bukamata.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak kembali digemparkan oleh kasus dugaan kekerasan fisik yang melibatkan kepala sekolah.
Seorang siswa SMAN 1 Cimarga diduga menjadi korban penamparan oleh kepala sekolahnya sendiri, Dini Fitria, setelah ketahuan merokok di lingkungan sekolah.
Orangtua Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi
Kasus ini mencuat setelah orangtua korban, Tri Indah Alesti, resmi melaporkan sang kepala sekolah ke Polres Lebak.
Laporan tersebut dibenarkan oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak, Ipda Limbong, yang mengonfirmasi adanya dugaan kekerasan fisik di lingkungan sekolah.
“Betul, ada laporan terkait kekerasan fisik,” ujar Ipda Limbong.
Sementara itu, pihak keluarga korban memilih untuk tidak banyak memberikan komentar karena kasus ini sudah ditangani oleh kuasa hukum.
Kepala Sekolah Akui Menegur Siswa Secara Emosional
Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, mengaku bahwa insiden tersebut terjadi secara spontan saat kegiatan Jumat Bersih di sekolah. Ia mengaku kecewa karena siswa yang tertangkap merokok tidak jujur saat ditegur.
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi,” jelas Dini.
Namun, Dini menegaskan bahwa tindakannya bukan pemukulan keras, melainkan bentuk teguran spontan karena tidak terima dengan sikap siswa yang dianggap tidak sopan.
Ratusan Siswa Mogok Sekolah
Insiden ini berbuntut panjang. Suasana di SMAN 1 Cimarga memanas setelah lebih dari 600 siswa melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes terhadap tindakan kepala sekolah.
“Sekitar 630 murid. Kami sudah koordinasi agar kegiatan belajar tetap kondusif, tapi ternyata anak-anak punya cerita sendiri,” kata Dini.
Aksi protes para siswa itu sempat menjadi viral di media sosial setelah beredar foto spanduk bertuliskan:
“Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan.”
Walau spanduk tersebut kini telah dicopot, aksi itu menjadi perhatian publik dan menambah tekanan terhadap pihak sekolah.
Kasus Masih dalam Proses Penyelidikan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan kekerasan tersebut.
Polres Lebak memastikan akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak.
Kasus dugaan kekerasan di SMAN 1 Cimarga ini menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan agar penegakan disiplin di sekolah dilakukan tanpa kekerasan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











