Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria berpakaian adat Jawa sedang tirakatan di malam 1 Suro, diiringi kirab pusaka dan barisan lilin, dengan latar gapura keraton.

Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui

Sabtu, 13 Juni 2026 20:06 WIB

Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur

Sabtu, 13 Juni 2026 18:02 WIB

Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham

Sabtu, 13 Juni 2026 17:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
  • Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu
  • Rumor Transfer Liga 1: Eks Brisbane Roar Lempar Sinyal ke Indonesia, Persib Bandung Siap Tampung?
  • Definisi Suami Takut Istri! Momen Gorila Kekar Ini Galau & Pasrah Habis Ribut Sama Pasangannya
  • Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Wagub dan Sekda Jabar Dinilai Cemari Wibawa Birokrasi

By Aga GustianaSelasa, 1 Juli 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Wagub Erwan dan Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman dan Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat kian memanas setelah Wakil Gubernur Erwan Setiawan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman. Konflik internal ini menuai perhatian publik yang menyayangkan sikap kedua tokoh birokrasi tersebut.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menyebut perseteruan tersebut sebagai cerminan krisis profesionalisme dalam struktur birokrasi tertinggi di daerah.

“Terbukanya perseteruan antara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Jawa Barat menunjukkan kekurang profesionalan puncak birokrasi yang seharusnya menjadi contoh stabilitas dan harmonisasi,” ujar Kristian kepada bukamata.id, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, birokrasi idealnya beroperasi berdasarkan prosedur baku dan menjunjung tinggi stabilitas. Namun, konflik ini justru menunjukkan sebaliknya.

“Alih-alih menuntaskan berbagai persoalan administrasi publik, kedua pejabat justru menampilkan konflik kepentingan yang berpotensi merusak citra pemerintah dan membingungkan bagi ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Baca Juga:  Deadline Lewat! Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Bandung Zoo Demi Konservasi

Kristian bahkan menilai bahwa yang terjadi lebih menyerupai sandiwara politik ketimbang kepemimpinan birokrasi yang bertanggung jawab. Ia khawatir stagnasi akibat perebutan peran dapat menghambat kinerja pemerintahan.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah cepat dari Gubernur Jawa Barat untuk meredam ketegangan ini. “Gubernur harus peka dan jangan berharap bahwa masalah akan mereda dengan sendirinya. Ia wajib memanggil kedua pejabat secara langsung dan memberikan penjelasan tentang keputusan yang dibuat sebagai hasil pemanggilan tersebut kepada publik secara konkret,” tegasnya.

Jika konflik tak kunjung mereda, Kristian menyarankan agar Gubernur mempertimbangkan sanksi administratif hingga opsi pelaksana tugas untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik. “Dibutuhkan keberanian mengambil langkah tegas, termasuk evaluasi performa dan perombakan struktur menjadi opsi rasional demi menjaga kredibilitas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Erwan: “Ini Akumulasi Kekecewaan”

Sebelumnya, Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan kekesalannya kepada media terkait sikap Herman yang dinilai melampaui batas wewenang seorang Sekda. Dalam pernyataannya di Gedung Sate, Senin (30/6/2025), Erwan menyoroti kurangnya koordinasi, terutama dalam pengambilan keputusan penting seperti pelantikan kepala dinas.

Baca Juga:  Terintegrasi, Pemprov Jabar Jadi Contoh Penggunaan Aplikasi Digital Pelayanan Publik

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” keluhnya.

Menurut Erwan, posisi Sekda seharusnya bersifat administratif dan mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan mengambil alih peran strategis. “Sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas terkait,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran komunikasi personal antara dirinya dengan Herman. “Demi Allah tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak,” kata Erwan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Komitmen Latih Guru Penggerak dari SD hingga SLB

Ketegangan memuncak saat Erwan menilai Herman hadir dalam acara yang menurutnya bukan kewenangan Sekda, seperti agenda kelulusan siswa militer di Rindam. “Itu bukan tempatnya seorang Sekda. Sudah di luar batas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Erwan secara emosional menyatakan bahwa dirinya pernah berperan dalam perjalanan karier Herman. “Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ungkapnya.

Publik Menanti Sikap Tegas Gubernur

Perseteruan dua pejabat tinggi ini tidak hanya mencoreng citra birokrasi, tetapi juga berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Desakan terhadap Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan semakin menguat.

Situasi ini bukan sekadar soal ego jabatan, tetapi menyangkut prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat. Akankah Gubernur memilih bersikap netral, atau justru mengambil langkah tegas demi menghindari krisis berkepanjangan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

birokrasi jawa barat Erwan Setiawan Herman Suryatman konflik wagub sekda jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.