Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 06:00 WIB

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

Rabu, 29 Juli 2026 05:00 WIB

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Rabu, 29 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
  • Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!
  • Gila! Penalti Gagal Tak Bikin Menyerah, Balsa Sekulic Cetak Gol Penentu Persib Lolos Semifinal
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 17 April 2026 21:00 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti sejumlah tantangan mendasar dalam upaya reformasi kepolisian, mulai dari persoalan kultur hingga lemahnya sistem pengawasan.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi Seminar Nasional di Rooftop DPRD Jawa Barat.

Rafael menilai, salah satu tantangan utama terletak pada kultur internal kepolisian yang masih dipengaruhi pola lama, termasuk pendekatan yang beririsan dengan kultur militer.

“Tantangan pertama adalah soal kultur di kepolisian, yang menurut saya masih ada pengaruh dari pola lama, termasuk dari kultur militer,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam praktik di lapangan masih ditemukan pendekatan yang mengedepankan tekanan dalam proses pemeriksaan.

“Bagaimana mengejar pengakuan tersangka yang kadang masih menggunakan cara-cara kekerasan. Ini menurut saya bagian dari persoalan kultur,” tegasnya.

Selain kultur, Rafael juga menekankan pentingnya perbaikan sistem rekrutmen untuk menghasilkan aparat yang lebih profesional dan berintegritas.

“Proses rekrutmen juga perlu diperbaiki agar menghasilkan aparat yang lebih profesional,” katanya.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam membangun institusi kepolisian yang modern.

Lebih jauh, Rafael menyoroti peran Komisi Kepolisian Nasional yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan.

“Kita memang punya Komisi Kepolisian, tapi secara kewenangan masih terbatas,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini peran lembaga tersebut lebih bersifat rekomendatif dan belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh.

“Perannya lebih banyak pada rekomendasi, dan menurut saya itu belum cukup kuat,” tambahnya.

Rafael mendorong agar reformasi kepolisian tidak hanya menyentuh aspek internal, tetapi juga memperkuat lembaga pengawas melalui revisi regulasi.

“Oleh karena itu, reformasi kepolisian harus mencakup penguatan institusi Komisi Kepolisian sebagai lembaga pengawas,” tegasnya.

Ia juga menilai revisi undang-undang diperlukan agar pengawasan bisa berjalan lebih efektif.

“Dalam beberapa kasus terlihat Komisi Kepolisian tidak bisa berbuat banyak akibat keterbatasan kewenangan,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Rafael mengingatkan bahwa potensi penyalahgunaan kewenangan masih terbuka jika tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat.

“Potensi penyalahgunaan kewenangan masih bisa terjadi jika tidak ada pengawasan yang kuat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar jawa barat Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.