Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Selasa, 3 November 2026 12:24 WIB

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Selasa, 3 November 2026 12:14 WIB

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Selasa, 3 November 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
  • Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ritual Mengerikan Budaya Kuno Peru, Anak Jadi Tumbal untuk Ayahnya

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 13:40 WIB3 Mins Read
Pemakaman kuno di Peru. (Foto: Live Science)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan ritual mengerikan yang dilakukan oleh masyarakat kuno, atau sekitar 1.500 tahun lalu. Ritual itu dilakukan di pemakaman kuno Andes.

Yang mengejutkan, ada remaja laki-laki yang menjadi tumbal setelah kematian ayahnya, dan remaja perempuan dikorbankan ketika bibinya meninggal. Ritual ini diakui arkeolog belum pernah dilihat sebelumnya.

Ritual ini berasal dari budaya Moche, berkembang di pantai utara Peru dari 300 hingga 950 SM. Ritual ini disebutkan sebagai pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewa.

“Sebagian besar dari yang kita ketahui tentang pengorbanan manusia Moche terkait dengan bentuk pengorbanan manusia yang terbuka untuk umum dan mengerikan,” cetus Lars Fehren-Schmitz, arkeogenetik di Universitas California, Santa Cruz.

Baca Juga:  Arkeolog Digegerkan Penemuan Patung Mirip Alien Berusia 7.000 Tahun

“Tidak ada bukti menunjukkan pengorbanan kerabat dekat atau remaja seperti yang kami amati ini. Juga tidak ada pengamatan lain seperti ini dilaporkan dalam literatur arkeologi,” tambahnya.

Para korban dimakamkan di bawah bangunan bercat yang menyerupai piramida, yang mereka sebut Huaca Cao Viejo. Makam ini pertama kali ditemukan di Peru pada tahu 2005.

Di makam tersebut, ditemukan enam jenazah, termasuk jenazah wanita berstatus tinggi terawat baik berjuluk Senora de Cao. Tiga pria juga ditempatkan dalam makam, serta dua remaja yang dicekik dengan tali serat tanaman.

Ahli lama berasumsi jika kelompok pemakaman Moche elit seperti ini terdiri dari anggota keluarga yang masih kerabat.

Baca Juga:  Ngeri! Praktik Kanibalisme di Inggris, Tulang-tulang Berserakan

Namun, studi baru di jurnal PNAS, adalah yang pertama membuktikannya secara ilmiah. Peneliti menemukan lima di antaranya dikuburkan di waktu hampir bersamaan.

Dalam sebuah analisis genomik menyebutkan jika Senora de Cao memiliki relasi dengan gadis remaja yang dikorbankan untuknya, kemungkinan besar bibi dan keponakan.

Sementara dua pria yang ditemukan di makam kemungkinan saudara laki-laki Senora de Cao, dan salah satu dari mereka mungkin adalah ayah dari gadis yang dikorbankan tersebut.

Kemudian pria ketia, yang meninggal beberapa dekade sebelumnya, mungkin adalah ayah atau kakek dari kedua saudara itu.

Peneliti juga menemukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak laki-laki dikorbankan untuk ayahnya, yang disebut merupakan saudara Senora de Cao itu.

Baca Juga:  Ujungberung, Pusat Musik Underground dan Warisan Budaya Sunda di Timur Bandung

“Teorinya bahwa ini adalah bentuk pembunuhan ritual lebih pribadi dan bermartabat, mungkin diperuntukkan bagi individu berstatus sosial atau spiritual yang lebih tinggi,” kata Fehren.

Sementara alasan mereka dikorbankan masih menjadi misteri dan akan diteliti lebih lanjut bersamaan dengan analisis terhadap penguburan berstatus tinggi lainnya.

“Perlu diingat juga bahwa orang yang mengatur pengorbanan dan penguburan bukanlah orang yang sama yang dikorbankan dan dikuburkan. Jadi, semacam intrik pengadilan dapat menyebabkan hasil yang kami temukan dalam penguburan tersebut,” kata Jeffrey Quilter, akademisi Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Universitas Harvard.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.