Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Rabu, 4 November 2026 06:00 WIB

Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 4 November 2026 02:00 WIB
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

By Mulki AlbarRabu, 10 Juni 2026 19:25 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PPP, Zaini Shofari. Foto: Instagram @petigajabar.official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026). Menurutnya, lonjakan harga tersebut menjadi sinyal semakin beratnya tantangan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga Pertamax (RON 92) di Jawa Barat naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Meski harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan, Zaini menilai dampak kenaikan BBM nonsubsidi tetap akan dirasakan oleh masyarakat luas melalui kenaikan berbagai kebutuhan lainnya.

“Biasanya kalau BBM naik, berarti kebutuhan menjadi ikut naik juga. Karena kebijakan energi itu dari pusat, berarti semakin terbatas kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi,” kata Zaini saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga:  Godok Rekomendasi untuk Mendagri, ASDEPSI Gelar Rapat Kerja Strategis di Bandung

Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak terlepas dari berbagai tekanan ekonomi yang sedang dihadapi pemerintah, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, berkurangnya penerimaan negara, hingga kondisi geopolitik global yang masih bergejolak.

Kondisi tersebut dinilai membuat ruang gerak pemerintah dalam mempertahankan stabilitas harga menjadi semakin terbatas, sehingga dampaknya berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga:  Bukan Konflik Hanya 'Salah Oper', Kata DPRD Jabar soal Wagub Erwan dan Sekda Herman

Dalam kesempatan itu, Zaini juga sempat menyinggung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya kerap mendapat apresiasi karena mampu menjaga harga BBM tetap stabil.

“‘Mas Bahlil Ganteng’ sekarang dipertanyakan juga, karena naik oge. Dulu ada lagunya karena berhasil tidak menaikkan harga bensin,” ujarnya sambil berkelakar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa yang perlu menjadi perhatian utama adalah dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga:  Paripurna DPRD Jabar: Masa Sidang II Dimulai, Struktur AKD 2026 Disahkan

Menurutnya, kenaikan biaya energi hampir selalu diikuti oleh kenaikan biaya distribusi barang yang pada akhirnya berpotensi mendorong harga kebutuhan sehari-hari ikut naik.

“Kalau bensin naik, otomatis kebutuhan bakal naik. Yang ditakutkan ini kebutuhan pokok, terutama di kampung-kampung dan daerah. Memang masyarakat tidak menggunakan Pertamax, tetapi dampaknya tetap akan terasa,” tegasnya.

Zaini berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan dampak kenaikan harga energi terhadap kebutuhan pokok, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.