Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

By Putra JuangJumat, 12 Desember 2025 17:55 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Instagram @rafaelsitumorangsh.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penanganan banjir Bandung Raya yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang berfokus pada pengembalian fungsi tata ruang alam hingga pembangunan bendungan, mendapatkan respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar.

Gubernur Dedi menyatakan bahwa mulai tahun 2026, Pemprov Jabar akan secara agresif menangani masalah banjir tahunan ini, terutama melalui dua aspek utama yakni pengelolaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur.

Dukungan Dewan: Penegakan Aturan Tata Ruang Wajib

Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang menyambut baik langkah-langkah yang diusulkan Dedi Mulyadi. Ia menilai inisiatif ini sebagai hal yang positif mengingat persoalan lingkungan di Jawa Barat yang semakin menurun.

“Saya melihat langkah itu sebagai hal yang positif. Secara nasional, termasuk di Jawa Barat, kita menghadapi persoalan lingkungan yang semakin menurun,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).

Rafael Situmorang menyebut, kekhawatiran terhadap potensi bencana besar serupa yang pernah terjadi di wilayah lain menjadi alasan kuat mengapa penegakan aturan tata ruang wajib dilakukan.

“Kalau suatu saat muncul fenomena seperti di Sumatera, bencana besar yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi, kita tentu khawatir. Karena itu, penegakan aturan tata ruang memang wajib dilakukan,” tegasnya.

Dialog Sosial Sebagai Kunci Utama

Meskipun mendukung penuh penegakan tata ruang dan perbanyakan ruang hijau, Rafael Situmorang memberikan sorotan kritis mengenai potensi dampak sosial dari kebijakan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa banyak lokasi yang ditargetkan untuk dikembalikan ke fungsi alaminya sudah terlanjur menjadi tempat usaha yang melibatkan mata pencaharian masyarakat.

Oleh karena itu, politisi PDIP ini menekankan bahwa kunci keberhasilan kebijakan ini adalah dialog dengan masyarakat.

“Kuncinya dialog dengan masyarakat. Persoalannya kan bukan hanya lingkungan, tapi juga sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Ia mendesak agar pemerintah tidak hanya fokus pada aspek lingkungan semata, tetapi juga harus menyiapkan solusi dan jalan keluar yang konkret bagi masyarakat yang usahanya terdampak.

“Maka pemerintah harus menyiapkan solusi dan jalan keluar agar tidak menimbulkan gejolak. Betul, dialog itu penting,” tandasnya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa tata ruang harus dikembalikan ke fungsi alamnya, termasuk memperbanyak ruang hijau dan menghentikan total alih fungsi lahan dari perkebunan teh/hutan menjadi perkebunan sayur yang tidak menguatkan tanah.

“Mereka yang mengalihfungsikan lahan harus mengembalikannya menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lainnya, agar tidak menimbulkan sedimentasi ke Sungai Citarum,” kata Dedi, Rabu (10/12/2025).

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan bendungan di kawasan Kertasari, Kabupaten Bandung, sebagai solusi pengendalian banjir jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jabar penanganan banjir bandung raya Rafael Situmorang tata ruang Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.