bukamata.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat menuai sorotan setelah salah satu orangtua siswa mengeluhkan adanya perubahan skor yang terjadi setelah tahap verifikasi selesai.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan melalui akun Instagram @sophiemei.diatmadj. Dalam unggahan Instagram Story, ia mengaku anaknya semula telah berada dalam posisi aman untuk lolos ke SMA Maung dengan skor 370 poin. Namun, pada 4 Juni 2026, skor tersebut tiba-tiba berkurang menjadi 319 poin sehingga keluar dari kuota penerimaan.
“Anak aku itu lolos SMA Maung, masuk kategori kuota sudah aman banget dengan skor 370. Sudah melewati masa verifikasi, posisinya sudah aman, sudah ada di dalam kuota. Tapi tadi pagi tiba-tiba posisinya turun parah karena poinnya hilang 51, dari 370 jadi 319, kelempar jauh,” ungkapnya dalam unggahan tersebut.
Menurutnya, ia sempat mendatangi SMAN 5 Bandung untuk meminta penjelasan terkait perubahan nilai tersebut. Namun, dirinya mengaku belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dan kemudian diarahkan untuk menghubungi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.
“Saya ke SMA 5 untuk mempertanyakan hal tersebut, ternyata tidak mendapat pencerahan dan saya diarahkan ke Disdik. Di Disdik pun tidak ada pencerahan,” lanjutnya.
Orangtua Siswa Minta Bertemu Dedi Mulyadi
Dalam unggahan berikutnya, ia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar persoalan yang terjadi dalam proses SPMB Sekolah Maung dapat diketahui secara langsung.
“Kami ikhtiar ingin bertemu Bapak Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan. Setidaknya beliau mengetahui fenomena yang terjadi pada SPMB Maung ini dan bisa turut mengevaluasi kesalahan yang entah siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian moril yang kami terima,” tulisnya.
Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet yang mengikuti perkembangan proses seleksi Sekolah Maung tahun ajaran 2026.
Bobot Ketua OSIS Disebut Berubah
Masih dalam unggahan yang sama, orangtua siswa tersebut mengaku telah dihubungi tim humas Disdik Jawa Barat. Dalam komunikasi itu disebutkan adanya perubahan petunjuk pelaksanaan (juklak) terkait penilaian jalur prestasi non-akademik.
Menurut penjelasan yang diterimanya, bobot nilai untuk prestasi Ketua OSIS yang sebelumnya dihitung sebesar 305 poin kini menjadi 220 poin.
“Semalam tim humas Disdik Jabar menghubungi kami dan meminta kami mengikuti juklak terbaru yang mana bobot Ketua OSIS itu hanya 220 sedangkan diperhitungan sebelumnya bobot Ketua OSIS itu 305. Dengan penurunan bobot tersebut jelas pendaftar Ketua OSIS skornya turun drastis dan terlempar dari kuota aman,” tulisnya.
Ia pun mempertanyakan alasan perubahan perhitungan dilakukan setelah proses verifikasi selesai.
“Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa perubahan perhitungan tersebut harus terjadi setelah proses verifikasi selesai bahkan di tanggal 4 Juni yang menurut timeline SPMB Maung merupakan jadwal rapat pleno dewan guru dan kepala sekolah?” lanjut unggahan tersebut.
Mengenal Program Sekolah Maung Jawa Barat
Sebagai informasi, Sekolah Maung atau Manusia Unggul merupakan program pendidikan unggulan yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Program ini bertujuan membangun ekosistem pendidikan berbasis prestasi, karakter, dan pengembangan potensi peserta didik.
Pendaftaran Sekolah Maung dibuka secara daring sejak 25 Mei 2026 dengan sistem seleksi yang berbeda dari penerimaan siswa baru reguler. Program ini tidak menggunakan sistem zonasi dan seluruh kuota dialokasikan melalui jalur prestasi.
Sebanyak 41 sekolah percontohan terlibat dalam program tersebut, terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri di berbagai daerah Jawa Barat.
Seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Jalur Kompetensi Akademik dengan kuota 70 persen, Jalur Non-Akademik sebesar 20 persen, serta Jalur Potensi Akademik sebesar 10 persen bagi siswa dengan IQ di atas 130.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait keluhan perubahan skor yang disampaikan sejumlah orangtua peserta SPMB Sekolah Maung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










