Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gaji Pensiunan PNS September 2026 Segera Cair, Cek Besaran Golongan I hingga IV

Jumat, 28 Agustus 2026 12:38 WIB

Modal 2-1 Tak Bikin Persib Tenang, Igor Tolic Ungkap Titik Bahaya Manila Digger

Jumat, 28 Agustus 2026 12:17 WIB

Bandung Bidik Investasi Lingkungan, Tiga Sektor Jadi Prioritas Farhan

Jumat, 28 Agustus 2026 12:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gaji Pensiunan PNS September 2026 Segera Cair, Cek Besaran Golongan I hingga IV
  • Modal 2-1 Tak Bikin Persib Tenang, Igor Tolic Ungkap Titik Bahaya Manila Digger
  • Bandung Bidik Investasi Lingkungan, Tiga Sektor Jadi Prioritas Farhan
  • UEFA Siapkan Gugatan Pidana untuk Gianni Infantino, Ada Skema Rp320 Triliun di Baliknya
  • Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol
  • Gelar Latihan Jelang Play-off ACL 2, Persib Kenakan Jersey Latihan Baru Berwarna Tosca
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, Cek Daftar Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg
  • Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Suara Akademisi Dikritik Prabu Revolusi, Dosen Unisba: Kampus sebagai Kompas Kebenaran

By Putra JuangKamis, 8 Februari 2024 13:17 WIB3 Mins Read
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba), Fadhli Muttaqien. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembawa acara sekaligus Dosen Universitas Paramadina, Prabunindya Revta Revolusi ikut berkomentar terkait gerakan petisi dan pernyataan sikap dari Civitas Akademika dari berbagai Universitas yang mengkritik Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, kepentingan politik tidak elok dicampur adukan dengan kampus, apalagi secara tidak resmi mewakili lembaga kampus.

“Menurut saya sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukan dengan kepentingan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili kampus, jika memang gerakan itu mewakili kampus maka perlu ada lembaga resmi untuk menunjukan sikap dari kampus,” ucapnya dalam unggahan video.

“Apalagi rektor ataupun juga pimpinan dari kampus tersebut banyak yang memberikan sanggahan bahwa petisi tersebut mewakili kampus, saya juga salah satu dosen di salah satu kampus, dan saya merasa tidak mewakili, saran saya jangan bawa nama kampus,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba), Fadhli Muttaqien. Menurutnya, kritik yang dilakukan oleh para akademisi dan guru besar merupakan gerakan yang sangat benar untuk menjaga nilai-nilai demokrasi atau menjaga etika demokrasi.

Baca Juga:  Jokowi Apresiasi Sikap Vatikan Serukan Perdamaian di Palestina

“Karena memang kampus sebagai satu lembaga pendidikan yang memproduksi kebenaran dan kampus sebagai kompas kebenaran, sudah selayaknya memberikan masukan pada bangsa dan negara ini sebagai fungsinya untuk tetap memastikan negara kita tetap dijalan demokrasi yang seharusnya,” kata Fadhli, Kamis, (8/2/2024).

Terkait kampus yang tidak melibatkan strukturalnya seperti rektor, menurut Fadhli, hal tersebut memiliki kepentingan lain mengenai administrasi kampus. Dan hal tersebut tidak usah menjadi problema, pasalnya masih ada substansi lain dari gerakan para guru besar ini.

“Itu terkait kepentingan dari kampus tersebut, artinya kampus berada di bawah Kemendikbud Ristek, anggaran mengenai hal-hal administrasi kampus kan berada dibawah kementerian dan kementerian berada dibawah presiden artinya ada kepentingan yang harus dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Sopiri Jokowi Naik Maung, Pelan-pelan Pak Prabowo!

“Hal ini menjadi wajar, tidak harus menjadi problem atau simbol kalau ini gerakannya perorangan. Menurut saya yang menjadi substansi adalah untuk agar bangsa kita tetap berada dijalur demokrasi yang benar dan berada dalam etika demokrasi yang baik,” lanjutnya.

Menurutnya, jika sebuah kekuasaan atau wilayah politik tidak dituntut untuk oleh value intelektual maka bangsa Indonesia akan terjerumus ke dalam lahat kezaliman.

“Kan ini yang menjadi satu kekhawatiran, ketika politik tidak dituntut untuk oleh value intelektual yang ada dituntun hanya oleh gerakan kekuasaan, yang nantinya bisa menjerumuskan bangsa kita ke liang lahat kezaliman,” jelasnya.

Adapun terkait pro dan kontra yang datang dari berbagai politikus, menurut Fadhli hal tersebut dianggap wajar dan tidak perlu dihiraukan, yang lebih penting dari hal tersebut yaitu mempertahankan bangsa untuk tetap berada dijalur demokrasi yang benar.

Baca Juga:  Jokowi Ucapkan Selamat Natal, Doakan Kesejahteraan dan Kedamaian

“Anggap saja sebagai angin lalu. Bahwa setiap gerakan kebenaran selalu ada perlawanan dari gerakan yang salah. Kalau kampus dianggap sebagai partisan atau tidak partisan atau terafiliasi tidak terafiliasi, itu lain hal, yang penting kampus tetap menjaga nilai-nilai kebenaran dan tetap jadi kompas kebenaran untuk negara,” ujar mantan Presiden Mahasiswa Unisba tersebut.

Fadli juga mengatakan, jika gerakan ini tidak juga menjadi sentilan untuk para petinggi negara, artinya kampus dan para guru besar tidak dianggap penting dan hanya mementingkan wilayah politik saja.

“Kalau gerakan kampus ini tidak juga disadari oleh oleh para pemimpin pemerintahan artinya pemerintah jokowi atau pemerintahan pada rezim ini tidak menganggap penting faktor intelektual artinya kampus tidak dianggap penting, guru besar tidak dianggap penting yang dianggap penting hanya yang ada di wilayah politik dan kekuasaannya saja,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jokowi Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gaji Pensiunan PNS September 2026 Segera Cair, Cek Besaran Golongan I hingga IV

Bandung Bidik Investasi Lingkungan, Tiga Sektor Jadi Prioritas Farhan

Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.