Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Kuasai Grup E ACL Two, FC Seoul Terpuruk di Dasar Klasemen

Kamis, 15 Oktober 2026 14:46 WIB

Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum

Kamis, 15 Oktober 2026 13:52 WIB

Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela

Kamis, 15 Oktober 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Kuasai Grup E ACL Two, FC Seoul Terpuruk di Dasar Klasemen
  • Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum
  • Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela
  • 5 Tempat Ngopi 24 Jam di Bandung: Cocok Buat Nugas, Nongkrong, sampai Ngalong
  • Viral Wanita Bawa Golok Intimidasi Gadis di Garut, Korban Lapor Polisi
  • Jadi Player of the Match, Mariano Peralta Siap Tempati Posisi Mana Pun di Persib
  • Diduga Begal di Bandung Barat Ditangkap Warga, Motor Dibakar hingga Rekannya Kabur
  • 7 Wisata Alam Purwakarta Paling Hits: Dari Curug Cipurut Hingga Tebing Parang yang Menguji Adrenalin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum

By Putra JuangKamis, 15 Oktober 2026 13:52 WIB4 Mins Read
Mantan Komisioner KPU RI periode 2001–2005, Anas Urbaningrum saat menghadiri dialog buku bertajuk "Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya, Anas Menjawab" di Aula KPU Kota Bandung. (Foto: Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar dialog buku bertajuk “Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya, Anas Menjawab” di Aula KPU Kota Bandung, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Lahir KPU RI ke-73 yang jatuh pada 7 November mendatang.

Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan mantan Komisioner KPU RI periode 2001–2005, Anas Urbaningrum, sebagai pembicara utama. Dialog ini membahas perjalanan dan refleksi demokrasi serta dinamika penyelenggaraan pemilu di Indonesia pasca-Reformasi.

Pentingnya Membaca Sejarah Demokrasi

Dalam paparannya, Anas Urbaningrum menegaskan bahwa upaya membangun demokrasi tidak hanya berfokus pada masa depan, melainkan juga harus berakar pada pelajaran dan hikmah sejarah pemilu di masa lalu.

“Ya kalau kita mau membangun demokrasi itu kan bukan hanya melihat ke depan, tapi juga berefleksi ke belakang. Karena ada pelajaran-pelajaran, ada hikmah-hikmah yang bisa dipetik dari saripati kejadian-kejadian di masa lalu, termasuk pemilu,” ucap Anas.

Dia menambahkan bahwa praktik baik dari pemilu terdahulu harus dipertahankan dan disempurnakan sesuai tantangan zaman.

“Pemilu-pemilu pasca Orde Baru itu ada bagian-bagian yang kalau diteliti di masa itu sudah bagus. Nah, poinnya adalah yang bagus-bagus itu jangan ditinggalkan. Yang kurang-kurang diperbaiki sesuai dengan perkembangan keadaan baru. Dengan begitu maka proses pemilu dan segala perangkatnya bisa menjadi dasar sekaligus sebagai kontributor bagi pertumbuhan demokrasi kita,” tuturnya.

Baca Juga:  KPU Kota Bandung Uji Simulasi Penghitungan Suara dan Antisipasi Bencana

Tiga Pilar Pembenahan Demokrasi

Menjawab tantangan demokrasi saat ini, Anas menyoroti tiga pilar utama yang dinilai masih memerlukan pembenahan berkelanjutan. Pertama adalah independensi penyelenggara Pemilu (KPU).

Anas menekankan pentingnya menjaga kemandirian KPU dari segala bentuk intervensi politik.

“Satu adalah penyelenggaranya. Perintah konstitusi, KPU itu adalah KPU yang mandiri dan independen. Jadi semua pihak yang berkepentingan mesti respect dengan prinsip ini. Jangan diganggu-ganggu independensi KPU ini. Kadang-kadang kan ada intervensi atau minat untuk mengurangi independensi KPU,” tegasnya.

Kedua adalah kapasitas dan kesadaran politik masyarakat. Menurutnya, kunci pemilu yang demokratis berada di tangan rakyat yang memiliki kesadaran dan kapasitas politik tinggi.

“Kunci pemilu yang demokratis itu adalah rakyat yang sadar, cerdas, dan berdaya. Rakyat yang sanggup memilih partai atau orang yang menurut dia amanah, dan bahkan bisa memberikan punishment jika yang diberi amanah kurang amanah,” jelas Anas.

Pilar terakhir adalah kepatuhan peserta pemilu terhadap aturan permainan yang berlaku.

