Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 11:46 WIB

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 11:14 WIB

Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia

Kamis, 29 Oktober 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
  • Sekulic Menggila, Persib Tekuk Melbourne Victory! Tolic Beri Pujian Setinggi Langit
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Di Tengah Gempuran Medsos, Negara Harus Gagas Gerakan Membumikan Pancasila

By Putra JuangSenin, 8 Juni 2026 09:27 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Lahirnya Pancasila merupakan sebuah momentum luar biasa dalam sejarah bangsa Indonesia. Ideologi negara ini berhasil merangkum dan menyatukan berbagai keberagaman suku, agama, hingga berbagai gagasan besar—termasuk dogma agama—ke dalam satu kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Menurutnya, gambaran Indonesia yang majemuk sudah terlihat jelas sejak awal Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno.

“Bagaimana Pancasila lahir itu luar biasa. Bung Karno menelurkan banyak ide dan gagasan. Dari berbagai ideologi yang masuk, termasuk juga dengan dogma agama seperti sila Ketuhanan Yang Maha Esa, ini menjadi gambaran bahwa Indonesia sangat beragam dan berhasil disatukan,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Tantangan Literasi di Era Digital

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Aspirasi Warga Tak Akan Tergusur Program Prioritas

Namun, di balik kokohnya nilai-nilai tersebut, Rafael menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi saat ini. Pesatnya arus informasi di era digital dan media sosial dinilai menjadi tantangan berat bagi eksistensi Pancasila jika tidak diimbangi dengan literasi yang kuat.

Ia tidak menampik adanya kekhawatiran terhadap kecepatan informasi di media sosial yang berpotensi mengikis pemahaman ideologi bangsa.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Tegaskan Pilkades Digital Jabar Tak Ubah Esensi Pemilihan

“Informasi di media sosial itu cepat sekali. Tanpa diimbangi oleh literasi yang kuat soal Pancasila dan pendidikan, memang agak repot. Cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Desak Negara Ambil Peran

Melihat fenomena tersebut, Rafael mendesak pemerintah selaku pengampu kepentingan untuk mengambil langkah konkret. Ia berharap ada sebuah gerakan masif yang digagas oleh negara untuk kembali membumikan nilai-nilai dasar Pancasila kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Saya berharap ada sebuah gerakan yang terutama digagas oleh negara sebagai pengampu kepentingan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila,” tegas legislator asal Jawa Barat tersebut.

Baca Juga:  Menjaga Warisan Leluhur, Rafael Ajak Pelajar Cimahi Rawat Budaya Sunda

Ia menambahkan, prinsip dasar Pancasila yang menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa majemuk yang menghargai perbedaan suku dan agama, serta komitmen terhadap keadilan sosial, harus terus diperjuangkan dan dirawat bersama.

“Kita berasal dari bangsa yang majemuk, yang menghargai terlepas perbedaan suku dan agama. Kita juga punya keadilan sosial, dan keadilan sosial itu adalah sesuatu yang harus terus diperjuangkan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.