Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Senin, 28 September 2026 13:23 WIB

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

Senin, 28 September 2026 13:15 WIB

Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib

Senin, 28 September 2026 11:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rasakan Manfaat Insentif Guru Ngaji, Ombah Romlah Harap Bedas Lanjut Dua Periode

By Putra JuangSabtu, 7 September 2024 14:03 WIB3 Mins Read
Ombah Romlah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ombah Romlah, warga Kampung Cibiru Beet, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung telah mengabdikan diri selama puluhan tahun sebagai guru ngaji.

Ibu rumah tangga berusia 53 tahun ini mengaku, sejak remaja dirinya telah mengajar ngaji dari satu masjid ke masjid yang lain.

“Kalau mengajar ngaji sejak remaja sampai sekarang, tapi kalau dulu karena sambil kerja jadi hanya mengajar ngaji di masjid,” ucap Ombah saat ditemui di kediamannya, Sabtu (7/9/2024).

Setelah memutuskan bekerja pada tahun 2014, Ombah pun mulai mengajar di Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Ikhlas.

“Setelah berhenti kerja tahun 2014, ibu mulai mengajar di DTA. Jadi dari masjid pindah ke DTA,” ujarnya.

Ombah mengatakan, ada sebanyak 46 murid yang menjadi anak didinya di DTA Al-Ikhlas

Baca Juga:  HUT ke-79 RI: Kang DS Dukung  Visi Indonesia Emas Lewat 13 Program Prioritas

“Kalau muridnya yang pegangan ibu ada 46 murid. Sehari-harinya ngajar dari jam 2 sampai jam 5 dari Senin sampai Sabt,” imbuhnya.

Saat ini, Ombah tercatat sebagai salah satu penerima manfaat Insentif Guru Ngaji, sebuah program yang diinisiasi oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Ombah mengaku, awalnya dia didaftarkan oleh lembaga tempat dirinya mengajar.

“saya diajuin oleh lembaga DTA dan di ACC sama bapak RW setempat,” ungkapnya.

Sejak tahun 2021, kata Ombah, dirinya sudah merasakan manfaat dari program Insentif Guru Ngaji.

“Ibu masuk dari tahun 2021 menerima insentif guru ngaji. Alhamdulillah rutin setiap tiga bulan sekali,” akunya.

Dari program tersebut, Ombah bahkan tercatat sebagai salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ibu kan dulu BPJS mandiri, Alhamdulillah dari program guru mengaji pembayarannya jadi dialihkan ke pemerintah, jadi dari program guru mengaji. Alhamdulillah juga ibu punya BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, Bupati Bandung Hadiri Harlah ke-46 Desa Banjaran Wetan

Oleh karena itu, Ombah berharap program Insentif Guru Ngaji ini bisa terus berlanjut di kepemimpinan Dadang Supriatna periode kedua nanti.

“Mudah-mudahan ini berlanjut ya, nanti kalau misalkan bapak bupati terpilih lagi, mudah-mudahan terpilih lagi berlanjut juga program ini dan mudah-mudahan kedepannya akan bertambah lagi yang akan mendapatkan insentif guru ngaji,” harapnya.

“Soalnya di sini masih banyak yang ngajar di masjid, yang ngajar di DTA dan belum terkoordinir. Semoga bapak bupati kita tetap jaya, Bedas! Bedas! Bedas!” tandasnya.

Untuk diketahui, program insentif guru ngaji ini menjadi salah satu dari 13 program prioritas Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang diapresiasi warganya. Program ini dilakukan dengan memberikan insentif kepada para guru ngaji se-Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Borong Tiga Penghargaan Program HAMBK dari Pemerintah Australia

Dadang mengatakan, anggaran insentif guru ngaji mencapai Rp109 miliar. Adapun jumlah kuota guru ngaji yang mendapatkan insentif adalah sebanyak 17.000 orang.

Per Mei 2024, 15.881 orang yang baru terserap dalam program insentif guru ngaji se-Kabupaten Bandung ini. Dadang berharap, insentif untuk guru ngaji ini bermanfaat dan berkah.

“Kenapa kita memberikan insentif kepada guru ngaji? Teringat saat saya jadi Kepala Desa Tegalluar pada usia 26 tahun atau 27 tahun, pada saat itu saya tidak punya uang. Tetapi roda pemerintahan harus berjalan, sehingga pada saat itu saya sudah bisa memberikan perhatian kepada ustad dan ustadzah, disamping perangkat desa, LKMD waktu itu,” kata Dadang, Rabu (28/8/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna guru ngaji Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.