Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru

Jumat, 30 Oktober 2026 21:02 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Jumat, 30 Oktober 2026 20:42 WIB

Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory

Jumat, 30 Oktober 2026 20:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
  • Lagi-lagi Panen Hujatan! Aksi Ustaz Riza Pamer Nge-Gym Bareng Wanita Picu Kontroversi Baru
  • Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal
  • Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat
  • Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PT BDS Ambil Langkah Hukum, Klarifikasi Tuduhan Giringan Opini Politik

By Aga GustianaSelasa, 29 Juli 2025 16:41 WIB4 Mins Read
Kuasa hukum PT BDS Perseroda, Rahmat Setiabudi SH
Kuasa hukum PT BDS Perseroda, Rahmat Setiabudi SH. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id- PT Bandung Daya Sentosa (BDS), yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bandung dengan status Perseroda, menyampaikan klarifikasi resmi menanggapi berbagai tudingan negatif yang beredar di masyarakat.

Rahmat Setiabudi SH, selaku kuasa hukum PT BDS, menjelaskan bahwa persoalan utama antara pihaknya dengan sejumlah vendor hanyalah persoalan utang piutang dalam kegiatan usaha pengadaan Ayam Boneless Dada (BLD).

Dalam pernyataannya, PT BDS mengakui masih memiliki kewajiban membayar sebesar Rp105,4 miliar kepada beberapa vendor penyedia BLD. Kondisi ini terjadi karena keterlambatan pembayaran dari pihak mitra, yakni PT Cahaya Frozen Raya (CFR), kepada PT BDS, dengan jumlah tagihan mencapai Rp127 miliar berdasarkan invoice yang telah dikirimkan.

Rahmat menegaskan bahwa hubungan kerja antara PT BDS, PT CFR, dan para vendor murni didasarkan pada kesepakatan bisnis antar perusahaan. “Jadi kami tegaskan, sejak awal ini adalah murni bisnis B to B (business to business) antara para pihak yakni PT BDS, PT CFR dan para vendor,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers di Soreang, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga:  Viral Gus Elham Yahya Cium Anak Perempuan: Antara Kekhilafan Personal dan Krisis Etika Dakwah

Ia juga menambahkan, dari hasil penyelidikan internal dan berbagai bukti yang diperoleh, tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus ini. “Ini murni masalah perdata, dan PT BDS juga termasuk pihak yang dirugikan akibat keterlambatan pembayaran PT Cahaya Frozen kepada PT BDS. Tidak ada unsur penipuan di sini,” jelasnya.

Rahmat memaparkan bahwa sejak akhir tahun 2023 telah ada perjanjian kerja sama antar pihak, termasuk adanya PO dari PT CFR ke PT BDS, invoice yang dikirimkan, serta dokumen BAST yang ditandatangani oleh semua pihak termasuk para vendor. Selain itu, terdapat pula surat teguran, somasi dari PT BDS kepada PT CFR, serta surat balasan dan pengakuan utang sebesar Rp127,2 miliar dari PT CFR.

Dalam menghadapi persoalan ini, PT BDS telah menempuh jalur hukum dengan mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT CFR ke Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat melalui perkara bernomor 142/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst. Selain itu, Direktur Utama PT BDS juga telah meminta pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (ASDATUN) Kejati Jawa Barat.

Baca Juga:  Jokowi Klarifikasi Buntut Polemik Presiden Boleh Kampanye

Langkah ini bertujuan agar PT CFR segera memenuhi kewajiban membayar tagihan sebesar Rp127 miliar, yang akan digunakan PT BDS untuk melunasi sisa pembayaran kepada para vendor senilai Rp105,4 miliar. Jumlah tersebut merupakan sekitar 40 persen dari total tagihan kepada vendor, sementara sisanya telah dibayar oleh PT BDS.

“Dan ini sama sekali tidak ada kaitan dengan Bupati Bandung atau Pemkab Bandung. Kami sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang menggiring opini tidak benar dan terjadi pemutarbalikan fakta terkait berita yang berkembang,” kata Rahmat menekankan.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh transaksi tersebut merupakan bagian dari aktivitas korporasi yang tunduk pada regulasi hukum perdata dan tidak berkaitan dengan unsur pidana atau politik. Dalam struktur Perseroda, Bupati Bandung sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) hanya memiliki kewenangan dalam kebijakan strategis, tanpa ikut campur dalam urusan operasional sehari-hari.

Rahmat mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu. Ia menyebut upaya penggiringan opini, terutama melalui penyebaran cuplikan video podcast dengan judul provokatif sebelum rilis resmi, sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Bantah Tuduhan Miliki Anak dari Perempuan Lain, RK: Fitnah Keji Bermotif Ekonomi

Ia menolak keras tuduhan-tuduhan yang menyangkutkan masalah ini dengan isu politik atau pilkada. “Mengaitkan persoalan perdata PT BDS dengan tuduhan ‘setoran pilkada’ adalah fitnah yang menyesatkan, tidak berdasar secara hukum, dan berpotensi melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 28 Ayat (2),” tegasnya.

Rahmat menambahkan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap individu atau kelompok yang menyebarkan informasi menyesatkan serta memutarbalikkan fakta melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat dan media untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sarat kepentingan politik jangka pendek, dan justru mengabaikan prestasi serta transparansi yang telah dibangun Pemkab Bandung di bawah kepemimpinan Bupati saat ini,” ujarnya.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa publik memiliki kemampuan untuk menilai secara objektif. “Hari ini kami sampaikan fakta sesungguhnya agar masyarakat tidak termakan isu hoax,” pungkas Rahmat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

klarifikasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.