Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Kamis, 13 Agustus 2026 19:18 WIB

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Roasting Pandji ke Wapres Gibran Picu Kontroversi, Etika Humor Dipertanyakan

By SusanaSelasa, 6 Januari 2026 10:30 WIB5 Mins Read
Pandji Pragiwaksono. Foto: Instagram @pandji.pragiwaksono.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana panggung stand-up comedy yang biasanya dipenuhi tawa mendadak berubah menjadi ruang kritik sosial-politik yang getir.

Itulah yang terjadi dalam salah satu penampilan terbaru Pandji Pragiwaksono, komika yang dikenal vokal dan blak-blakan dalam menyuarakan kegelisahan publik.

Potongan video penampilan Pandji tersebut dengan cepat beredar luas di media sosial. Dalam cuplikan yang viral, Pandji melontarkan punchline yang tak sekadar mengundang tawa, melainkan juga menyentuh isu sensitif tentang kondisi demokrasi dan kepemimpinan nasional. Nada kritiknya terdengar tajam, bahkan pahit.

“Jangan pernah berharap sesuatu di negeri ini. Polisinya membunuh. Tentaranya berpolitik,” ucap Pandji di atas panggung, disambut reaksi beragam dari penonton.

Menyebut Gibran, Humor Berubah Jadi Kontroversi

Pandji tak berhenti pada kritik institusional. Ia secara eksplisit menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan menyiratkan kekecewaan terhadap sosok RI 2 yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa.

“Presidennya maafin koruptor. Wapresnya Gibran,” ucap Pandji dalam materi tersebut.

Dalam bagian lain, Pandji juga me-roasting kecenderungan publik yang memilih pemimpin berdasarkan tampilan fisik. Nama-nama tokoh nasional disebut satu per satu, hingga akhirnya mengarah pada Gibran yang digambarkan dengan ekspresi “mengantuk”.

“Ganjar, ganteng ya. Anies, manis ya. Prabowo, gemoy ya. Atau wakil presidennya, Gibran, ngantuk ya?” ucap Pandji, yang kemudian diulanginya beberapa kali.

Bagian inilah yang kemudian memicu perdebatan. Sebagian publik menilai humor Pandji sah sebagai satire politik, sementara lainnya menganggap candaan tersebut sudah melampaui batas karena menyentil fisik pribadi pejabat negara.

Respons Simbolis Gibran Jadi Sorotan

Menariknya, Gibran Rakabuming Raka tidak memberikan respons langsung terhadap kritik Pandji. Namun, sebuah unggahan di akun Instagram resminya justru menjadi bahan tafsir publik.

Dalam unggahan tersebut, Gibran membagikan aktivitas kunjungan kerja ke Doss Guava XR Studio, sebuah studio film berbasis teknologi extended reality. Yang membuat publik salah fokus, Gibran menyematkan lagu “Lagu Melayu”, karya Pandji Pragiwaksono, sebagai latar musik unggahan tersebut.

“Pemerintah harus mendorong generasi muda dan insan kreatif melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi. Saya yakin industri film Indonesia akan tumbuh berkelanjutan serta mampu bersaing di tingkat global. Gas!” tulis Gibran dalam caption, Senin (5/1/2026).

Pilihan musik itu sontak memantik spekulasi. Banyak netizen menilai langkah tersebut sebagai respons simbolis, halus, tanpa kata, namun sarat makna terhadap kritik Pandji yang sedang viral.

Tompi Angkat Isu Etika Humor: Kritik Boleh, Fisik Jangan

Kontroversi ini kian melebar setelah Tompi, dokter bedah plastik sekaligus musisi, ikut angkat bicara. Melalui akun Instagram @dr_tompi, ia menanggapi materi Pandji yang menyinggung ekspresi mata Gibran.

Menurut Tompi, menertawakan kondisi fisik seseorang, dalam konteks apa pun, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi, Selasa (6/1/2026).

Tompi menegaskan bahwa satire, kritik, dan humor politik adalah hal yang sah dalam ruang demokrasi. Namun, merendahkan fisik seseorang justru menunjukkan kemalasan berpikir.

“Mari naikkan standar diskusi publik kita. Kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tegasnya.

Pandji Merespons Legawa, Publik Tetap Terbelah

Menariknya, kritik Tompi tidak berujung polemik lanjutan. Pandji justru merespons dengan sikap terbuka di kolom komentar.

“Keren, Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.

Sikap tersebut menuai apresiasi, meski perdebatan di ruang publik belum sepenuhnya mereda. Warganet tetap terbelah, sebagaimana terlihat dari beragam komentar di unggahan Tompi, mulai dari kritik moral, sindiran, hingga pembelaan terhadap kebebasan berekspresi.

Komentar Warganet Ramai Soal Kritik Tompi ke Pandji, Etika Humor Kembali Diperdebatkan

Kolom komentar akun Instagram @dr_tompi pun dipenuhi beragam pendapat publik yang menyoroti etika humor, khususnya ketika menyentuh kondisi fisik seseorang.

Sejumlah warganet menilai candaan yang menertawakan fisik manusia tidak pantas dijadikan bahan lelucon, apa pun konteksnya. Mereka mengingatkan bahwa kondisi fisik merupakan bagian dari ciptaan Tuhan yang seharusnya dihormati.

“Menertawakan ciptaan Allah, hati-hati menurun ke anak cucu,” tulis akun @dol***, Selasa (6/1/2026).

Pendapat senada disampaikan akun lain yang menilai merendahkan fisik orang lain bukanlah bentuk kritik yang bermartabat.

“Orang yang menertawakan kondisi fisik seseorang, dia sedang menertawakan makhluk ciptaan Allah,” tulis akun @and***.

Tak sedikit pula warganet yang menyayangkan fokus materi komedi yang dinilai terlalu sempit dan berulang pada satu aspek personal.

“Sepanjang itu durasinya, yang dibahas cuma bagian ‘ngantuk’-nya? Damn,” tulis akun @rai***.

Di sisi lain, ada pula komentar bernada sinis yang menilai kritik tersebut memiliki kepentingan tertentu di baliknya.

“Kayanya ngincer komisaris nih,” tulis akun @muh***.

Perdebatan semakin melebar ketika warganet mengaitkan isu penghinaan fisik dengan praktik operasi kosmetik, yang dianggap sebagian pihak sebagai bentuk ketidaksyukuran terhadap kondisi tubuh.

“Kalau menghina fisik itu buruk untuk sebuah jokes, operasi fisik untuk menjadi lebih baik juga sama menghina karena tidak bersyukur akan pemberian Tuhan,” tulis akun @its***.

Beragam komentar tersebut mencerminkan terbelahnya pandangan publik terhadap batasan humor, kritik, dan etika dalam ruang ekspresi. Hingga kini, perdebatan soal apakah candaan fisik dapat dibenarkan sebagai satire masih terus bergulir di media sosial.

Penutup

Kontroversi ini pada akhirnya membuka diskusi yang lebih luas: di mana batas antara kritik politik, satire, dan penghinaan personal? Sebuah pertanyaan yang terus relevan di tengah iklim demokrasi dan budaya digital yang kian riuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

etika humor Gibran Rakabuming Raka kontroversi stand up comedy kritik Pandji Pandji Gibran Pandji Pragiwaksono satire politik Indonesia stand up comedy politik Tompi kritik Pandji
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.