bukamata.id – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi bisu dominasi total yang berakhir antiklimaks. Persib Bandung dipaksa berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Arema FC pada laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, Jumat (24/4/2026) malam.
Meski menguasai jalannya laga sejak menit awal, armada Maung Bandung seolah menabrak tembok kokoh. Skema ofensif yang dimotori Thom Haye terus mengurung pertahanan tim tamu, namun kedisiplinan barisan belakang “Singo Edan” membuat peluang demi peluang terbuang percuma.
Salah satu momen emas datang dari kaki Beckham Putra Nugraha. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis serta kesigapan lini pertahanan lawan membuat tribun GBLA gagal bergemuruh. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tetap menunjukkan angka kembar 0-0.
Statistik Gila, Hasil Nihil
Hasil imbang ini terbilang menyesakkan bagi Persib. Tambahan satu poin memang masih menempatkan mereka di puncak klasemen, namun posisi mereka kini mulai goyah. Borneo FC Samarinda yang terus membuntuti di posisi kedua siap memanfaatkan momentum ini untuk mengudeta takhta Maung Bandung.
Usai laga, Bojan Hodak tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap strategi lawan yang cenderung sangat defensif.
“Saya rasa Arema hampir tidak memiliki peluang berarti. Dan permainan menjadi sulit karena mereka bermain sangat bertahan,” cetus Bojan Hodak dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Bojan membeberkan fakta statistik yang mencengangkan. Persib tercatat melepaskan hampir tiga puluh percobaan, namun tak satu pun yang bersarang di jaring gawang Arema FC.
“Kami sebenarnya menciptakan banyak peluang, ada 28 tembakan ke gawang, namun tidak berhasil mencetak gol. Tentu ini membuat frustrasi,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
Fokus Sapu Bersih 5 Laga Sisa
Menghadapi strategi “parkir bus” lawan memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Bojan mengakui bahwa membongkar pertahanan yang menumpuk 9 hingga 10 pemain di kotak penalti adalah misi yang sangat sulit bagi tim manapun.
“Kami cukup banyak peluang, tetapi gagal mencetak gol. Meski begitu, kami masih berada di posisi pertama, tapi kami sedikit mempersulit situasi sendiri,” tutur Bojan dengan nada evaluatif.
Kini, tidak ada waktu bagi Persib untuk meratapi hasil seri. Dengan kompetisi yang menyisakan lima pertandingan krusial, setiap poin akan sangat menentukan gelar juara musim ini.
“Sekarang kami harus fokus ke pertandingan berikutnya. Masih ada lima laga tersisa dan kami harus berusaha memenangkan semuanya,” tegasnya.
Secara teknis, Bojan mengapresiasi permainan anak asuhnya yang mampu mengontrol laga secara total. Baginya, secara kualitas permainan, Persib jauh mengungguli lawan.
“Jika melihat statistik, kami mencatatkan 28 tembakan ke gawang. Jadi bisa dibilang ini pertandingan yang sangat satu arah,” tutup Bojan mengakhiri sesi jumpa pers.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







