Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot

Minggu, 19 April 2026 19:03 WIB

Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan

Minggu, 19 April 2026 18:29 WIB

Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2026, Indonesia Hadapi Thailand dan Taiwan

Minggu, 19 April 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot
  • Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan
  • Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2026, Indonesia Hadapi Thailand dan Taiwan
  • Link Video Syakirah 16 Part Viral, Netizen Ramai Cari di Telegram dan TikTok
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Siapa Bu Atun? Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral Dilejek Siswa, Ternyata Punya Jasa Luar Biasa di Luar Sekolah!
  • Viral! Ronald Sinaga Sebut Bupati Purwakarta ‘Agak Laen’ Usai Kasus Pengeroyokan Hajatan Warga
  • Link Video Telegram ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Asli? Ini Fakta Mengejutkannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 19 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Buntut Penyerangan di Surabaya, Viking Persib Club Resmi Istirahatkan Slogan ‘Viking Bonek Satu Hati’

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 14:31 WIB4 Mins Read
Persib. Foto: Dok. Persib.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Harapan untuk merajut perdamaian antar-suporter melalui slogan “Viking Bonek Satu Hati” kini menemui jalan terjal. Pasca-insiden penyerangan yang menimpa delegasi Viking Persib Club (VPC) di Surabaya pada awal Maret 2026, organisasi suporter tersebut akhirnya mengambil keputusan tegas. Pada Kamis, 5 Maret 2026, VPC resmi menyatakan mengistirahatkan slogan tersebut sebagai bentuk refleksi mendalam atas peristiwa yang baru saja terjadi.

Keputusan ini diambil setelah rombongan VPC yang bertandang ke Surabaya mengalami teror fisik yang tak terduga. Padahal, kunjungan yang berlangsung pada 1 Maret 2026 itu mulanya dirancang sebagai misi silaturahmi, sekaligus bentuk penghormatan terhadap amanat para pendahulu organisasi, termasuk almarhum Ayi Beutik.

Meninjau Ulang Makna Persaudaraan

VPC menegaskan bahwa kehadiran mereka di Surabaya adalah langkah untuk merajut komunikasi yang lebih baik, bukan untuk mencari keributan. Namun, realita di lapangan berkata lain. Adanya dugaan penyerangan oleh oknum tak dikenal membuat VPC memilih untuk menarik diri sejenak.

Dalam pernyataan resminya, VPC menekankan niat awal mereka:

Baca Juga:  Persib Bandung Cetak Sejarah, Liga Indonesia Naik Drastis di Ranking Asia

“Kehadiran perwakilan Viking Persib Club di Surabaya merupakan bentuk amanat dan pesan moral para pendahulu kami. Niat kedatangan kami untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsuporter, bukan untuk menciptakan konflik,”.

Lebih lanjut, VPC merasa bahwa slogan “Viking Bonek Satu Hati” saat ini belum menemukan momentum yang tepat untuk digaungkan kembali. Mereka memilih untuk mengambil langkah mundur demi keselamatan dan kehormatan organisasi.

“Dengan mempertimbangkan situasi dan realita yang terjadi akhir-akhir ini, serta demi menjaga keselamatan dan kehormatan organisasi, Viking Persib Club menyatakan untuk menjaga jarak dan mengistirahatkan slogan ‘Viking Bonek Satu Hati’. Kami menilai slogan tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini sehingga perlu waktu untuk merefleksikan kembali cita-cita dari slogan tersebut,”.

VPC juga kembali mengingatkan bahwa esensi sepak bola seharusnya berakhir saat peluit panjang dibunyikan.

“Rivalitas cukup 90 menit di dalam lapangan. Setelah itu kita tetap waras. Rivalitas bukan pembenaran untuk tindakan brutalitas yang berujung pada tindak pidana,”.

Baca Juga:  Persib Siap Perkuat Lini Tengah dengan Kehadiran Eliano Reijnders

Kronologi Kejadian: Dari Buka Puasa Menjadi Teror

Kunjungan VPC sebenarnya dimulai dengan suasana hangat. Pada Minggu, 1 Maret 2026, rombongan diterima dengan baik oleh perwakilan suporter Persebaya di markas Yayasan Suporter Persebaya (YSS) untuk agenda buka puasa bersama. Pertemuan pun berlanjut dengan diskusi bersama kelompok suporter lain, seperti Tribun PSK dan Tribun Kidul.

Namun, situasi berbalik drastis menjelang tengah malam. Saat rombongan sedang memproses check-in di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, sekitar pukul 00.30 WIB, mereka disergap oleh sekitar 30 orang tak dikenal yang memaksa masuk ke area lobi.

Dampak dari insiden tersebut:

  • Korban Fisik: Seorang anggota Viking Surabaya mengalami luka di bagian kepala dan hidung.
  • Kerugian Materil: Berbagai barang pribadi seperti iPhone 11, jaket, sepatu, hingga uang tunai senilai Rp1,5 juta raib. Total kerugian ditaksir mencapai Rp11 juta.
  • Respons Keamanan: Polrestabes Surabaya mengerahkan satu pleton Dalmas dan unit Jatanras untuk mengendalikan situasi dini hari itu.

Akibat teror ini, rombongan VPC tidak mendapatkan akses keamanan untuk menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo. Mereka akhirnya meninggalkan Surabaya pada 2 Maret dan memilih menggelar kegiatan nonton bareng di Jombang.

Baca Juga:  Saling Sikut di Puncak Klasemen: Misi Maung Bandung Perlebar Jarak dari Terkaman Borneo FC

Sikap Tegas Ketua Umum VPC

Menanggapi insiden ini, VPC mengecam keras segala bentuk intimidasi. Mereka sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencederai niat baik tersebut.

“Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak menghendaki terjaganya hubungan baik tersebut sehingga terjadi provokasi hingga penyerangan ke hotel tempat perwakilan kami menginap,”.

Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar Sayidina, menegaskan bahwa prinsip organisasi tetap terbuka, namun tidak akan dipaksakan.

“Namun kita tidak mau memaksakan, apalagi sampai mengemis meminta-minta kepada pihak-pihak yang memang tidak mau bersahabat dengan kita,”.

Tobias menambahkan bahwa kunjungan mereka adalah bentuk balasan atas silaturahmi kelompok Bonek sebelumnya ke Bandung. Terkait proses hukum, VPC telah mengonfirmasi bahwa kepolisian telah mengamankan 10 terduga pelaku.

“VPC mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polrestabes Surabaya agar dapat diproses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,”.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Suporter Bonek Persebaya Surabaya Persib Bandung Viking Bonek Satu Hati viking persib club VPC
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad

Bom Bursa Transfer! Pratama Arhan Tinggalkan Asia, Siap Merapat ke Bandung?

Bursa Transfer Panas! Nama Besar Masuk-Keluar dari Persib Bandung

Sempat Bikin Cemas, Kondisi Federico Barba Akhirnya Diungkap Bojan Hodak

Rumor Transfer Persib: Ronald Koeman Jr Terancam Batal Gabung, Eliano Reijnders Jadi Rebutan Klub Eropa

Misi Pertahankan Puncak Klasemen: Strategi Persib Tambal Lubang di Jantung Pertahanan

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.