bukamata.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) Jawa Barat dan BEM Nusantara memberikan penilaian menohok terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Sepanjang tahun 2025, pelayanan publik di Jabar dinyatakan mengecewakan dan mendapatkan predikat “TIDAK LULUS”.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @bemsi.jabar, para mahasiswa memaparkan hasil evaluasi yang menyebutkan bahwa angka pengelolaan pelayanan publik masih jauh dari harapan. Dengan menggunakan narasi berbahasa Sunda, mereka menyebut Jawa Barat telah menghasilkan “Ijazah Merah” di mata warganya sendiri.
Rapor Jujur untuk Jawa Barat
Dalam caption unggahannya, pihak BEM menyoroti lima poin krusial yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi masyarakat:
- Kesehatan: Distribusi layanan yang belum merata.
- Pendidikan: Kebijakan yang dinilai belum konsisten.
- Ekonomi: Dampak pembangunan yang belum dirasakan secara luas.
- Birokrasi: Dinilai hanya bagus secara pencitraan, namun lambat secara teknis layanan.
- Keadilan Sosial: Minimnya ruang dialog antara pemerintah dan rakyat.
“Wargi Jabar, ieu rapor jujur tina urang sadayana. Dumasar pangalaman warga salaku pamaké layanan publik, Pamaréntah Provinsi Jawa Barat: TIDAK LULUS,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip Senin (9/2/2026).
Sebagai langkah konkret, aliansi mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit transparan, memperkuat institusi alih-alih hanya menonjolkan figur pemimpin, serta membuka hasil evaluasi internal kepada publik secara rutin.
Reaksi Netizen: Antara Dukungan dan Kritik Balik
Unggahan tersebut memicu perdebatan hangat di kolom komentar. Masyarakat terbelah antara mendukung sikap kritis mahasiswa dan mempertanyakan objektivitas penilaian tersebut dibandingkan periode kepemimpinan sebelumnya.
Berikut beberapa komentar yang menarik perhatian:
- Dukungan Kritis: “Hayu urang bebenah Jawa Barat! Cinta sosok boleh, tapi tetap kritis itu harus. Jangan cinta buta okay,” tulis salah satu netizen.
- Tuntutan Konsistensi: “Kudu kritis terus, salami masyarakat Jabar tcn kenging pelayanan anu sae sareng kebijakan nu sae dipamarentah mh (Harus kritis terus selama masyarakat Jabar belum dapat pelayanan dan kebijakan yang bagus),” timpal warga lainnya.
- Sentimen Perbandingan: Namun, ada pula yang mempertanyakan mengapa aksi serupa tidak masif di masa lalu. “Periode sebelumnya kacau kok enggak ada demo dan ijazah kayak gini…,” komentar seorang pengguna Instagram.
- Keluhan Infrastruktur: Ada juga yang menyinggung masalah jalanan, “Kudu ku saha atuh,, ayeuna geus karasa jalan laleucir anger keneh wae diubrak-abrik (Harus sama siapa atuh, sekarang sudah kerasa jalan sudah bagus malah diubrak-abrik lagi).”
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait “Rapor Merah” yang dirilis oleh aliansi mahasiswa tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











