Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 11:02 WIB

Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E

Rabu, 28 Oktober 2026 10:45 WIB

Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood

Rabu, 28 Oktober 2026 10:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
  • Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh
  • Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya
  • Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Perlu Penguatan Peran Lintas Sektor untuk Cegah TPPO

By Muhammad Iqbal MuzaffarKamis, 19 Desember 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) semakin menjadi sorotan di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat. Di mana para korbannya melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga mahasiswa.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Kamis (19/12/2024).

“Para pencari kerja, tadinya kerja di resto ternyata jadi operator judol di Kamboja. Terus puluhan mahasiswa di Jerman. Itu kan pintu masuknya atau entrynya tuh magang, sampai sana jadi korban trafficking,” ungkapnya.

Netty mengatakan, meningkatnya kasus human trafficking di Indonesia tak lepas dari masalah ekonomi. Apalagi, tren TPPO tercatat melonjak setelah pandemi.

Baca Juga:  Perpres 79 Tahun 2025: Rincian Lengkap Kenaikan Gaji ASN per Golongan

Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan. Masyarakat mudah terpedaya dengan informasi menyesatkan terkait lowongan pekerjaan ke luar negeri yang beredar secara bebas di media sosial.

“Berikutnya kemudahan orang bekerja itu hanya karena informasi sepintas dari media sosial yang mereka terima tanpa literasi yang cukup memadai untuk menyiapkan diri, memiliki kompetensi, menyiapkan dokumen yang memenuhi syarat prosedural seperti itu,” jelas Netty.

Untuk itu, kata Netty, perlu adanya penguatan dalam hal sosialisasi pencegahan TPPO dengan melibatkan banyak pihak.

“Ini ada beberapa organisasi, ada lembaga kampus, forum lembaga kampus dakwah kampus, ada anak-anak karang taruna. Saya berharap mudah-mudahan dari merekalah secara berkesinambungan ada informasi diantara organisasi mereka atau lingkungan mereka informasi yang mengedukasi,” katanya.

Baca Juga:  Presiden PKS Apresiasi Kebijakan PPN 12 Persen Hanya untuk Barang Mewah

“Bahwa jangan mudah untuk terjebak mengikuti tawaran bekerja ke luar negeri, tanpa memastikan bahwa mereka bekerja secara positif,” tambahnya.

Netty juga mendorong agar pemerintah bisa membuat semacam pengumuman terkait perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri.

“Saya mendorong pada pemerintah melalui kementerian baru, agar ada semacam pengumuman. Mana perusahaan yang memang memiliki kredit ya, memiliki klasifikasi baik dalam urusan penempatan pekerjaan migran,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pencegahan TPPO ini, Netty menyinggung fasilitas yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK). Sarana dan prasarana di BLK dinilai terlalu jadul.

Baca Juga:  Raih Suara Tertinggi di Dapil Jabar I dari PKS, Ledia Hanifa: Kalau Masuk Alhamdulillah

“Saya singgung juga tadi bahwa BLK kita kan alat-alatnya, mesin-mesin prototype-nya itu kan, mesin prasejarah ya,” katanya.

Seharusnya, kata Netty, BLK tak hanya sebagai tempat pelatihan saja, namun juga ikut serta dalam penyaluran tenaga kerja ke perusahan-perusahaan resmi.

Nantinya, masyarakat yang sudah lulus dari BLK bisa disalurkan ke perusahaan sesuai dengan keahliannya.

“Kemudian memberi sinyal kepada dunia usaha dan dunia industri bahwa lulusan BLK ini layak kok untuk direkrut. Itu yang juga tantangan kita,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pemerintah PKS PMI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.