bukamata.id – Perayaan gelar juara Super League yang seharusnya menjadi momen sukacita bagi Persib Bandung justru menyisakan pengalaman pahit bagi bek andalan mereka, Frans Putros. Di tengah lautan massa yang memadati jalanan Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026), pemain tersebut dikabarkan kehilangan telepon seluler miliknya.
Parade kemenangan yang seharusnya berakhir dengan kenangan manis tersebut nyatanya membawa musibah bagi Putros. Insiden kehilangan barang berharga ini menambah daftar ketegangan di balik kemeriahan pesta juara Maung Bandung.
Kabar mengenai hilangnya gawai milik Putros disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Di sela-sela evaluasi kegiatan, Farhan memberikan gambaran mengenai situasi lapangan yang sangat tidak terduga bagi para pemain.
“Secara keseluruhan sekarang ini sebetulnya berjalan sangat lancar, tapi memang ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, ya tersendat ya karena enggak ada kendaraan yang bisa tembus. Jadi terpaksa jalan,” ungkap Farhan saat menceritakan sulitnya akses mobilisasi pemain di tengah membludaknya suporter.
Tak hanya Putros, Farhan menyebut bahwa para pemain lainnya pun tak luput dari aksi nekat para pendukung yang antusias.
“Putros kehilangan handphone itu insiden yang saya tahu. Yang lain beberapa, ya, rada dikoetan lah ku ibu-ibu,” ujar Farhan menambahkan, merujuk pada aksi gemas para suporter yang berusaha menyentuh para pemain.
Setelah parade yang digelar sejak Minggu pagi tersebut, Farhan memastikan bahwa seluruh pemain Persib telah diarahkan pulang ke kediaman masing-masing. Tidak ada lagi rangkaian perayaan tambahan yang disiapkan guna menghindari kerumunan yang lebih besar.
Tak hanya insiden pencurian, Farhan mengakui bahwa kepadatan massa juga mengakibatkan sejumlah suporter jatuh pingsan akibat kelelahan. Bahkan, manajer tim, Umuh Muchtar, sempat mendapatkan penanganan medis setelah terlihat kelelahan akibat terkepung lautan manusia.
Menanggapi berbagai insiden ini, Farhan memberikan pandangannya mengenai penyebab kepadatan yang luar biasa dibandingkan musim sebelumnya.
“Iya, karena memang enggak ada yang salah. Karena gini, kenapa tahun lalu tidak terjadi? Satu, jarak pawainya hanya 2 km. Yang sekarang 5 km. Tahun lalu ditampungnya di Gasibu yang daya tampungnya tiga kali lipat daripada Alun-alun Kota Bandung. Jadi ya, kepadatannya, jadi wajar aja terjadi gitu,” jelas Farhan menutup pembicaraan.
Kejadian ini diharapkan menjadi catatan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengelola massa pada perayaan-perayaan besar di masa depan agar keselamatan pemain dan suporter tetap menjadi prioritas utama.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










