Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 11 Juni 2026, Banjir Hadiah Skin dan Item Eksklusif

Kamis, 11 Juni 2026 01:00 WIB

Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot: 5 Teknologi Canggih yang Bakal Mengguncang Piala Dunia 2026

Rabu, 10 Juni 2026 22:29 WIB

Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?

Rabu, 10 Juni 2026 22:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 11 Juni 2026, Banjir Hadiah Skin dan Item Eksklusif
  • Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot: 5 Teknologi Canggih yang Bakal Mengguncang Piala Dunia 2026
  • Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?
  • Maestro Lawak Haji Bolot Dilarikan ke RS Fatmawati, Sahabat Ungkap Kondisi Terkini di ICU
  • Tragis! Kejar Layangan Putus, Lengan Bocah di Cimahi Tertembus Pagar Besi Runcing
  • Link Video Cut Salwa Viral Ramai Dicari, Ada yang Versi Full Durasi?
  • Heboh! Selebgram Bandung Diduga Edarkan POD Getar, 35 Tersangka Diringkus Polisi
  • Langkah Berani Persija Jakarta Rekrut Shin Tae-yong Dapat Acungan Jempol dari Erick Thohir
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Perlu Penguatan Peran Lintas Sektor untuk Cegah TPPO

By Muhammad Iqbal MuzaffarKamis, 19 Desember 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) semakin menjadi sorotan di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat. Di mana para korbannya melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga mahasiswa.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Kamis (19/12/2024).

“Para pencari kerja, tadinya kerja di resto ternyata jadi operator judol di Kamboja. Terus puluhan mahasiswa di Jerman. Itu kan pintu masuknya atau entrynya tuh magang, sampai sana jadi korban trafficking,” ungkapnya.

Netty mengatakan, meningkatnya kasus human trafficking di Indonesia tak lepas dari masalah ekonomi. Apalagi, tren TPPO tercatat melonjak setelah pandemi.

Baca Juga:  Perpres 79 Tahun 2025: Rincian Lengkap Kenaikan Gaji ASN per Golongan

Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan. Masyarakat mudah terpedaya dengan informasi menyesatkan terkait lowongan pekerjaan ke luar negeri yang beredar secara bebas di media sosial.

“Berikutnya kemudahan orang bekerja itu hanya karena informasi sepintas dari media sosial yang mereka terima tanpa literasi yang cukup memadai untuk menyiapkan diri, memiliki kompetensi, menyiapkan dokumen yang memenuhi syarat prosedural seperti itu,” jelas Netty.

Untuk itu, kata Netty, perlu adanya penguatan dalam hal sosialisasi pencegahan TPPO dengan melibatkan banyak pihak.

“Ini ada beberapa organisasi, ada lembaga kampus, forum lembaga kampus dakwah kampus, ada anak-anak karang taruna. Saya berharap mudah-mudahan dari merekalah secara berkesinambungan ada informasi diantara organisasi mereka atau lingkungan mereka informasi yang mengedukasi,” katanya.

Baca Juga:  Nilai Adanya Peningkatan Pelayanan terhadap Jemaah Haji, Politisi PKS Apresiasi Pemerintah

“Bahwa jangan mudah untuk terjebak mengikuti tawaran bekerja ke luar negeri, tanpa memastikan bahwa mereka bekerja secara positif,” tambahnya.

Netty juga mendorong agar pemerintah bisa membuat semacam pengumuman terkait perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri.

“Saya mendorong pada pemerintah melalui kementerian baru, agar ada semacam pengumuman. Mana perusahaan yang memang memiliki kredit ya, memiliki klasifikasi baik dalam urusan penempatan pekerjaan migran,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pencegahan TPPO ini, Netty menyinggung fasilitas yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK). Sarana dan prasarana di BLK dinilai terlalu jadul.

Baca Juga:  Mendag Buru Produsen MinyaKita yang Kurangi Takaran dan Langgar HET

“Saya singgung juga tadi bahwa BLK kita kan alat-alatnya, mesin-mesin prototype-nya itu kan, mesin prasejarah ya,” katanya.

Seharusnya, kata Netty, BLK tak hanya sebagai tempat pelatihan saja, namun juga ikut serta dalam penyaluran tenaga kerja ke perusahan-perusahaan resmi.

Nantinya, masyarakat yang sudah lulus dari BLK bisa disalurkan ke perusahaan sesuai dengan keahliannya.

“Kemudian memberi sinyal kepada dunia usaha dan dunia industri bahwa lulusan BLK ini layak kok untuk direkrut. Itu yang juga tantangan kita,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Netty Prasetiyani Aher pemerintah PKS PMI TPPO
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?

Tragis! Kejar Layangan Putus, Lengan Bocah di Cimahi Tertembus Pagar Besi Runcing

Heboh! Selebgram Bandung Diduga Edarkan POD Getar, 35 Tersangka Diringkus Polisi

Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

Hukum Kocak? Cuma Beli 20 Liter Bensin Eceran, Dua Warga Medan Terancam Denda Rp60 Miliar?!

Kisruh SPMB 2026, Anggota DPRD Jabar Nilai Kepala Disdik yang Harus Bertanggung Jawab

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.