Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tampil Bersama Raline Shah di Art Jakarta 2026, Ketua Kreator Jabar Soroti Pentingnya Seni Digital

Sabtu, 3 Oktober 2026 09:43 WIB

Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor

Sabtu, 3 Oktober 2026 09:15 WIB

Naik Kelas Lewat Gentengisasi: Asa Baru Perajin Tanah Liat Plered Purwakarta

Sabtu, 3 Oktober 2026 08:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tampil Bersama Raline Shah di Art Jakarta 2026, Ketua Kreator Jabar Soroti Pentingnya Seni Digital
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Naik Kelas Lewat Gentengisasi: Asa Baru Perajin Tanah Liat Plered Purwakarta
  • Wisata Kuliner Sukabumi 2026: 10 Rekomendasi Tempat Makan Paling Legendaris dan Wajib Dicoba
  • Bansos Oktober 2026 Cair! Ada BSU Rp900 Ribu hingga Beras 30 Kg, Ini Rinciannya
  • Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif
  • BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu
  • Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pesan Krusial Dedi Mulyadi untuk SPMB 2025: Prioritaskan Keluarga Kurang Mampu!

By Aga GustianaMinggu, 13 April 2025 18:54 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, menyampaikan arahan tegas dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Penekanan ini disampaikan dalam acara “Uji Publik Eksternal Peraturan Gubernur tentang Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru 2025” di Bandung.

Deden mengungkapkan tiga pesan utama yang ditekankan oleh Gubernur Dedi Mulyadi untuk SPMB mendatang. Pertama, Gubernur menginginkan proses penerimaan siswa baru tahun ini berjalan kondusif dan bebas dari kegaduhan yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Terbuka Terhadap Kritik: Sahabat yang Baik adalah yang Mengingatkan

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Umumkan Hasil Tes DNA Pegi Setiawan Cianjur, Fix Bukan Anak Mantan Bupati

Pesan krusial kedua adalah tidak boleh ada satupun anak di Jawa Barat yang terhambat mengenyam pendidikan akibat sistem SPMB. Gubernur Dedi ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah.

Lebih lanjut, perhatian khusus juga diberikan Gubernur kepada calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dedi Mulyadi meminta agar kelompok siswa ini menjadi prioritas dalam sistem penerimaan.

“Khusus domisili, Gubernur berharap anak-anak di (wilayah) sekolah itu harus diterima,” tegas Deden, mengutip pesan Gubernur terkait pentingnya mengakomodir siswa di sekitar sekolah, seperti yang dilansir dari unggahan Instagram @disdikjabar.

Untuk mewujudkan ketiga pesan penting tersebut, Deden mengajak seluruh pihak terkait untuk memberikan dukungan penuh. Pihaknya saat ini juga tengah aktif mencari berbagai inovasi untuk menyempurnakan sistem SPMB.

Baca Juga:  KPU Jabar Targetkan Surat Suara Pilgub Dicetak 4,5 Juta Perhari

Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Sibuk Ngonten, Minim Kebijakan Nyata

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menyosialisasikannya dan berkomitmen dengan pergub tersebut,” tandasnya.

Selain tiga pesan utama dari Gubernur, Deden juga berharap agar pelaksanaan SPMB tahun 2025 berlangsung secara transparan, terbuka, akuntabel, dan terbebas dari segala bentuk tekanan yang dapat menciderai proses seleksi.

“Mari kita buktikan bahwa kepemimpinan kolektif bisa menghasilkan pelayanan terbaik,” ajaknya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan SPMB.

Baca Juga:  Dibawah Komando Ridwan Kamil, Indeks Rumah Layak Huni di Jabar Meningkat

Sebagai informasi tambahan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini bertransformasi menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pada SPMB 2025, terdapat empat jalur yang dapat ditempuh calon siswa, yaitu jalur domisili (menggantikan zonasi), afirmasi (untuk keluarga tidak mampu dan disabilitas), prestasi (berdasarkan capaian akademik dan non-akademik), dan mutasi (untuk siswa pindah domisili karena tugas orang tua atau anak guru).

Dengan penekanan pada kondusifitas, pemerataan akses pendidikan, dan keberpihakan pada keluarga kurang mampu, SPMB 2025 diharapkan dapat menjadi sistem penerimaan siswa baru yang lebih adil dan merata di seluruh Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor

Naik Kelas Lewat Gentengisasi: Asa Baru Perajin Tanah Liat Plered Purwakarta

BSU Kemnaker

Bansos Oktober 2026 Cair! Ada BSU Rp900 Ribu hingga Beras 30 Kg, Ini Rinciannya

Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif

BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.