Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

By Putra JuangJumat, 12 Desember 2025 17:55 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Instagram @rafaelsitumorangsh.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penanganan banjir Bandung Raya yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang berfokus pada pengembalian fungsi tata ruang alam hingga pembangunan bendungan, mendapatkan respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar.

Gubernur Dedi menyatakan bahwa mulai tahun 2026, Pemprov Jabar akan secara agresif menangani masalah banjir tahunan ini, terutama melalui dua aspek utama yakni pengelolaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur.

Dukungan Dewan: Penegakan Aturan Tata Ruang Wajib

Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang menyambut baik langkah-langkah yang diusulkan Dedi Mulyadi. Ia menilai inisiatif ini sebagai hal yang positif mengingat persoalan lingkungan di Jawa Barat yang semakin menurun.

Baca Juga:  Mahasiswa UPI Jadi Korban Penusukan Saat Aksi Demo di Bandung, Begini Kronologinya

“Saya melihat langkah itu sebagai hal yang positif. Secara nasional, termasuk di Jawa Barat, kita menghadapi persoalan lingkungan yang semakin menurun,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).

Rafael Situmorang menyebut, kekhawatiran terhadap potensi bencana besar serupa yang pernah terjadi di wilayah lain menjadi alasan kuat mengapa penegakan aturan tata ruang wajib dilakukan.

“Kalau suatu saat muncul fenomena seperti di Sumatera, bencana besar yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi, kita tentu khawatir. Karena itu, penegakan aturan tata ruang memang wajib dilakukan,” tegasnya.

Dialog Sosial Sebagai Kunci Utama

Baca Juga:  Kejar Optimalisasi Layanan, Kepala Bapenda Jabar: Kami Siap Bekerja Keras

Meskipun mendukung penuh penegakan tata ruang dan perbanyakan ruang hijau, Rafael Situmorang memberikan sorotan kritis mengenai potensi dampak sosial dari kebijakan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa banyak lokasi yang ditargetkan untuk dikembalikan ke fungsi alaminya sudah terlanjur menjadi tempat usaha yang melibatkan mata pencaharian masyarakat.

Oleh karena itu, politisi PDIP ini menekankan bahwa kunci keberhasilan kebijakan ini adalah dialog dengan masyarakat.

“Kuncinya dialog dengan masyarakat. Persoalannya kan bukan hanya lingkungan, tapi juga sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Ia mendesak agar pemerintah tidak hanya fokus pada aspek lingkungan semata, tetapi juga harus menyiapkan solusi dan jalan keluar yang konkret bagi masyarakat yang usahanya terdampak.

Baca Juga:  Ramai Isu Danai Buzzer Pakai APBD, Dedi Mulyadi Tantang Warga Telusuri Anggaran

“Maka pemerintah harus menyiapkan solusi dan jalan keluar agar tidak menimbulkan gejolak. Betul, dialog itu penting,” tandasnya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa tata ruang harus dikembalikan ke fungsi alamnya, termasuk memperbanyak ruang hijau dan menghentikan total alih fungsi lahan dari perkebunan teh/hutan menjadi perkebunan sayur yang tidak menguatkan tanah.

“Mereka yang mengalihfungsikan lahan harus mengembalikannya menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lainnya, agar tidak menimbulkan sedimentasi ke Sungai Citarum,” kata Dedi, Rabu (10/12/2025).

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan bendungan di kawasan Kertasari, Kabupaten Bandung, sebagai solusi pengendalian banjir jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.