Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup

Senin, 14 September 2026 07:24 WIB
Game Free Fire

Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!

Senin, 14 September 2026 06:55 WIB

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Senin, 14 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup
  • Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
  • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PETAPA RAJA, Solusi Inovatif Sumedang Angkat Derajat Buruh Tani Tanpa Lahan

By SusanaRabu, 21 Mei 2025 15:45 WIB2 Mins Read
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menaruh harapan besar terhadap program PETAPA RAJA (Pertanian Terpadu Rakyat Sejahtera) yang saat ini mulai diterapkan di wilayah Blok Cilimbangan, Desa Mekar Rahayu. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menaruh harapan besar terhadap program PETAPA RAJA (Pertanian Terpadu Rakyat Sejahtera) yang saat ini mulai diterapkan di wilayah Blok Cilimbangan, Desa Mekar Rahayu.

Menurut Dony, PETAPA RAJA bukan sekadar program pertanian biasa. Ia menyebutnya sebagai gerakan perubahan sosial yang dirancang untuk mengangkat derajat para buruh tani yang selama ini kerap berada di pinggiran pembangunan.

“Ini lebih dari sekadar bertani. PETAPA RAJA adalah wujud nyata transformasi sosial. Sumedang ingin membuktikan bahwa buruh tani tanpa kepemilikan lahan pun bisa diberdayakan dan mandiri,” ungkap Dony, Senin (19/5/2025).

Dony menyoroti realitas bahwa selama ini buruh tani umumnya hanya dipekerjakan secara musiman dan tidak memiliki akses terhadap berbagai program pemberdayaan karena tak memiliki lahan sendiri. Padahal, mereka punya keterampilan dan pengalaman yang tidak kalah pentingnya.

Baca Juga:  Gempa Bumi Sumedang Hari Ini M3,7: Pusat di Darat, Analisis BMKG dan Potensi Susulan

Untuk menjawab persoalan tersebut, PETAPA RAJA hadir dengan memberikan akses lahan milik pemerintah, menyediakan alat dan sarana pertanian, pendampingan intensif, serta skema pemasaran hasil panen yang sudah dirancang secara sistematis.

Program ini dijalankan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Koperasi Milenial Mandiri Juara Sindulang, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pemerintah membentuk kelompok tani yang secara khusus melibatkan buruh tani, dengan tujuan agar mereka menjadi pelaku utama dalam membangun ketahanan pangan di desa.

Baca Juga:  Dapat Kekuatan Baru, Ahmad Syaikhu Optimis Raih Kemenangan di Pilkada 2024

“Buruh tani mampu hidup sejahtera jika diberikan akses, dukungan, dan kepercayaan. PETAPA RAJA menjadi bukti bahwa desa bisa mandiri dalam urusan pangan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar program jangka pendek, PETAPA RAJA diproyeksikan sebagai landasan pembangunan jangka panjang. Targetnya adalah membentuk sistem pertanian berkelanjutan yang tak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tapi juga membuka peluang ekspor hasil pertanian dari Sumedang ke pasar nasional dan internasional.

Baca Juga:  Wamentan Sudaryono Akui Ilmu Pertanian Didapat Hasil Diskusi Bareng Ayah

Dony juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mendukung keberhasilan program ini termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BRIN, Koperasi Milenial Makmur Juara, dan tentu saja masyarakat Desa Mekar Rahayu yang telah menunjukkan bahwa profesi petani, termasuk buruh tani, adalah kekuatan masa depan bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dony Ahmad Munir pertanian Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.