Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh SPMB 2026, Anggota DPRD Jabar Nilai Kepala Disdik yang Harus Bertanggung Jawab

By Mulki AlbarRabu, 10 Juni 2026 18:20 WIB2 Mins Read
Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung tingkat SMA di Jawa Barat tahun 2026. Foto: Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari menilai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tidak bisa hanya dibebankan kepada pejabat teknis di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Penilaian tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar, menyusul berbagai polemik yang mewarnai pelaksanaan SPMB 2026.

Menurutnya, Tikomdik hanya menjalankan fungsi teknis dari sebuah kebijakan yang lebih besar. Sementara tanggung jawab utama tetap berada pada pimpinan instansi yang mengendalikan seluruh proses tersebut.

“Saya pikir Tikomdik itu bagian teknis dari sebuah kebijakan. Yang membuat kebijakan tentu ada struktur di atasnya, ada kepala dinas sebagai penanggung jawab,” ujar Zaini saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Umumkan Hasil Tes DNA Pegi Setiawan Cianjur, Fix Bukan Anak Mantan Bupati

Ia menegaskan bahwa pencopotan atau pergantian pejabat teknis merupakan hak dan kewenangan gubernur. Namun langkah tersebut dinilai belum menyentuh pihak yang bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap pelaksanaan kebijakan.

“Kalau pun dicopot atau diganti, itu kewenangan gubernur. Tapi Tikomdik hanya bagian kecil dari wilayah sebuah kebijakan. Yang harus bertanggung jawab tentu pihak yang memimpin dan mengendalikan kebijakan tersebut,” katanya.

Karena itu, ia menilai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat merupakan pihak yang paling layak dimintai pertanggungjawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan SPMB 2026, termasuk gangguan sistem dan keluhan masyarakat terkait proses penerimaan murid baru.

Baca Juga:  Viral! Kabid Dishub Bogor Briefing Sopir Angkot Jangan Asal Jawab Pertanyaan Dedi Mulyadi

Menurutnya, setiap persoalan teknis yang terjadi di lingkungan dinas tetap menjadi tanggung jawab pimpinan lembaga.

Selain menyoroti persoalan pencopotan pejabat, ia juga mengungkapkan hasil evaluasi yang dilakukan DPRD Jawa Barat setelah melakukan audiensi dengan siswa, orang tua murid, serta jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Disdik Jabar bersama Tikomdik disebut telah berkomitmen untuk melakukan berbagai perbaikan sistem agar proses pendaftaran dan seleksi peserta didik baru dapat berjalan lebih baik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Kaji Wacana Hapus Pajak Kendaraan, Diganti Sistem Jalan Berbayar

“Kemarin Dinas Pendidikan dan Tikomdik berjanji tidak akan ada lagi masalah dalam sistem pendaftaran. Mereka berjanji akan melakukan perbaikan agar SPMB 2026 berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sebelumnya, pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Barat menuai sorotan setelah muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait gangguan aplikasi, perubahan data pemetaan calon murid baru, hingga persoalan teknis lainnya yang menyebabkan kebingungan di kalangan orang tua dan peserta didik. Langkah pencopotan Kepala Tikomdik pun menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan sistem tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Disdik Jabar DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.