bukamata.id – Niat hati mengejar layang-layang putus, seorang bocah berinisial F (13) justru harus mengalami kejadian mengerikan. Lengan sebelah kiri remaja asal Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ini menancap pada pagar besi rumah warga yang berujung tajam.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Rabu (10/6/2026) sore sekitar pukul 17.15 WIB. Korban yang kala itu tengah asyik berburu layangan putus di area Jalan Cempaka, nekat memanjat sebuah pagar hunian warga demi meraih buruannya. Naas, posisinya goyah hingga ujung besi pagar yang berbentuk runcing bak tombak merobek dan menembus lengannya.
Aparat dari Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi yang menerima laporan darurat segera menerjunkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
“Betul, kami melakukan evakuasi terhadap seorang anak yang lengan sebelah kirinya menancap di pagar besi. Yang bersangkutan mengejar layangan,” kata Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, Rabu (10/6/2026).
Evakuasi Menegangkan Menggunakan Gerinda
Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, suasana mencekam menyelimuti tempat kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi terkulai lemas dengan posisi berdiri. Guna mencegah luka robek semakin parah, warga sekitar berinisiatif memegangi tubuh korban agar besi tidak bergeser.
“Posisi sudah lemas, besi menancap lumayan dalam dan membuat lengan korban berdarah tapi tidak terlalu banyak. Warga tidak berani melakukan evakuasi karena khawatir ada salah penanganan,” jelas Aep.
Mengingat korban berada dalam kondisi syok berat, tim Damkar harus mengambil tindakan medis darurat dengan ekstra waspada. Menarik lengan korban secara paksa sangat berisiko merusak jaringan saraf. Akhirnya, petugas memutuskan untuk memotong struktur besi tersebut menggunakan mesin gerinda.
“Setelah kondisi korban lebih tenang, petugas melakukan pemotongan besi pagar yang menancap menggunakan gerinda. Setelah berhasil dipotong, kemudian korban bersama besi yang masih menancap langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ungkap Aep.
Peringatan Keras Menjelang Libur Sekolah
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi para orang tua, terutama menjelang musim libur panjang sekolah. Fenomena berburu layangan putus sering kali membuat anak-anak abai terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Pihak pemadam kebakaran mewanti-wanti agar pengawasan terhadap aktivitas luar ruang anak-anak semakin diperketat guna menghindari fatalitas di jalanan atau pemukiman.
“Kami minta anak-anak jangan mengejar layang-layang putus, karena bisa terjadi kejadian serupa dan kejadian lainnya seperti tertabrak kendaraan atau terjatuh dengan kondisi yang membahayakan,” pungkas Aep.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










