Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Bandar Membara Viral! Konten Pribadi Diduga Tersebar, Ini Respons Polisi

Rabu, 29 April 2026 16:59 WIB

Resmi! Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara atas Kasus Ujaran Kebencian Suku Sunda

Rabu, 29 April 2026 16:53 WIB

Hadapi Bhayangkara FC, Persib Siap Bangkit Usai Mandul Lawan Arema

Rabu, 29 April 2026 15:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Bandar Membara Viral! Konten Pribadi Diduga Tersebar, Ini Respons Polisi
  • Resmi! Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara atas Kasus Ujaran Kebencian Suku Sunda
  • Hadapi Bhayangkara FC, Persib Siap Bangkit Usai Mandul Lawan Arema
  • Kabar Gembira! Gaji ke-13 Tahun 2026 Segera Cair: Cek Daftar Penerima dan Jadwal Resminya
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Masih Pakai Pampers? Bocah 4 Tahun Ini Taklukkan 7 Puncak Gunung di Jawa Barat!
  • Penataan Gedung Sate Picu Kebingungan: Pemprov Jabar Dinilai Labil Soal Penutupan Jalan Diponegoro
  • Menuju Tangga Juara! Intip Jadwal Persib Kontra Bhayangkara FC: Misi Tiga Poin di Tanah Lampung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Wagub dan Sekda Jabar Dinilai Cemari Wibawa Birokrasi

By Aga GustianaSelasa, 1 Juli 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Wagub Erwan dan Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman dan Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat kian memanas setelah Wakil Gubernur Erwan Setiawan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman. Konflik internal ini menuai perhatian publik yang menyayangkan sikap kedua tokoh birokrasi tersebut.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menyebut perseteruan tersebut sebagai cerminan krisis profesionalisme dalam struktur birokrasi tertinggi di daerah.

“Terbukanya perseteruan antara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Jawa Barat menunjukkan kekurang profesionalan puncak birokrasi yang seharusnya menjadi contoh stabilitas dan harmonisasi,” ujar Kristian kepada bukamata.id, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, birokrasi idealnya beroperasi berdasarkan prosedur baku dan menjunjung tinggi stabilitas. Namun, konflik ini justru menunjukkan sebaliknya.

“Alih-alih menuntaskan berbagai persoalan administrasi publik, kedua pejabat justru menampilkan konflik kepentingan yang berpotensi merusak citra pemerintah dan membingungkan bagi ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Kristian bahkan menilai bahwa yang terjadi lebih menyerupai sandiwara politik ketimbang kepemimpinan birokrasi yang bertanggung jawab. Ia khawatir stagnasi akibat perebutan peran dapat menghambat kinerja pemerintahan.

Baca Juga:  Target Pompanisasi Selesai 100 Persen Bulan Ini, Sekda Herman: Bukti Keseriusan Pemerintah

Ia juga menyoroti pentingnya langkah cepat dari Gubernur Jawa Barat untuk meredam ketegangan ini. “Gubernur harus peka dan jangan berharap bahwa masalah akan mereda dengan sendirinya. Ia wajib memanggil kedua pejabat secara langsung dan memberikan penjelasan tentang keputusan yang dibuat sebagai hasil pemanggilan tersebut kepada publik secara konkret,” tegasnya.

Jika konflik tak kunjung mereda, Kristian menyarankan agar Gubernur mempertimbangkan sanksi administratif hingga opsi pelaksana tugas untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik. “Dibutuhkan keberanian mengambil langkah tegas, termasuk evaluasi performa dan perombakan struktur menjadi opsi rasional demi menjaga kredibilitas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Erwan: “Ini Akumulasi Kekecewaan”

Sebelumnya, Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan kekesalannya kepada media terkait sikap Herman yang dinilai melampaui batas wewenang seorang Sekda. Dalam pernyataannya di Gedung Sate, Senin (30/6/2025), Erwan menyoroti kurangnya koordinasi, terutama dalam pengambilan keputusan penting seperti pelantikan kepala dinas.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat Meningkat Signifikan Sepanjang 2024

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” keluhnya.

Menurut Erwan, posisi Sekda seharusnya bersifat administratif dan mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan mengambil alih peran strategis. “Sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas terkait,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran komunikasi personal antara dirinya dengan Herman. “Demi Allah tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak,” kata Erwan.

Baca Juga:  Server PPDB Jabar Down, Sekda Herman Minta Operator Sekolah Bantu Para Pendaftar

Ketegangan memuncak saat Erwan menilai Herman hadir dalam acara yang menurutnya bukan kewenangan Sekda, seperti agenda kelulusan siswa militer di Rindam. “Itu bukan tempatnya seorang Sekda. Sudah di luar batas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Erwan secara emosional menyatakan bahwa dirinya pernah berperan dalam perjalanan karier Herman. “Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ungkapnya.

Publik Menanti Sikap Tegas Gubernur

Perseteruan dua pejabat tinggi ini tidak hanya mencoreng citra birokrasi, tetapi juga berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Desakan terhadap Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan semakin menguat.

Situasi ini bukan sekadar soal ego jabatan, tetapi menyangkut prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat. Akankah Gubernur memilih bersikap netral, atau justru mengambil langkah tegas demi menghindari krisis berkepanjangan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

birokrasi jawa barat Erwan Setiawan Herman Suryatman konflik wagub sekda jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Resmi! Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara atas Kasus Ujaran Kebencian Suku Sunda

Penataan Gedung Sate Picu Kebingungan: Pemprov Jabar Dinilai Labil Soal Penutupan Jalan Diponegoro

Investor BJBR Full Senyum! Bank bjb Guyur Dividen Rp900 Miliar, Susi Pudjiastuti Masuk Jajaran Komut

DIRUJAK! Usulan ‘Nyeleneh’ Menteri PPPA Pasca-Tragedi Bekasi Timur Jadi Polemik Nasional

Ilustrasi korban meninggal.

Tragis! Wanita 54 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa dengan Wajah Tertutup Bantal di KBB

PARAH! Puncak Lawu Jadi Ring Tinju: Rebutan Spot Foto, Pendaki Bandung vs Bogor Baku Hantam

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.