Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Wagub dan Sekda Jabar Dinilai Cemari Wibawa Birokrasi

By Aga GustianaSelasa, 1 Juli 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Wagub Erwan dan Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman dan Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat kian memanas setelah Wakil Gubernur Erwan Setiawan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman. Konflik internal ini menuai perhatian publik yang menyayangkan sikap kedua tokoh birokrasi tersebut.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menyebut perseteruan tersebut sebagai cerminan krisis profesionalisme dalam struktur birokrasi tertinggi di daerah.

“Terbukanya perseteruan antara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Jawa Barat menunjukkan kekurang profesionalan puncak birokrasi yang seharusnya menjadi contoh stabilitas dan harmonisasi,” ujar Kristian kepada bukamata.id, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, birokrasi idealnya beroperasi berdasarkan prosedur baku dan menjunjung tinggi stabilitas. Namun, konflik ini justru menunjukkan sebaliknya.

“Alih-alih menuntaskan berbagai persoalan administrasi publik, kedua pejabat justru menampilkan konflik kepentingan yang berpotensi merusak citra pemerintah dan membingungkan bagi ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Baca Juga:  Wagub Jabar Ramaikan Kirab Merah Putih Bersama 5.000 Vespa Antik

Kristian bahkan menilai bahwa yang terjadi lebih menyerupai sandiwara politik ketimbang kepemimpinan birokrasi yang bertanggung jawab. Ia khawatir stagnasi akibat perebutan peran dapat menghambat kinerja pemerintahan.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah cepat dari Gubernur Jawa Barat untuk meredam ketegangan ini. “Gubernur harus peka dan jangan berharap bahwa masalah akan mereda dengan sendirinya. Ia wajib memanggil kedua pejabat secara langsung dan memberikan penjelasan tentang keputusan yang dibuat sebagai hasil pemanggilan tersebut kepada publik secara konkret,” tegasnya.

Jika konflik tak kunjung mereda, Kristian menyarankan agar Gubernur mempertimbangkan sanksi administratif hingga opsi pelaksana tugas untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik. “Dibutuhkan keberanian mengambil langkah tegas, termasuk evaluasi performa dan perombakan struktur menjadi opsi rasional demi menjaga kredibilitas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Erwan: “Ini Akumulasi Kekecewaan”

Sebelumnya, Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan kekesalannya kepada media terkait sikap Herman yang dinilai melampaui batas wewenang seorang Sekda. Dalam pernyataannya di Gedung Sate, Senin (30/6/2025), Erwan menyoroti kurangnya koordinasi, terutama dalam pengambilan keputusan penting seperti pelantikan kepala dinas.

Baca Juga:  Aksi Heroik Wagub Erwan Selamatkan Korban Kecelakaan di Tengah Kemacetan Bandung

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” keluhnya.

Menurut Erwan, posisi Sekda seharusnya bersifat administratif dan mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan mengambil alih peran strategis. “Sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas terkait,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran komunikasi personal antara dirinya dengan Herman. “Demi Allah tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak,” kata Erwan.

Baca Juga:  Antisipasi Penyebaran PMK, Pemprov Jabar Siapkan 52 Ribu Vaksin Hewan Ternak

Ketegangan memuncak saat Erwan menilai Herman hadir dalam acara yang menurutnya bukan kewenangan Sekda, seperti agenda kelulusan siswa militer di Rindam. “Itu bukan tempatnya seorang Sekda. Sudah di luar batas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Erwan secara emosional menyatakan bahwa dirinya pernah berperan dalam perjalanan karier Herman. “Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ungkapnya.

Publik Menanti Sikap Tegas Gubernur

Perseteruan dua pejabat tinggi ini tidak hanya mencoreng citra birokrasi, tetapi juga berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Desakan terhadap Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan semakin menguat.

Situasi ini bukan sekadar soal ego jabatan, tetapi menyangkut prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat. Akankah Gubernur memilih bersikap netral, atau justru mengambil langkah tegas demi menghindari krisis berkepanjangan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwan Setiawan Herman Suryatman Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.