Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Minggu, 14 Juni 2026 14:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Barak Militer untuk Anak Nakal Dikritik, Dedi Mulyadi: Di Mana Letak Salahnya?

By Aga GustianaRabu, 21 Mei 2025 14:58 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendidikan karakter yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menuai sorotan. Kebijakan yang mengirim anak-anak dengan catatan kenakalan ke barak pendidikan ala militer mendapat kritik dari sejumlah pihak, mulai dari pegiat pendidikan hingga pemerhati hak anak. Namun, Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa program tersebut justru menjadi ruang pembinaan yang positif, bukan bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Dedi mempertanyakan kritik yang dilontarkan terhadap pendekatan yang ia sebut sebagai “barak pendidikan kebangsaan”. Menurutnya, semua aktivitas di barak tersebut bertujuan membentuk disiplin, karakter, dan spiritualitas anak-anak.

“Kalau anak-anak dibangunkan jam 4 subuh, disuruh membereskan tempat tidur, kuliah subuh, sarapan dengan makanan sehat, di mana letak salah dan pelanggarannya?” kata Dedi dalam pernyataan, dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (21/5/2025).

Baca Juga:  Kosgoro 1957 Siap Menangkan Paslon Nomor Urut 4 di Jabar dan Kota Bandung

Menjawab Kritik: Antara Disiplin dan Hak Anak

Dedi menekankan bahwa rutinitas di barak seperti antre makan, berdoa sebelum makan, belajar tertib, hingga mengikuti kegiatan keagamaan dan olahraga adalah bentuk pembelajaran kehidupan yang bermartabat. Ia menyayangkan pandangan yang menilai pendekatan ini sebagai represi atau pelanggaran hak anak.

“Justru hak-hak anak itu mereka dapatkan di barak pendidikan. Hak untuk hidup sehat, hak untuk dihargai, hak untuk belajar disiplin. Itu yang justru tak semua anak dapatkan di rumah,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang Hukuman Fisik kepada Siswa*

Ia juga mengkritisi sistem pendidikan digital yang menurutnya menghilangkan kedekatan emosional antara guru dan murid. Dedi menyebut bahwa sistem digital mengikis nilai-nilai spiritual dan moral yang seharusnya menjadi inti dari pendidikan.

“Saat ini pendidikan kehilangan ruh spiritualnya. Guru dan murid tak lagi saling memandang dan memahami. Semua diganti papan digital. Kalau kita ajarkan murid memandang gurunya dengan hormat, salahkah?” jelasnya.

Diketahui, kendati telah menerima banyak dukungan masyarakat, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer juga tak jarang mendapat kritikan tajam.

Baca Juga:  Oknum Guru di Garut Diduga Cabuli Siswa SD di Kolam Renang

Usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta program dievaluasi, kini giliran organisasi guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) keras mendesak kebijakan ini dihentikan.

Sekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung menyampaikan, pihaknya menolak kebijakan ini. Apalagi disusul dengan narasi adanya rencana guru “malas” juga akan dikirim ke barak militer.

“FSGI menilai ini merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Senin (19/5/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat KPAI siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.