bukamata.id — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, memberikan peringatan keras kepada para orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menegaskan bahwa dana bantuan pendidikan tersebut harus digunakan murni untuk keperluan sekolah anak, bukan untuk kebutuhan lain yang tidak mendesak.
Hal itu disampaikannya di hadapan para orang tua murid saat melakukan sosialisasi dan pemantauan program PIP di Kota Cimahi, Senin (18/5/2026).
“Nanti kalau sudah cair, Bapak Ibu, saya titip program ini untuk anak, keur budak lain keur urusan lain (untuk anak, bukan untuk urusan lain). Tadi kepentingannya untuk sekolah; anak beli seragam, beli sepatu, dan lain-lain. Jangan untuk kepentingan di luar sekolah,” ujar Rafael.
Bahkan, dengan nada bercanda namun tegas, Rafael menyentil para ibu agar tidak memberikan uang tersebut kepada suami untuk hobi pribadi, seperti memancing.
“Nah, memancing. Jadi siap tidak? Siap pasea (bertengkar) kalau si Bapak minta uangnya buat mancing? Harus siap. Kalau disalahgunakan, bisa-bisa tahun depan tidak dapat lagi,” kelakarnya yang disambut tawa para orang tua.
Mekanisme Pengajuan Ulang dan Aturan Integrasi Data
Rafael menjelaskan bahwa bantuan PIP ini diberikan setahun sekali dan status kepesertaannya harus terus diperbarui (update) setiap tahun. Namun, ia mengingatkan ada pengecualian bagi siswa yang berada di kelas akhir.
Siswa Kelas Akhir: Bagi siswa yang berada di tingkat akhir (kelas 6 SD, 9 SMP, atau 12 SMA), bantuan akan dijeda terlebih dahulu. Pengajuan baru bisa dilakukan setelah mereka resmi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.
Perubahan Status Ekonomi: Bantuan bisa dihentikan jika kondisi ekonomi keluarga penerima sudah meningkat drastis.
“Tahun depan silakan di-update. Kalau Ibu ternyata tahun depan beli Fortuner tiga, atau punya rumah di Summarecon, ya tidak bisa lagi. Atau tiba-tiba suaminya jadi Wali Kota Bandung, kan kita tidak tahu nasib orang. Kalau asetnya sudah atas nama Bapak Ibu, pasti terdeteksi sistem,” jelasnya.
Jamin Bebas Pungli, Rafael: Ada yang Minta Uang, Laporkan!
Dalam kesempatan tersebut, Rafael juga membagikan kontak aduan resmi untuk mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan program ini demi keuntungan pribadi. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan PIP melalui jalurnya sama sekali tidak dipungut biaya (zero pungli).
“Kalau ada yang mengatasnamakan saya meminta uang atau pungutan, tidak ada! Kami dari PDI Perjuangan tidak ada yang meminta uang. Bahkan, saya kasih bocoran, untuk mengurus ini (operasional tim) per orang itu ada biayanya dari saya, jadi warga jangan mau dipungut biaya lagi,” tegas Rafael.
Ia meminta warga untuk memanfaatkan nomor telepon yang dibagikan, baik untuk keperluan registrasi ulang tahun depan maupun sebagai saluran pengaduan jika menemukan indikasi pemotongan dana di lapangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










