Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 20 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Rinciannya!

Rabu, 20 Mei 2026 08:04 WIB

Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

Heboh! Video Viral Guru Bahasa Inggris Diduga Hoaks dan Penuh Kejanggalan

Rabu, 20 Mei 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 20 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Rinciannya!
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
  • Heboh! Video Viral Guru Bahasa Inggris Diduga Hoaks dan Penuh Kejanggalan
  • Persib di Ambang Sejarah! GBLA Siap Jadi Saksi Juara Super League 2026
  • Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan
  • Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!
  • Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Barak Militer Dedi Mulyadi Tuai Kritik, PKS Soroti Pelanggaran Hak Anak

By SusanaRabu, 21 Mei 2025 15:20 WIB2 Mins Read
Politikus PKS)= yang juga Anggota DPR RI, dr Gamal Albinsaid. Foto: Instagram @gamalalbinsaid.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penolakan terhadap program pendidikan bergaya militer bagi siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terus bermunculan. Kali ini datang dari Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Anggota DPR RI, dr Gamal Albinsaid.

Menurut dr Gamal, program barak militer untuk siswa bermasalah tidak sesuai dengan prinsip pendidikan modern, minim bukti efektivitas, dan berpotensi melanggar hak anak. Ia menilai, pendekatan militeristik terhadap anak-anak yang disebut “nakal” justru menyederhanakan masalah yang kompleks.

“Pendidikan militer untuk siswa tidak sesuai dengan pendekatan psikologis dan pembinaan karakter positif yang menjadi prinsip pendidikan modern. Ini juga belum terbukti efektif secara ilmiah dalam mengatasi kenakalan remaja,” ujar dr Gamal, dikutip dari Instagram resminya @gamalalbinsaid, Selasa (21/5/2025).

dr Gamal memaparkan sejumlah alasan penolakan terhadap program tersebut:

Baca Juga:  Tanggapi Demo Penutupan Tambang Ilegal, Dedi Mulyadi: yang Unjuk Rasa Siapa?

1. Minim Bukti Efektivitas

Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan pendidikan militer mampu mengatasi kenakalan remaja secara signifikan. Kebijakan semacam ini dinilai tidak berbasis pada pendekatan ilmiah (evidence-based policy).

2. Tidak Sesuai Prinsip Pendidikan Modern

Pendidikan modern menekankan pendekatan empatik, psikologis, dan karakter positif. Pendekatan militer dinilai bertentangan dengan semangat tersebut.

3. Tidak Menyentuh Akar Masalah

Anak-anak yang bermasalah kerap merupakan respons dari sistem sosial yang gagal: mulai dari pengabaian keluarga, trauma, hingga lingkungan pendidikan yang represif.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Motor dan Mobil yang Tak Bayar Pajak Dilarang Melintasi Jalan

“Apakah pendidikan ala militer ini menyelesaikan akar masalah tersebut? Tidak,” kata Gamal.

4. Berpotensi Langgar Hak Anak

Menurut Gamal, program ini dapat melanggar Konvensi Hak Anak (CRC), terutama Pasal 5 dan 9, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

5. Stigmatisasi dan Diskriminasi

Labelisasi anak sebagai “nakal” karena dikirim ke barak militer dianggap bisa menimbulkan tekanan sosial tambahan.

“Bayangkan anak-anak dijemput militer atau diantar orang tua ke barak, lalu dicap nakal oleh teman-temannya. Ini bukan rehabilitasi, tapi menambah luka sosial baru,” jelasnya.

Penolakan senada juga sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPRD Jabar dari PDIP, Ono Surono, yang menilai program barak militer berpotensi menyalahi semangat pendidikan inklusif dan hak anak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Jabar Harus Bersih dari Tambang Ilegal

Program barak militer yang dirancang Dedi Mulyadi sendiri menuai pro-kontra sejak pertama kali disampaikan.

Dedi menyebut program ini sebagai upaya pembinaan bagi anak-anak yang dianggap menyimpang atau sulit dikendalikan oleh lingkungan sekolah maupun keluarga.

Namun sejumlah kalangan menyebut, pendekatan semacam ini harus dibahas lebih luas dan dikaji dengan melibatkan para ahli pendidikan, psikologi, serta perlindungan anak.

PKS sendiri sejak awal mengkritik gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dianggap minim dialog dan cenderung one man show dalam mengambil kebijakan, termasuk program barak militer ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi dr Gamal Albinsaid hak anak militer Pendidikan PKS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.