“Ketiga, ya partai-partai dan para politisinya yang betul-betul punya komitmen untuk menjadi peserta pemilu dengan penuh taat asas,” lanjutnya.

Pesan untuk Generasi Muda: Apatis Bukan Solusi

Merespons fenomena apatisme politik di kalangan pemuda atau generasi muda yang cenderung enggan menggunakan hak pilihnya, Anas mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari merupakan produk dari proses politik.

Baca Juga:  Polri dan KPU Terus Lakukan Koordinasi untuk Selidiki Kebocoran Data Pemilih

“Faktanya adalah kehidupan setiap orang di negeri ini dipengaruhi oleh keputusan-keputusan politik dan kebijakan. Kebijakan itu terkait dengan hasil pemilu. Suka atau tidak suka, kalau ingin kehidupannya lebih baik, berupayalah melihat pemilu sebagai sarana untuk mendapatkan orang-orang yang bisa memperjuangkan hajat dan aspirasinya,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa bersikap apatis tidak akan menyelesaikan masalah.

“Tidak boleh lagi apatis, karena apatis itu bukan jawaban. Apatis itu pelarian, dan belum pernah ada pelarian yang menghasilkan. Tapi kalau berani terlibat, boleh jadi sekali dua kali hasilnya belum maksimal. Namun dengan proses belajar dan perbaikan, berikutnya akan ada perbaikan-perbaikan. Jadi pelarian itu bukan solusi, keterlibatan yang jadi solusi,” pesannya.

Pematangan Persiapan Menuju Pemilu 2029

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata menjelaskan bahwa dialog buku ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi sejarah penyelenggaraan Pemilu 2004, di mana Anas Urbaningrum terlibat langsung sebagai komisioner.

“Urgensinya yang pertama tanggal 7 November nanti kan hari ulang tahun KPU RI menuju ke-73. Kita biasakan momen peringatan hari lahir itu adalah refleksi tentang penyelenggaraan pemilu. Nah kebetulan buku yang Mas Anas catat itu adalah perjalanan penyelenggaraan pemilu di tahun 2004,” terang Khoirul Anam.

Baca Juga:  Jelang Daftar ke KPU, Pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb Gelar Deklarasi Rakyat Bedas

Khoirul Anam menyebutkan acara digelar secara hybrid lantaran kapasitas aula yang terbatas, namun dihadiri secara daring oleh lebih dari 300 peserta dari KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia serta masyarakat umum. Secara luring, hadir pula perwakilan mahasiswa, Kesbangpol, dan Bawaslu.

Ia berharap semangat dan substansi Pemilu 2004 dapat menjadi pelecut semangat menjelang dimulainya tahapan Pemilu 2029 pada tahun 2027 mendatang.

“Pemilu 2004 adalah pemilu pertama secara langsung yang Indonesia laksanakan. Harapannya kita merefleksikan bahwa substansi semangat pemilu secara langsung dan demokrasi yang substantif itu sudah dimulai pasca reformasi. Apalagi ke depan ini masuk ke tahapan di tahun 2027 untuk Pemilu 2029,” ungkapnya.

“Ini untuk memantik semangat bahwa pada saat dulu kala proses penyelenggaraan pemilu sudah dilaksanakan dengan matang dengan keterbatasan teknologi. Sekarang sudah banyak teknologi dan dukungan infrastruktur, mudah-mudahan menjadi semangat untuk kita sama-sama mempersiapkan Pemilu 2029 yang lebih baik,” tambahnya.

Sebagai rangkaian Peringatan Hari Lahir KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung juga telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya perlombaan untuk masyarakat Kota Bandung, kegiatan syukuran keagamaan, serta sosialisasi pemilu secara berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anas Urbaningrum Demokrasi KPU KPU Kota Bandung pemilu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela

Viral Wanita Bawa Golok Intimidasi Gadis di Garut, Korban Lapor Polisi

Ilustrasi begal

Diduga Begal di Bandung Barat Ditangkap Warga, Motor Dibakar hingga Rekannya Kabur

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos BPNT Tahap 4 Oktober 2026, Simak Cara Cek Penerima dan Status Pencairan

Bansos

BPNT Tahap 4 Oktober 2026, Ini Cara Cek Penerima dan Informasi Pencairannya

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Nama Anda Terdaftar sebagai Penerima Bansos Oktober 2026? Cek Lewat Aplikasi Ini

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.