Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 20:22 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Senin, 12 Oktober 2026 20:06 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Senin, 12 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
  • Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!
  • Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara
  • Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pungli Dana Kompensasi Sopir Angkot, Dedi Mulyadi Bongkar Siapa Dalangnya

By SusanaSenin, 7 April 2025 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah). Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam penyaluran dana kompensasi kepada sopir angkot saat libur Lebaran 2025.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa temuan ini bukan rekayasa, melainkan berdasarkan fakta yang disampaikan langsung oleh sopir angkot dan pihak terkait.

Dalam dialognya, Dedi meminta klarifikasi dari seorang sopir angkot bernama Emen Hidayat terkait keterlibatan pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih.

“Pak Emen, sampaikan kepada warga Jabar dan Indonesia, Pak Dadang ini ikut menyuruh memotong, menikmati atau tidak?” tanya Dedi dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @dedimulyadi71 pada Senin (7/4/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Turun Tangan Bantu Satwa dan Pegawai, Tegaskan Tak Ingin Ada Korban Lagi

Emen menjawab dengan tegas bahwa pungutan bukan berasal dari Dishub, melainkan dari pihak KKSU (Kelompok Kerja Sub Unit).

“Tidak, Pak. Para sopir angkot yang menerima dana kompensasi diminta uang oleh KKSU dan diserahkan kepada Pak Nandar di Basecamp sebesar Rp4 juta,” terang Emen.

Menanggapi itu, Dadang Kosasih, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, juga memberikan penjelasan.

“Izin, saya Dadang Kosasih. Jadi, waktu penyerahan juga sebenarnya tidak ada pelibatan dari Kabupaten, karena semua dari Provinsi. Kita hanya menyaksikan saat penyerahan simbolis di Polres,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Pembunuhan Haji Sahroni Terungkap, Pelaku Ditangkap Polisi

Dedi Mulyadi kemudian menegaskan kembali bahwa tidak ada rekayasa dalam kasus ini. Ia menyebut bahwa pungutan liar memang terjadi, namun dilakukan oleh oknum di luar instansi pemerintah.

“Ini kita tidak merekayasa, ini apa adanya. Ini fakta. Kalau benar ya katakan benar, kalau tidak ya katakan tidak. Bahwa pungutan liar yang dilakukan oleh Dishub Kabupaten Bogor tidak pernah ada. Yang ada adalah pungutan oleh KKSU dan uangnya pun dinikmati oleh mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkap informasi lain yang tidak kalah serius, yakni adanya pungutan sebesar Rp250 ribu di jalur Cibedug yang dilakukan oleh oknum KKSU agar sopir tetap bisa beroperasi di saat mereka seharusnya libur.

Baca Juga:  Pertemuan Dedi Mulyadi dan Suporter Persikas: Aksi Viral Diakui Salah Tempat

“Pungutan sebesar Rp250 ribu dilakukan oleh KKSU di jalur Cibedug, dan mereka menjamin sopir tetap bisa beroperasi di saat libur. Ini jelas pelanggaran,” tegas Dedi.

Ia juga meminta Polres Bogor untuk segera menindaklanjuti temuan ini dan menegaskan bahwa kemungkinan praktik serupa terjadi di wilayah lain.

“Saya yakin pungutan-pungutan seperti ini terjadi di banyak wilayah. Bedanya hanya, ada yang terbuka dan ada yang tidak,” tutup Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi pungli
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Farhan Kecam Penyerangan Persib U-18 di Batang: Kita Siapkan Perlindungan Khusus!

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.