Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?

Senin, 5 Oktober 2026 19:02 WIB

Viral Aksi Begal Siang Bolong di Garut, Korban Diancam Sajam hingga HP Dirampas

Senin, 5 Oktober 2026 18:10 WIB

Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di Final ASEAN Cup 2026, Igor Tolic Harapkan Trofi untuk Garuda

Senin, 5 Oktober 2026 17:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • Viral Aksi Begal Siang Bolong di Garut, Korban Diancam Sajam hingga HP Dirampas
  • Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di Final ASEAN Cup 2026, Igor Tolic Harapkan Trofi untuk Garuda
  • Kasus Bullying di SMAN 3 Tasikmalaya, Tujuh Pelajar Lakukan Pelanggaran Berat
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • 13 Kios PKL di Jalan Cihapit Dibongkar Mandiri, Pedagang Tetap Boleh Berjualan
  • Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan
  • Dandanan Sel Mewah Pakai Dana Napi, Irjen Kemen Imipas Ungkap Peran Indra Kenz di Lapas Cibinong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Barak Militer Dedi Mulyadi Tuai Kritik, PKS Soroti Pelanggaran Hak Anak

By SusanaRabu, 21 Mei 2025 15:20 WIB2 Mins Read
Politikus PKS)= yang juga Anggota DPR RI, dr Gamal Albinsaid. Foto: Instagram @gamalalbinsaid.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penolakan terhadap program pendidikan bergaya militer bagi siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terus bermunculan. Kali ini datang dari Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Anggota DPR RI, dr Gamal Albinsaid.

Menurut dr Gamal, program barak militer untuk siswa bermasalah tidak sesuai dengan prinsip pendidikan modern, minim bukti efektivitas, dan berpotensi melanggar hak anak. Ia menilai, pendekatan militeristik terhadap anak-anak yang disebut “nakal” justru menyederhanakan masalah yang kompleks.

“Pendidikan militer untuk siswa tidak sesuai dengan pendekatan psikologis dan pembinaan karakter positif yang menjadi prinsip pendidikan modern. Ini juga belum terbukti efektif secara ilmiah dalam mengatasi kenakalan remaja,” ujar dr Gamal, dikutip dari Instagram resminya @gamalalbinsaid, Selasa (21/5/2025).

dr Gamal memaparkan sejumlah alasan penolakan terhadap program tersebut:

Baca Juga:  Atasi Geng Motor, Dedi Mulyadi Wacanakan Wamil untuk Pelajar

1. Minim Bukti Efektivitas

Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan pendidikan militer mampu mengatasi kenakalan remaja secara signifikan. Kebijakan semacam ini dinilai tidak berbasis pada pendekatan ilmiah (evidence-based policy).

2. Tidak Sesuai Prinsip Pendidikan Modern

Pendidikan modern menekankan pendekatan empatik, psikologis, dan karakter positif. Pendekatan militer dinilai bertentangan dengan semangat tersebut.

3. Tidak Menyentuh Akar Masalah

Anak-anak yang bermasalah kerap merupakan respons dari sistem sosial yang gagal: mulai dari pengabaian keluarga, trauma, hingga lingkungan pendidikan yang represif.

Baca Juga:  Buntut Cekcok dengan Warganya Viral, Wabup Garut Ngadu ke Dedi Mulyadi

“Apakah pendidikan ala militer ini menyelesaikan akar masalah tersebut? Tidak,” kata Gamal.

4. Berpotensi Langgar Hak Anak

Menurut Gamal, program ini dapat melanggar Konvensi Hak Anak (CRC), terutama Pasal 5 dan 9, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

5. Stigmatisasi dan Diskriminasi

Labelisasi anak sebagai “nakal” karena dikirim ke barak militer dianggap bisa menimbulkan tekanan sosial tambahan.

“Bayangkan anak-anak dijemput militer atau diantar orang tua ke barak, lalu dicap nakal oleh teman-temannya. Ini bukan rehabilitasi, tapi menambah luka sosial baru,” jelasnya.

Penolakan senada juga sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPRD Jabar dari PDIP, Ono Surono, yang menilai program barak militer berpotensi menyalahi semangat pendidikan inklusif dan hak anak.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

Program barak militer yang dirancang Dedi Mulyadi sendiri menuai pro-kontra sejak pertama kali disampaikan.

Dedi menyebut program ini sebagai upaya pembinaan bagi anak-anak yang dianggap menyimpang atau sulit dikendalikan oleh lingkungan sekolah maupun keluarga.

Namun sejumlah kalangan menyebut, pendekatan semacam ini harus dibahas lebih luas dan dikaji dengan melibatkan para ahli pendidikan, psikologi, serta perlindungan anak.

PKS sendiri sejak awal mengkritik gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dianggap minim dialog dan cenderung one man show dalam mengambil kebijakan, termasuk program barak militer ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pendidikan PKS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?

Viral Aksi Begal Siang Bolong di Garut, Korban Diancam Sajam hingga HP Dirampas

Kasus Bullying di SMAN 3 Tasikmalaya, Tujuh Pelajar Lakukan Pelanggaran Berat

13 Kios PKL di Jalan Cihapit Dibongkar Mandiri, Pedagang Tetap Boleh Berjualan

Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan

Dandanan Sel Mewah Pakai Dana Napi, Irjen Kemen Imipas Ungkap Peran Indra Kenz di Lapas Cibinong

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.