Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Rabu, 5 Agustus 2026 03:00 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu

Rabu, 5 Agustus 2026 02:00 WIB
Garena Free Fire

Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa

Rabu, 5 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ritual Mengerikan Budaya Kuno Peru, Anak Jadi Tumbal untuk Ayahnya

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 13:40 WIB3 Mins Read
Pemakaman kuno di Peru. (Foto: Live Science)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan ritual mengerikan yang dilakukan oleh masyarakat kuno, atau sekitar 1.500 tahun lalu. Ritual itu dilakukan di pemakaman kuno Andes.

Yang mengejutkan, ada remaja laki-laki yang menjadi tumbal setelah kematian ayahnya, dan remaja perempuan dikorbankan ketika bibinya meninggal. Ritual ini diakui arkeolog belum pernah dilihat sebelumnya.

Ritual ini berasal dari budaya Moche, berkembang di pantai utara Peru dari 300 hingga 950 SM. Ritual ini disebutkan sebagai pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewa.

“Sebagian besar dari yang kita ketahui tentang pengorbanan manusia Moche terkait dengan bentuk pengorbanan manusia yang terbuka untuk umum dan mengerikan,” cetus Lars Fehren-Schmitz, arkeogenetik di Universitas California, Santa Cruz.

“Tidak ada bukti menunjukkan pengorbanan kerabat dekat atau remaja seperti yang kami amati ini. Juga tidak ada pengamatan lain seperti ini dilaporkan dalam literatur arkeologi,” tambahnya.

Para korban dimakamkan di bawah bangunan bercat yang menyerupai piramida, yang mereka sebut Huaca Cao Viejo. Makam ini pertama kali ditemukan di Peru pada tahu 2005.

Di makam tersebut, ditemukan enam jenazah, termasuk jenazah wanita berstatus tinggi terawat baik berjuluk Senora de Cao. Tiga pria juga ditempatkan dalam makam, serta dua remaja yang dicekik dengan tali serat tanaman.

Ahli lama berasumsi jika kelompok pemakaman Moche elit seperti ini terdiri dari anggota keluarga yang masih kerabat.

Namun, studi baru di jurnal PNAS, adalah yang pertama membuktikannya secara ilmiah. Peneliti menemukan lima di antaranya dikuburkan di waktu hampir bersamaan.

Dalam sebuah analisis genomik menyebutkan jika Senora de Cao memiliki relasi dengan gadis remaja yang dikorbankan untuknya, kemungkinan besar bibi dan keponakan.

Sementara dua pria yang ditemukan di makam kemungkinan saudara laki-laki Senora de Cao, dan salah satu dari mereka mungkin adalah ayah dari gadis yang dikorbankan tersebut.

Kemudian pria ketia, yang meninggal beberapa dekade sebelumnya, mungkin adalah ayah atau kakek dari kedua saudara itu.

Peneliti juga menemukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak laki-laki dikorbankan untuk ayahnya, yang disebut merupakan saudara Senora de Cao itu.

“Teorinya bahwa ini adalah bentuk pembunuhan ritual lebih pribadi dan bermartabat, mungkin diperuntukkan bagi individu berstatus sosial atau spiritual yang lebih tinggi,” kata Fehren.

Sementara alasan mereka dikorbankan masih menjadi misteri dan akan diteliti lebih lanjut bersamaan dengan analisis terhadap penguburan berstatus tinggi lainnya.

“Perlu diingat juga bahwa orang yang mengatur pengorbanan dan penguburan bukanlah orang yang sama yang dikorbankan dan dikuburkan. Jadi, semacam intrik pengadilan dapat menyebabkan hasil yang kami temukan dalam penguburan tersebut,” kata Jeffrey Quilter, akademisi Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Universitas Harvard.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog budaya moche Peru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu

Garena Free Fire

Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Saldo DANA Gratis Menanti! Ini Link DANA Kaget 4 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya dengan Mudah

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.