Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Sabtu, 20 Juni 2026 12:41 WIB
Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 11:16 WIB

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

Sabtu, 20 Juni 2026 09:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
  • Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun
  • Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ritual Mengerikan Budaya Kuno Peru, Anak Jadi Tumbal untuk Ayahnya

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 13:40 WIB3 Mins Read
Pemakaman kuno di Peru. (Foto: Live Science)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan ritual mengerikan yang dilakukan oleh masyarakat kuno, atau sekitar 1.500 tahun lalu. Ritual itu dilakukan di pemakaman kuno Andes.

Yang mengejutkan, ada remaja laki-laki yang menjadi tumbal setelah kematian ayahnya, dan remaja perempuan dikorbankan ketika bibinya meninggal. Ritual ini diakui arkeolog belum pernah dilihat sebelumnya.

Ritual ini berasal dari budaya Moche, berkembang di pantai utara Peru dari 300 hingga 950 SM. Ritual ini disebutkan sebagai pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewa.

“Sebagian besar dari yang kita ketahui tentang pengorbanan manusia Moche terkait dengan bentuk pengorbanan manusia yang terbuka untuk umum dan mengerikan,” cetus Lars Fehren-Schmitz, arkeogenetik di Universitas California, Santa Cruz.

Baca Juga:  Dibalik Totopong Dedi Mulyadi, Kisah Pengrajin Sumedang Lestarikan Budaya Sunda

“Tidak ada bukti menunjukkan pengorbanan kerabat dekat atau remaja seperti yang kami amati ini. Juga tidak ada pengamatan lain seperti ini dilaporkan dalam literatur arkeologi,” tambahnya.

Para korban dimakamkan di bawah bangunan bercat yang menyerupai piramida, yang mereka sebut Huaca Cao Viejo. Makam ini pertama kali ditemukan di Peru pada tahu 2005.

Di makam tersebut, ditemukan enam jenazah, termasuk jenazah wanita berstatus tinggi terawat baik berjuluk Senora de Cao. Tiga pria juga ditempatkan dalam makam, serta dua remaja yang dicekik dengan tali serat tanaman.

Ahli lama berasumsi jika kelompok pemakaman Moche elit seperti ini terdiri dari anggota keluarga yang masih kerabat.

Baca Juga:  Drummer Legendaris Gilang Ramadhan Pulang Kampung, Siap Majukan Sumedang Lewat Budaya

Namun, studi baru di jurnal PNAS, adalah yang pertama membuktikannya secara ilmiah. Peneliti menemukan lima di antaranya dikuburkan di waktu hampir bersamaan.

Dalam sebuah analisis genomik menyebutkan jika Senora de Cao memiliki relasi dengan gadis remaja yang dikorbankan untuknya, kemungkinan besar bibi dan keponakan.

Sementara dua pria yang ditemukan di makam kemungkinan saudara laki-laki Senora de Cao, dan salah satu dari mereka mungkin adalah ayah dari gadis yang dikorbankan tersebut.

Kemudian pria ketia, yang meninggal beberapa dekade sebelumnya, mungkin adalah ayah atau kakek dari kedua saudara itu.

Peneliti juga menemukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak laki-laki dikorbankan untuk ayahnya, yang disebut merupakan saudara Senora de Cao itu.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Jejak Dokter Firaun di Makam Kuno Berusia 4.000 Tahun

“Teorinya bahwa ini adalah bentuk pembunuhan ritual lebih pribadi dan bermartabat, mungkin diperuntukkan bagi individu berstatus sosial atau spiritual yang lebih tinggi,” kata Fehren.

Sementara alasan mereka dikorbankan masih menjadi misteri dan akan diteliti lebih lanjut bersamaan dengan analisis terhadap penguburan berstatus tinggi lainnya.

“Perlu diingat juga bahwa orang yang mengatur pengorbanan dan penguburan bukanlah orang yang sama yang dikorbankan dan dikuburkan. Jadi, semacam intrik pengadilan dapat menyebabkan hasil yang kami temukan dalam penguburan tersebut,” kata Jeffrey Quilter, akademisi Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Universitas Harvard.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog budaya moche Peru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Garena Free Fire (FF)

Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya

Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis

Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.