bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyoroti penyebab banjir besar di wilayah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, saat melakukan kunjungan ke Kali Gabus pada Rabu (12/3/2025).
Dalam video yang dibagikannya melalui kanal YouTube pribadinya, KDM menunjukkan kondisi sungai yang airnya meluap hingga mencapai tiang penjaga jembatan.
Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Dikky Achmad, KDM mendapatkan informasi bahwa pengelolaan Kali Gabus berada di bawah Perum Jasa Tirta (PJT). Ia pun mencurigai adanya dugaan keterlibatan oknum PJT yang menyewakan lahan di area sungai untuk pembangunan ilegal.
“Saya dengar ada oknum PJT yang nyewain tanah sungai buat bangunan di sini. Kalau benar, ini harus ditertibkan. Kalau dari dulu dikelola dengan baik, mungkin banjir seperti ini tidak akan terjadi,” ujar KDM.
Dalam peninjauan, KDM menemukan banyak bangunan semi permanen seperti gubuk dan ruko yang disewakan kepada para pedagang. Bangunan liar ini menghambat aliran sungai dan memperparah risiko banjir.
Selain itu, tumpukan sampah di sepanjang aliran Kali Gabus juga menjadi faktor utama penyumbatan air.
Melihat kondisi yang memprihatinkan, KDM mengajak warga setempat untuk mendukung langkah normalisasi sungai dan pembongkaran bangunan yang mengganggu aliran air.
“Setuju gak ini dinormalisasi? Setuju gak ini saya bongkar? Dirapikan supaya tidak banjir lagi?” serunya kepada warga yang berkerumun di lokasi.
Ke depan, Pemprov Jabar berencana menggandeng pihak PJT untuk menata kembali aliran Kali Gabus, termasuk membongkar bangunan yang melanggar tata ruang. Langkah ini diharapkan dapat mencegah bencana banjir serupa terjadi lagi di masa mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









