Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Rabu, 13 Mei 2026 22:55 WIB

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polisi Dalami Kasus Bentrokan Warga dan Oknum Ormas di Sukahaji

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 16:02 WIB2 Mins Read
Ibu-ibu di Sukahaji bentrok dengan oknum ormas di lahan sengketa. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

Polemik lahan di Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, kembali memanas. Kali ini, bentrokan antara warga dan sekelompok orang tak dikenal pecah pada Senin (21/4/2025), menyebabkan sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

“Sudah kami terima laporannya. Kami langsung bergerak cepat melakukan pendampingan, termasuk saat visum korban,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).

Sejumlah warga yang menjadi korban kekerasan telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga masih melengkapi berkas laporan dan memverifikasi bukti-bukti yang ada di lapangan.

Baca Juga:  Bantah Kerahkan Ormas saat Gusur Rumah Penolak Rudet Tamansari, Pemkot: Keinginan Masyarakat yang Pro

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap warga. Hari ini masih pelengkapan keterangan,” tambahnya.

Budi juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Ia menegaskan bahwa semua laporan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Bentrok di Tengah Aksi Perjuangan Warga

Insiden ini terjadi di tengah suasana peringatan Hari Kartini, ketika puluhan ibu-ibu di Sukahaji menggelar aksi damai mempertahankan tanah tempat mereka tinggal—lokasi yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat.

Baca Juga:  Diskominfo Jabar Diseminasi Aplikasi Sapawarga

Namun, kedatangan sekelompok orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) justru memicu kekacauan. Dalam video yang diunggah akun Instagram @storyrakyat_, terlihat ormas tersebut datang dengan sikap intimidatif. Ketegangan meningkat ketika upaya damai dari warga dibalas dengan kekerasan fisik.

“Bahkan ada yang melempar batu dan memukul warga, termasuk para ibu yang berjaga,” kata salah seorang saksi mata.

Aksi keberanian para ibu-ibu ini sontak mengundang simpati publik, terutama karena mereka berdiri di garis depan tanpa perlindungan berarti untuk mempertahankan hak atas lahan tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Deklarasi Dukung ASIH, MOI Jabar Rindu Sosok Pemimpin Dekat Ormas Islam

Permasalahan Lahan yang Belum Tuntas

Bentrok ini menyoroti akar permasalahan yang lebih dalam: sengketa lahan pascakebakaran yang hingga kini belum menemukan titik terang. Ketegangan meningkat ketika muncul klaim-klaim kepemilikan yang tidak jelas, serta kehadiran pihak-pihak eksternal yang memperkeruh situasi.

Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk mengusut kemungkinan pelanggaran hukum oleh kelompok yang melakukan intimidasi.

“Siapa pun yang melanggar hukum akan diproses. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan,” tutup Kombes Budi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ormas Sukahaji warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.