Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi

Rabu, 10 Juni 2026 08:10 WIB

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rencana Dedi Mulyadi Hapus PR Sekolah Dikritik: Jangan Abaikan Peran Guru dalam Pembelajaran

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 11:04 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar menuai kritik dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengabaikan peran penting guru dalam proses pendidikan.

Dalam pernyataannya, Kamis (12/6/2025), Lalu menegaskan bahwa keputusan untuk memberikan PR seharusnya menjadi kewenangan guru, bukan kepala daerah. “Guru adalah pihak yang paling memahami kebutuhan serta karakter siswa. Memberikan atau tidak memberikan PR seharusnya bergantung pada penilaian profesional guru,” ujarnya.

Politisi PKB itu menekankan bahwa proses belajar bersifat kontekstual dan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, bagi sebagian siswa, PR menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari di kelas.

“Ada siswa yang butuh latihan tambahan di rumah, ada juga yang tidak. Di sinilah pentingnya otonomi guru dalam merancang strategi belajar yang sesuai,” tegas Lalu.

Baca Juga:  Kumpulkan TKD se-Jabar, Ridwan Kamil: Satukan Langkah Amankan Prabowo-Gibran

Ia juga mengingatkan agar semangat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tidak mengabaikan prinsip pedagogis dan profesionalitas tenaga pendidik. “Kami mendukung inovasi dalam pendidikan, tapi kebijakan harus tetap berbasis keilmuan dan melibatkan masukan dari para praktisi pendidikan. Jangan sampai inovasi yang bersifat populis malah merugikan profesionalitas guru,” tambahnya.

Baca Juga:  Langgar Izin, Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak

Rencana penghapusan PR ini merupakan bagian dari kebijakan baru yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelang tahun ajaran 2025/2026. Selain menghapus PR, Pemprov juga berencana membatasi aktivitas malam bagi siswa. Melalui kebijakan baru, pelajar tidak diperkenankan keluar rumah setelah pukul 21.00 WIB, kecuali dengan alasan mendesak dan izin orang tua.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan ruang lebih bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga. “Kami ingin agar tugas-tugas sekolah diselesaikan di sekolah. Di rumah, anak-anak bisa fokus pada kegiatan lain seperti membaca, berolahraga, membantu orang tua, atau belajar keterampilan hidup,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga:  Tim Kampanye Daerah Jabar Prabowo-Gibran Resmi Dibentuk, Ridwan Kamil Optimis Satu Putaran

Kebijakan ini pun menuai perdebatan. Di satu sisi, ada harapan bahwa pendekatan baru ini dapat mendukung perkembangan karakter anak. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa penghapusan PR secara menyeluruh justru membatasi ruang gerak guru dalam mengelola strategi pembelajaran yang efektif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar guru jawa barat kebijakan pendidikan Komisi X DPR Pendidikan PR sekolah sekolah 2025 siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.