Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mencekam! Virgo Transport 8 Terbalik di Tengah Laut, 140 Orang Masih Dicari

Minggu, 13 September 2026 13:03 WIB

Suara Kanaya Whu di HUT ke-81 RI Kini Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Sampaikan Kabar Duka

Minggu, 13 September 2026 12:27 WIB

Bikin Warga Waswas! Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mencekam! Virgo Transport 8 Terbalik di Tengah Laut, 140 Orang Masih Dicari
  • Suara Kanaya Whu di HUT ke-81 RI Kini Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Sampaikan Kabar Duka
  • Bikin Warga Waswas! Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan, Ini Alasannya
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026
  • Sulit Diterima! Luka Menalo Buka Suara Usai Persib Dipermalukan Persija
  • Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap
  • Ruben Onsu Dikejar Badai Bertubi-tubi, Jadi Tersangka Kini Betrand Peto Dilaporkan Polisi
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rencana Dedi Mulyadi Hapus PR Sekolah Dikritik: Jangan Abaikan Peran Guru dalam Pembelajaran

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 11:04 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar menuai kritik dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengabaikan peran penting guru dalam proses pendidikan.

Dalam pernyataannya, Kamis (12/6/2025), Lalu menegaskan bahwa keputusan untuk memberikan PR seharusnya menjadi kewenangan guru, bukan kepala daerah. “Guru adalah pihak yang paling memahami kebutuhan serta karakter siswa. Memberikan atau tidak memberikan PR seharusnya bergantung pada penilaian profesional guru,” ujarnya.

Politisi PKB itu menekankan bahwa proses belajar bersifat kontekstual dan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, bagi sebagian siswa, PR menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari di kelas.

“Ada siswa yang butuh latihan tambahan di rumah, ada juga yang tidak. Di sinilah pentingnya otonomi guru dalam merancang strategi belajar yang sesuai,” tegas Lalu.

Baca Juga:  Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!

Ia juga mengingatkan agar semangat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tidak mengabaikan prinsip pedagogis dan profesionalitas tenaga pendidik. “Kami mendukung inovasi dalam pendidikan, tapi kebijakan harus tetap berbasis keilmuan dan melibatkan masukan dari para praktisi pendidikan. Jangan sampai inovasi yang bersifat populis malah merugikan profesionalitas guru,” tambahnya.

Baca Juga:  Masyarakat Hingga Pejabat Kota Bandung, Ramaikan Aksi Bela Palestina di Gedung Sate

Rencana penghapusan PR ini merupakan bagian dari kebijakan baru yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelang tahun ajaran 2025/2026. Selain menghapus PR, Pemprov juga berencana membatasi aktivitas malam bagi siswa. Melalui kebijakan baru, pelajar tidak diperkenankan keluar rumah setelah pukul 21.00 WIB, kecuali dengan alasan mendesak dan izin orang tua.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan ruang lebih bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga. “Kami ingin agar tugas-tugas sekolah diselesaikan di sekolah. Di rumah, anak-anak bisa fokus pada kegiatan lain seperti membaca, berolahraga, membantu orang tua, atau belajar keterampilan hidup,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga:  3.403 Rumah di Jabar Akan Dialiri Listrik Tahun Ini, Gunakan Skema APBD

Kebijakan ini pun menuai perdebatan. Di satu sisi, ada harapan bahwa pendekatan baru ini dapat mendukung perkembangan karakter anak. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa penghapusan PR secara menyeluruh justru membatasi ruang gerak guru dalam mengelola strategi pembelajaran yang efektif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar guru jawa barat Pendidikan siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mencekam! Virgo Transport 8 Terbalik di Tengah Laut, 140 Orang Masih Dicari

Suara Kanaya Whu di HUT ke-81 RI Kini Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Sampaikan Kabar Duka

Bikin Warga Waswas! Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan, Ini Alasannya

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.