Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Selasa, 15 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Wagub dan Sekda Jabar Dinilai Cemari Wibawa Birokrasi

By Aga GustianaSelasa, 1 Juli 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Wagub Erwan dan Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman dan Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat kian memanas setelah Wakil Gubernur Erwan Setiawan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman. Konflik internal ini menuai perhatian publik yang menyayangkan sikap kedua tokoh birokrasi tersebut.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menyebut perseteruan tersebut sebagai cerminan krisis profesionalisme dalam struktur birokrasi tertinggi di daerah.

“Terbukanya perseteruan antara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Jawa Barat menunjukkan kekurang profesionalan puncak birokrasi yang seharusnya menjadi contoh stabilitas dan harmonisasi,” ujar Kristian kepada bukamata.id, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, birokrasi idealnya beroperasi berdasarkan prosedur baku dan menjunjung tinggi stabilitas. Namun, konflik ini justru menunjukkan sebaliknya.

“Alih-alih menuntaskan berbagai persoalan administrasi publik, kedua pejabat justru menampilkan konflik kepentingan yang berpotensi merusak citra pemerintah dan membingungkan bagi ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Baca Juga:  Pamit ke ASN Pemprov, Ridwan Kamil: Jawa Barat Tolong Dijaga

Kristian bahkan menilai bahwa yang terjadi lebih menyerupai sandiwara politik ketimbang kepemimpinan birokrasi yang bertanggung jawab. Ia khawatir stagnasi akibat perebutan peran dapat menghambat kinerja pemerintahan.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah cepat dari Gubernur Jawa Barat untuk meredam ketegangan ini. “Gubernur harus peka dan jangan berharap bahwa masalah akan mereda dengan sendirinya. Ia wajib memanggil kedua pejabat secara langsung dan memberikan penjelasan tentang keputusan yang dibuat sebagai hasil pemanggilan tersebut kepada publik secara konkret,” tegasnya.

Jika konflik tak kunjung mereda, Kristian menyarankan agar Gubernur mempertimbangkan sanksi administratif hingga opsi pelaksana tugas untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik. “Dibutuhkan keberanian mengambil langkah tegas, termasuk evaluasi performa dan perombakan struktur menjadi opsi rasional demi menjaga kredibilitas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Erwan: “Ini Akumulasi Kekecewaan”

Sebelumnya, Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan kekesalannya kepada media terkait sikap Herman yang dinilai melampaui batas wewenang seorang Sekda. Dalam pernyataannya di Gedung Sate, Senin (30/6/2025), Erwan menyoroti kurangnya koordinasi, terutama dalam pengambilan keputusan penting seperti pelantikan kepala dinas.

Baca Juga:  Pagar Laut Bekasi Tak Berizin, Pemprov Jabar Layangkan Surat Teguran ke PT TRPN

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” keluhnya.

Menurut Erwan, posisi Sekda seharusnya bersifat administratif dan mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan mengambil alih peran strategis. “Sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas terkait,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran komunikasi personal antara dirinya dengan Herman. “Demi Allah tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak,” kata Erwan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Akan Tetap Terapkan Sistem Diskualifikasi bagi Peserta PPDB Tahap II

Ketegangan memuncak saat Erwan menilai Herman hadir dalam acara yang menurutnya bukan kewenangan Sekda, seperti agenda kelulusan siswa militer di Rindam. “Itu bukan tempatnya seorang Sekda. Sudah di luar batas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Erwan secara emosional menyatakan bahwa dirinya pernah berperan dalam perjalanan karier Herman. “Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ungkapnya.

Publik Menanti Sikap Tegas Gubernur

Perseteruan dua pejabat tinggi ini tidak hanya mencoreng citra birokrasi, tetapi juga berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Desakan terhadap Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan semakin menguat.

Situasi ini bukan sekadar soal ego jabatan, tetapi menyangkut prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat. Akankah Gubernur memilih bersikap netral, atau justru mengambil langkah tegas demi menghindari krisis berkepanjangan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwan Setiawan Herman Suryatman Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.