Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi

Rabu, 4 November 2026 15:32 WIB

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Rabu, 4 November 2026 15:05 WIB

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Sepakat Tinjau Konsesi Lahan, Akui Konflik Agraria Sudah Berlarut-larut Puluhan Tahun

By Putra JuangRabu, 10 Desember 2025 17:19 WIB2 Mins Read
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rafael Situmorang menyatakan kesepakatannya untuk menindaklanjuti persoalan agraria yang disebutnya sebagai isu yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Hal ini disampaikan Rafael Situmorang menanggapi tuntutan peserta aksi dari Gerakan Reforma Agraria dan Lingkungan Hidup Se-Jabar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Selasa (9/12/2025).

Rafael Situmorang mengakui bahwa konflik agraria di Jabar adalah persoalan yang telah berlarut-larut. Ia bahkan menyebut bahwa dewan sempat mendiskusikan perlunya pembentukan Pengadilan Agraria khusus mengingat proses penyelesaian di pengadilan biasa yang dinilai sulit dan panjang.

“apakah perlu dibuatkan Pengadilan Agraria khusus, karena kalau pengadilan biasa susah dan prosesnya panjang,” ucap Rafel Situmorang.

Baca Juga:  Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

Yang menarik, Rafael Situmorang menyiratkan adanya kesepakatan di kalangan dewan terkait perlunya evaluasi terhadap penguasaan lahan oleh BUMN.

“Jadi sudah konkrit, kalau kami sepakat, karena bagi kami sejarah BUMN memang tanda kutip rampasan perang, harta gonimah, karena Belanda balik, kemudian diambil oleh negara,” kata Rafael Situmorang.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa DPRD Jabar memandang konflik lahan yang melibatkan BUMN memiliki akar sejarah yang kompleks, yaitu berasal dari aset-aset yang diambil alih negara pasca-peninggalan kolonial.

“Jadi soal agraria ini kan sudah puluhan tahun kita perjuangkan, cuman konflik lahan ini sudah panjang,” tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar, Wahyudin Iwang menyoroti parahnya ketimpangan penguasaan lahan di provinsi tersebut. Menurutnya, kebijakan pengelolaan lahan cenderung menguntungkan pemilik modal, menyebabkan alih fungsi tak terkendali, dan berujung pada krisis iklim serta bencana alam.

Baca Juga:  Walhi Jabar Sebut Alih Fungsi Alam Jadi Penyebab Meluasnya Banjir di Kawasan Bandung

“Ketimpangan penguasaan lahan hingga saat ini itu terus terjadi. Rakyat semakin tergusur, rakyat semakin sulit akses terhadap ruang,” tegas Iwang.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim khusus atau Panitia Khusus (Pansus) guna melakukan evaluasi dan kajian kebijakan, serta mengevaluasi seluruh izin konsesi yang berada di wilayah pengelolaan Perhutani, PTPN, dan BKSDA.

Mereka juga menuntut pembukaan akses lahan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang kelola.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.