Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Sabtu, 19 September 2026 07:23 WIB

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Sabtu, 19 September 2026 06:00 WIB

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ritual Mengerikan Budaya Kuno Peru, Anak Jadi Tumbal untuk Ayahnya

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 13:40 WIB3 Mins Read
Pemakaman kuno di Peru. (Foto: Live Science)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan ritual mengerikan yang dilakukan oleh masyarakat kuno, atau sekitar 1.500 tahun lalu. Ritual itu dilakukan di pemakaman kuno Andes.

Yang mengejutkan, ada remaja laki-laki yang menjadi tumbal setelah kematian ayahnya, dan remaja perempuan dikorbankan ketika bibinya meninggal. Ritual ini diakui arkeolog belum pernah dilihat sebelumnya.

Ritual ini berasal dari budaya Moche, berkembang di pantai utara Peru dari 300 hingga 950 SM. Ritual ini disebutkan sebagai pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewa.

“Sebagian besar dari yang kita ketahui tentang pengorbanan manusia Moche terkait dengan bentuk pengorbanan manusia yang terbuka untuk umum dan mengerikan,” cetus Lars Fehren-Schmitz, arkeogenetik di Universitas California, Santa Cruz.

Baca Juga:  Alam Subur, Cagub Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Budaya Beternak di Jabar

“Tidak ada bukti menunjukkan pengorbanan kerabat dekat atau remaja seperti yang kami amati ini. Juga tidak ada pengamatan lain seperti ini dilaporkan dalam literatur arkeologi,” tambahnya.

Para korban dimakamkan di bawah bangunan bercat yang menyerupai piramida, yang mereka sebut Huaca Cao Viejo. Makam ini pertama kali ditemukan di Peru pada tahu 2005.

Di makam tersebut, ditemukan enam jenazah, termasuk jenazah wanita berstatus tinggi terawat baik berjuluk Senora de Cao. Tiga pria juga ditempatkan dalam makam, serta dua remaja yang dicekik dengan tali serat tanaman.

Ahli lama berasumsi jika kelompok pemakaman Moche elit seperti ini terdiri dari anggota keluarga yang masih kerabat.

Baca Juga:  ASIH Kedepankan Ilmu Agama dan Budaya untuk Selamatkan Bangsa

Namun, studi baru di jurnal PNAS, adalah yang pertama membuktikannya secara ilmiah. Peneliti menemukan lima di antaranya dikuburkan di waktu hampir bersamaan.

Dalam sebuah analisis genomik menyebutkan jika Senora de Cao memiliki relasi dengan gadis remaja yang dikorbankan untuknya, kemungkinan besar bibi dan keponakan.

Sementara dua pria yang ditemukan di makam kemungkinan saudara laki-laki Senora de Cao, dan salah satu dari mereka mungkin adalah ayah dari gadis yang dikorbankan tersebut.

Kemudian pria ketia, yang meninggal beberapa dekade sebelumnya, mungkin adalah ayah atau kakek dari kedua saudara itu.

Peneliti juga menemukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak laki-laki dikorbankan untuk ayahnya, yang disebut merupakan saudara Senora de Cao itu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi dan Filosofi Sunda sebagai Landasan Kebijakan Publik

“Teorinya bahwa ini adalah bentuk pembunuhan ritual lebih pribadi dan bermartabat, mungkin diperuntukkan bagi individu berstatus sosial atau spiritual yang lebih tinggi,” kata Fehren.

Sementara alasan mereka dikorbankan masih menjadi misteri dan akan diteliti lebih lanjut bersamaan dengan analisis terhadap penguburan berstatus tinggi lainnya.

“Perlu diingat juga bahwa orang yang mengatur pengorbanan dan penguburan bukanlah orang yang sama yang dikorbankan dan dikuburkan. Jadi, semacam intrik pengadilan dapat menyebabkan hasil yang kami temukan dalam penguburan tersebut,” kata Jeffrey Quilter, akademisi Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Universitas Harvard.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.