bukamata.id – Aparat kepolisian mengerahkan teknologi mutakhir untuk mempersempit ruang pelarian Taufik Hidayat (TH), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, YTR. Kepolisian Daerah Jawa Barat kini resmi berkolaborasi dengan raksasa teknologi Meta—perusahaan induk WhatsApp, Instagram, dan Facebook—untuk melacak pergerakan siber pelaku serta menelusuri nomor WhatsApp misterius yang sempat mengirimkan titik koordinat keberadaan korban.
Langkah taktis yang memanfaatkan pengawasan siber global ini menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya diekspos ke publik dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah Jawa Barat.
Informasi mendasar tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, saat menggelar konferensi pers di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di rumah sakit itulah, korban YTR saat ini tengah menjalani perawatan intensif demi memulihkan kondisi fisik dan psikologisnya pasca-mengalami penyiksaan keji selama tiga tahun.
Perburuan Skala Internasional
Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa pengejaran terhadap TH kini telah ditingkatkan statusnya menjadi operasi berskala besar. Selain berkoordinasi intensif dengan Bareskrim Polri di tingkat nasional, Polda Jabar juga membuka jalur komunikasi dengan kepolisian internasional guna mengantisipasi skenario pelaku kabur ke luar negeri.
“Tentunya operasional dengan Bareskrim Polri sudah kita lakukan, dan kita juga bekerja sama dengan pihak luar negeri,” tegas Rudi.
Manfaatkan Ekosistem Siber Meta
Poin krusial dalam perburuan ini adalah pelibatan tim siber dari Meta. Polisi berharap interaksi digital atau aktivitas akun media sosial yang terafiliasi dengan tersangka dapat segera diidentifikasi secara real-time.
“Pada bidang siber, Meta mengelola dan menguasai media sosial. Kita lakukan kerja sama untuk bisa mendeteksi dari media sosial, sehingga bisa menunjukkan keberadaan pelaku,” ungkap Rudi.
Pihak berwajib optimistis bahwa sekecil apa pun rekam jejak digital yang ditinggalkan oleh Taufik Hidayat akan menjadi kunci penting untuk mengendus persembunyiannya. Bersamaan dengan itu, kepolisian meminta kerja sama dari masyarakat luas agar segera melapor ke pos polisi terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan buronan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News






