bukamata.id – Kompetisi memperebutkan kursi di Sekolah Maung tahun 2026 berjalan sangat kompetitif. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, sebanyak lebih dari 20 ribu calon peserta didik dipastikan gugur dalam proses seleksi yang berlangsung super ketat ini.
Dari total 38.476 berkas pendaftaran yang masuk, tercatat hanya ada 18.268 calon murid yang berhasil dinyatakan lolos. Dinas Pendidikan Jawa Barat merinci bahwa kuota yang tersedia tahun ini terbatas pada 10.400 kursi untuk jenjang SMA dan 7.868 kursi untuk jenjang SMK.
Angka tersebut kontras dengan membeludaknya minat pendaftar. Total peminat SMA menyentuh angka 24.840 orang, sementara peminat SMK mencapai 13.636 orang. Ketimpangan antara daya tampung dan jumlah peminat inilah yang memicu persaingan sengit sejak berkas pertama kali diverifikasi.
Saringan Ketat di Jalur Kepemimpinan
Salah satu segmen seleksi yang menyedot perhatian besar publik adalah jalur kepemimpinan—sebuah apresiasi khusus bagi siswa yang aktif memimpin selama di bangku SMP.
Hingga data direkapitulasi secara final pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 1.264 kandidat bertarung di jalur ini. Namun, hanya 814 orang yang sukses mengamankan tempat, sedangkan 450 pelamar lainnya terpaksa gigit jari.
Jika dibedah lebih dalam, kategori Ketua OSIS menjadi arena paling ‘berdarah’. Dari 528 pemimpin OSIS yang mendaftar, hanya 255 anak (48,3 persen) yang diterima, memaksa 273 lainnya tersisih.
Kondisi serupa terlihat di kategori Pramuka Pratama, di mana dari 284 pendaftar, hanya 151 orang (53,2 persen) yang lolos, sementara 133 sisanya dinyatakan gugur.
Sebaliknya, peluang melenggang paling lebar ditemukan pada kategori Pramuka Garuda. Jalur ini mencatatkan tingkat kelulusan tertinggi: dari 452 pendaftar, sebanyak 408 siswa (90,3 persen) sukses lolos, dan hanya menyisakan 44 orang yang gagal.
Menanggapi ketatnya saringan masuk tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, meyakinkan publik bahwa sistem seleksi digarap dengan integritas tinggi.
“Kami berkomitmen menjaga seluruh proses SPMB berlangsung objektif, transparan, akuntabel dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid,” kata Purwanto dalam keterangannya.
Peluang Kedua: Sisa Waktu 12 Jam di Jalur Reguler
Bagi belasan ribu pendaftar yang belum beruntung di Sekolah Maung, Disdik Jabar mengingatkan bahwa perjalanan belum berakhir. Mereka diarahkan untuk segera memanfaatkan jalur reguler (prestasi umum dan domisili/zonasi) di SMA, SMK negeri, maupun Sekolah Kerja Sama.
Guna memfasilitasi hal ini, gerbang registrasi reguler dibuka serentak dengan pengumuman kelulusan Sekolah Maung, tepatnya pada Senin, 8 Juni 2026 mulai pukul 10.00 WIB hingga ditutup pada tengah malam pukul 24.00 WIB.
“Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu selama 12 jam untuk melakukan pendaftaran ke jalur reguler,” ujarnya.
Daya Tampung Jabar Masih Melimpah
Masyarakat pun diimbau tidak panik dengan ketatnya persaingan ini. Di luar koridor Sekolah Maung, total kapasitas bangku pendidikan menengah atas di Jawa Barat sebenarnya dinilai sangat aman dan surplus.
Saat ini, total daya tampung SMA, SMK, dan MA se-Jawa Barat bertumpu pada angka 909.183 kursi. Angka ini jauh di atas jumlah lulusan SMP dan MTs sederajat tahun ini yang berada di angka 826.996 siswa.
Jika dijabarkan, pasokan kursi tersebut tersebar di SMA negeri (195.344 kursi), SMA swasta (143.460 kursi), SMK negeri (124.217 kursi), SMK swasta (320.720 kursi), MA negeri (21.888 kursi), serta MA swasta (81.936 kursi).
“Jumlah tersebut melampaui total lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Barat yang tercatat sebanyak 826.996 siswa atau setara dengan 109,93 persen,” ungkap Purwanto.
Menutup keterangannya, pihak otoritas pendidikan menegaskan komitmennya agar tidak ada anak di Jawa Barat yang putus sekolah.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh lulusan SMP/MTs sederajat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai minat, potensi, dan pilihan masing-masing,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










