bukamata.id — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengungkapkan adanya langkah diskresi penting dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di Jawa Barat. Kebijakan ini diambil demi mengakomodasi warga yang terdampak akibat tidak validnya pendataan ekonomi di lapangan.
Rafael menjelaskan bahwa secara aturan baku, bantuan pendidikan PIP seharusnya hanya menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 (tingkat kesejahteraan terendah). Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak warga kurang mampu yang justru terlempar ke kategori desil 6.
“Harusnya yang berhak itu desil 1 sampai desil 5. Tapi karena seringkali pendataan tidak valid, akhirnya kami mengajukan diri untuk diskresi. Kami membuat berita acara meminta supaya desil 6 pun berhak mendapatkan (PIP),” ucap Rafael di hadapan para orang tua murid di Cimahi, Senin (18/5/2026).
Langkah diskresi ini diambil agar anak-anak dari keluarga yang sejatinya membutuhkan bantuan tetap bisa melanjutkan sekolah dan tidak putus di tengah jalan akibat kesalahan administrasi data pendapatan.
Prediksi Pencairan Akhir Mei atau Awal Juni
Bagi para orang tua yang masuk dalam daftar penerima, legislator PDI Perjuangan ini memberikan bocoran mengenai estimasi waktu pencairan dana PIP.
Estimasi Waktu: Dana bantuan diprediksi cair sekitar akhir Mei atau awal Juni.
Alur Pencairan: Setelah program resmi diluncurkan, orang tua diminta mendatangi sekolah masing-masing untuk mengambil surat rekomendasi, kemudian melakukan pembukaan/aktivasi rekening di bank yang ditunjuk untuk mencairkan dana.
Ia kembali mewanti-wanti agar dana yang cair nantinya digunakan murni untuk keperluan sekolah anak, bukan untuk kebutuhan konsumtif lainnya. “Jangan untuk kepentingan yang lain ya, sepakat?” tegasnya yang langsung disetujui oleh para orang tua.
Buka Ruang Dialog Terbuka dengan Warga
Selain memaparkan teknis pencairan program PIP, Rafael juga membuka ruang tanya jawab secara langsung dengan warga sebelum dirinya memaparkan sejumlah program kerja dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat lainnya.
Langkah ini dilakukan agar para orang tua murid mendapatkan informasi yang klir langsung dari sumbernya dan menghindari kesimpangsiuran informasi terkait bantuan pendidikan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










