi yang stabil dan pro-lingkungan, bukan hanya fokus pada eksploitasi pariwisata atau industri.

Sementara itu, pegiat konservasi hutan, Wiratno, melihat potensi besar Megamendung melalui bioprospecting, yaitu pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari, seperti penyulingan parfum dan aromaterapi dari tumbuhan hutan. Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk meneladani kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Dari komunitas adat Baduy, Kang Dodi menyampaikan pesan filosofis mendalam tentang relasi harmonis antara manusia dan alam. “Gunung itu seperti ibu, sumber kehidupan. Jangan munafik terhadap alam, karena kita hidup dari apa yang ia berikan,” tuturnya.

Kolaborasi lintas sektor yang terjalin ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kemitraan konkret yang mendukung pelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat. Andy juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pelarangan perburuan liar dan pengelolaan kayu yang bertanggung jawab.

“Kita ingin tahun depan bisa melepasliarkan burung ke aviary yang telah kita siapkan. Tapi tanpa regulasi perlindungan, upaya ini bisa sia-sia,” jelas Andy.

Momentum Hari Bumi di Megamendung ini membuktikan bahwa “suara untuk planet” tidak hanya datang dari para aktivis lingkungan, tetapi juga dari tokoh adat, pejabat lokal, dan institusi negara.

Pertanian organik, konservasi berbasis masyarakat, dan semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkeadilan bagi generasi yang akan datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.