Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Minggu, 27 September 2026 15:21 WIB

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Minggu, 27 September 2026 14:32 WIB

Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 27 September 2026 14:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polisi Dalami Kasus Bentrokan Warga dan Oknum Ormas di Sukahaji

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 16:02 WIB2 Mins Read
Ibu-ibu di Sukahaji bentrok dengan oknum ormas di lahan sengketa. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

Polemik lahan di Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, kembali memanas. Kali ini, bentrokan antara warga dan sekelompok orang tak dikenal pecah pada Senin (21/4/2025), menyebabkan sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

“Sudah kami terima laporannya. Kami langsung bergerak cepat melakukan pendampingan, termasuk saat visum korban,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).

Sejumlah warga yang menjadi korban kekerasan telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga masih melengkapi berkas laporan dan memverifikasi bukti-bukti yang ada di lapangan.

Baca Juga:  Puluhan Warga Dua Desa di Cianjur Keracunan Nasi Kotak, 1 Orang Kritis

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap warga. Hari ini masih pelengkapan keterangan,” tambahnya.

Budi juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Ia menegaskan bahwa semua laporan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Bentrok di Tengah Aksi Perjuangan Warga

Insiden ini terjadi di tengah suasana peringatan Hari Kartini, ketika puluhan ibu-ibu di Sukahaji menggelar aksi damai mempertahankan tanah tempat mereka tinggal—lokasi yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat.

Baca Juga:  Rumah Dibongkar Paksa, Satu-satunya Penolak Rudet Tamansari Disekap Satpol PP dan Ormas

Namun, kedatangan sekelompok orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) justru memicu kekacauan. Dalam video yang diunggah akun Instagram @storyrakyat_, terlihat ormas tersebut datang dengan sikap intimidatif. Ketegangan meningkat ketika upaya damai dari warga dibalas dengan kekerasan fisik.

“Bahkan ada yang melempar batu dan memukul warga, termasuk para ibu yang berjaga,” kata salah seorang saksi mata.

Aksi keberanian para ibu-ibu ini sontak mengundang simpati publik, terutama karena mereka berdiri di garis depan tanpa perlindungan berarti untuk mempertahankan hak atas lahan tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Kembali Bertemu Warga Jateng, Ganjar Ngaku Kangen

Permasalahan Lahan yang Belum Tuntas

Bentrok ini menyoroti akar permasalahan yang lebih dalam: sengketa lahan pascakebakaran yang hingga kini belum menemukan titik terang. Ketegangan meningkat ketika muncul klaim-klaim kepemilikan yang tidak jelas, serta kehadiran pihak-pihak eksternal yang memperkeruh situasi.

Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk mengusut kemungkinan pelanggaran hukum oleh kelompok yang melakukan intimidasi.

“Siapa pun yang melanggar hukum akan diproses. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan,” tutup Kombes Budi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ormas warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.