Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skor SPMB Sekolah Maung Mendadak Turun, Orangtua Siswa Ingin Bertemu Dedi Mulyadi

By SusanaJumat, 5 Juni 2026 10:35 WIB3 Mins Read
Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat menuai sorotan setelah salah satu orangtua siswa mengeluhkan adanya perubahan skor yang terjadi setelah tahap verifikasi selesai. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat menuai sorotan setelah salah satu orangtua siswa mengeluhkan adanya perubahan skor yang terjadi setelah tahap verifikasi selesai.

Keluhan tersebut salah satunya disampaikan melalui akun Instagram @sophiemei.diatmadj. Dalam unggahan Instagram Story, ia mengaku anaknya semula telah berada dalam posisi aman untuk lolos ke SMA Maung dengan skor 370 poin. Namun, pada 4 Juni 2026, skor tersebut tiba-tiba berkurang menjadi 319 poin sehingga keluar dari kuota penerimaan.

“Anak aku itu lolos SMA Maung, masuk kategori kuota sudah aman banget dengan skor 370. Sudah melewati masa verifikasi, posisinya sudah aman, sudah ada di dalam kuota. Tapi tadi pagi tiba-tiba posisinya turun parah karena poinnya hilang 51, dari 370 jadi 319, kelempar jauh,” ungkapnya dalam unggahan tersebut.

Menurutnya, ia sempat mendatangi SMAN 5 Bandung untuk meminta penjelasan terkait perubahan nilai tersebut. Namun, dirinya mengaku belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dan kemudian diarahkan untuk menghubungi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

“Saya ke SMA 5 untuk mempertanyakan hal tersebut, ternyata tidak mendapat pencerahan dan saya diarahkan ke Disdik. Di Disdik pun tidak ada pencerahan,” lanjutnya.

Orangtua Siswa Minta Bertemu Dedi Mulyadi

Dalam unggahan berikutnya, ia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar persoalan yang terjadi dalam proses SPMB Sekolah Maung dapat diketahui secara langsung.

“Kami ikhtiar ingin bertemu Bapak Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan. Setidaknya beliau mengetahui fenomena yang terjadi pada SPMB Maung ini dan bisa turut mengevaluasi kesalahan yang entah siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian moril yang kami terima,” tulisnya.

Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet yang mengikuti perkembangan proses seleksi Sekolah Maung tahun ajaran 2026.

Bobot Ketua OSIS Disebut Berubah

Masih dalam unggahan yang sama, orangtua siswa tersebut mengaku telah dihubungi tim humas Disdik Jawa Barat. Dalam komunikasi itu disebutkan adanya perubahan petunjuk pelaksanaan (juklak) terkait penilaian jalur prestasi non-akademik.

Menurut penjelasan yang diterimanya, bobot nilai untuk prestasi Ketua OSIS yang sebelumnya dihitung sebesar 305 poin kini menjadi 220 poin.

“Semalam tim humas Disdik Jabar menghubungi kami dan meminta kami mengikuti juklak terbaru yang mana bobot Ketua OSIS itu hanya 220 sedangkan diperhitungan sebelumnya bobot Ketua OSIS itu 305. Dengan penurunan bobot tersebut jelas pendaftar Ketua OSIS skornya turun drastis dan terlempar dari kuota aman,” tulisnya.

Ia pun mempertanyakan alasan perubahan perhitungan dilakukan setelah proses verifikasi selesai.

“Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa perubahan perhitungan tersebut harus terjadi setelah proses verifikasi selesai bahkan di tanggal 4 Juni yang menurut timeline SPMB Maung merupakan jadwal rapat pleno dewan guru dan kepala sekolah?” lanjut unggahan tersebut.

Mengenal Program Sekolah Maung Jawa Barat

Sebagai informasi, Sekolah Maung atau Manusia Unggul merupakan program pendidikan unggulan yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Program ini bertujuan membangun ekosistem pendidikan berbasis prestasi, karakter, dan pengembangan potensi peserta didik.

Pendaftaran Sekolah Maung dibuka secara daring sejak 25 Mei 2026 dengan sistem seleksi yang berbeda dari penerimaan siswa baru reguler. Program ini tidak menggunakan sistem zonasi dan seluruh kuota dialokasikan melalui jalur prestasi.

Sebanyak 41 sekolah percontohan terlibat dalam program tersebut, terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri di berbagai daerah Jawa Barat.

Seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Jalur Kompetensi Akademik dengan kuota 70 persen, Jalur Non-Akademik sebesar 20 persen, serta Jalur Potensi Akademik sebesar 10 persen bagi siswa dengan IQ di atas 130.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait keluhan perubahan skor yang disampaikan sejumlah orangtua peserta SPMB Sekolah Maung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Disdik Jawa Barat Ketua OSIS Sekolah Maung Jawa Barat SMA Maung SPMB Jabar 2026 SPMB Sekolah Maung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.