Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Kamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Kamis, 14 Mei 2026 16:10 WIB

Bursa Transfer Meledak! Persib Dikabarkan Bidik Pemain Timnas dan Bintang Asing

Kamis, 14 Mei 2026 15:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan
  • Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!
  • Bursa Transfer Meledak! Persib Dikabarkan Bidik Pemain Timnas dan Bintang Asing
  • Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie
  • Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok
  • Lautaro Martinez Bersinar! Inter Milan Sikat Lazio dan Angkat Trofi Coppa Italia
  • Gila! Persib Incar Tiga Bintang Sekaligus, Bruno Moreira Jadi Target Utama
  • Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PWI Jabar Desak Pemkab Indramayu Tinjau Ulang Kebijakan Pengosongan Graha Pers

By SusanaJumat, 18 Juli 2025 14:15 WIB2 Mins Read
Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat mengecam keras tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu yang mengusir organisasi wartawan dari gedung Graha Pers Indramayu.

Langkah tersebut dinilai arogan dan mencederai prinsip dasar kemerdekaan pers di Indonesia.

“Ini bukan sekadar persoalan gedung. Ini menyangkut bagaimana pemerintah memperlakukan pers. Jika wartawan diusir seperti ini, bisa ditafsirkan sebagai bentuk upaya pembungkaman terhadap kemerdekaan pers,” ujar Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, dalam keterangan persnya, Jumat (18/7/2025).

Hilman menambahkan, gedung Graha Pers telah digunakan oleh insan pers selama lebih dari 40 tahun. Menurutnya, para bupati sebelumnya bahkan memberikan fasilitas tersebut sebagai bentuk penghargaan atas peran wartawan dalam mempublikasikan program Pemkab Indramayu.

Baca Juga:  Bey Machmudin Lepas PWI Jabar Bertanding di Porwanas XIV 2024

“Gedung itu punya nilai sejarah yang panjang. Tiba-tiba diusir tanpa dialog, ini menimbulkan tanda tanya besar: ada apa?” tegasnya.

Pemkab Dinilai Tidak Bijak, Kurang Dialog

Lebih lanjut, Hilman menyayangkan keputusan Pemkab yang dinilai tidak melibatkan organisasi pers dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya dengar, tidak ada sosialisasi maupun dialog dengan rekan-rekan yang berkantor di sana. Untuk apa gedung itu akan dipakai pun tidak jelas. Ini yang membuat kesannya menjadi arogan dan penuh kepentingan,” katanya.

Hilman menegaskan bahwa wartawan adalah mitra strategis pemerintah, bukan ancaman. Peran pers sangat vital dalam menyampaikan informasi pembangunan, melakukan kontrol sosial, dan memberikan kritik membangun.

Baca Juga:  Kegarangan Atlet Jabar di Porwanas Banjarmasin 2024 Bikin Peserta Lain Ciut

“Langkah ini bisa jadi preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan pers, khususnya di Indramayu,” tambahnya.

PWI Curigai Ada Motif Tertentu di Balik Pengusiran

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, juga turut menyoroti kebijakan pengosongan gedung tersebut. Ia menilai kebijakan itu dilakukan di tengah kondisi internal PWI yang sedang dalam masa rekonsiliasi.

“Kenapa baru sekarang ada perintah pengosongan? Kenapa tidak dari dulu? Ini menimbulkan kecurigaan ada motif lain di baliknya,” ujarnya.

Padahal, PWI Jawa Barat telah menerbitkan surat edaran Nomor 829/PWI-JB/VI/2025 yang meminta kepala daerah bersikap netral selama proses rekonsiliasi PWI berlangsung.

Baca Juga:  Diskusi Bareng PWI Jabar, KPU Ungkap Peran Media Tangkal Hoaks di Pemilu

Syukri menyebut langkah Pemkab Indramayu telah menciderai semangat persatuan yang sedang dibangun menjelang Kongres Persatuan PWI yang dijadwalkan pada 30 Agustus 2025 mendatang.

“Seharusnya semua pihak menahan diri dan tidak melakukan manuver yang justru memperkeruh suasana,” kata Syukri.

Seruan untuk Buka Dialog dan Tinjau Ulang Keputusan

PWI Jawa Barat menyerukan agar Pemkab Indramayu meninjau ulang kebijakan tersebut. Langkah tersebut dinilai lebih bijaksana dan tidak menimbulkan kegaduhan lebih besar di antara pemerintah daerah dan insan pers.

“Sebaiknya dibuka ruang dialog. Itu lebih elegan dan menunjukkan penghargaan terhadap profesi wartawan,” pungkas Syukri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Graha Pers Indramayu Pemkab Indramayu pengosongan PWI Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

‘Riweuh’ Karena Nama: Kebijakan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Panen Kritik Netizen

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.