bukamata.id – Menjadi legislator bukan sekadar soal politik, tetapi juga soal pemahaman yang utuh terhadap berbagai aspek kehidupan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, saat ditemui di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa (14/4/2026)
Rafael menegaskan, mahasiswa yang memiliki cita-cita menjadi legislator harus mempersiapkan diri sejak dini, dimulai dari hal paling dasar: belajar.
“Pertama tentu harus belajar. Kedua, harus memperluas pemahaman di berbagai aspek, baik pendidikan, sosiologis, maupun politik,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini penting karena produk utama dari lembaga legislatif adalah produk hukum tertulis, seperti undang-undang dan peraturan daerah.
Rafael menjelaskan, proses pembentukan produk hukum tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik. Pasalnya, lembaga legislatif diisi oleh para pejabat politik.
“Produk hukum ini dibuat oleh lembaga negara yang diisi oleh pejabat politik, sehingga nuansa politik pasti sangat kental,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa nuansa politik tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum.
“Nuansa politik itu harus diimbangi dengan prinsip nomokrasi, yaitu supremasi hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap konstitusi menjadi hal penting sebagai “pagar” agar setiap produk legislasi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Rafael memberikan pesan sederhana namun mendalam bagi mahasiswa.
“Tetap belajar, tetap berjuang. Mudah-mudahan setelah lulus kuliah, siap menjadi legislator-legislator yang baik,” ucapnya.
Bagi Rafael, menjadi legislator bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab besar dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










